Uniknya Asal Usul Semur, Makanan Perpaduan Tiga Bangsa

Daftar Artikel Terbaru
close
Daftar Artikel Populer
 Semur merupakan olahan daging dengan cita rasa legit yang berasal dari penggunaan kecap manis. Ada sensasi rempah karena memakai rempah khas Indonesia seperti kemiri, pala, ketumbar, jinten, kayu manis, dan cengkeh.




Lauk semur hadir di meja makan orang Indonesia terutama ketika hari raya Idul Fitri. Namun ternyata semur memiliki sejarah yang unik. Semur adalah hasil akulturasi budaya berbagai bangsa, yakni Indonesia, China, dan Belanda.

"Tradisi dari zaman purba setiap masyarakat pasti punya cara mengolah daging dan cara mengawetkan daging tersebut. Daging semur adalah tradisi purba dari Indonesia. Kemudian datang pendatang dari China minta dibuatkan masakan kampung halamannya yang bahannya dari sari ikan kek," kata sejarahwan JJ Rizal di acara Peluncuran Peta Kuliner Nusantara di Gedung BukaLapak, Jakarta (26/11/2016).




Menurut Rizal, karena kebanyakan pendatang dari China adalah laki-laki, mereka kemudian memperistri perempuan Melayu.
"Sang istri yang orang Melayu memasukan unsur mereka dengan gula jawa. Maka jadilah kecap manis," katanya.
Uniknya yang memberi nama masakan tersebut, lanjutnya, bukanlah orang China pendatang ataupun sang istri orang Melayu.
"Orang Belanda yang justru memberi nama masakan ini semur yang artinya daging dengan rasa manis yang dimasak empuk. Uniknya lagi semur dimakan di tradisi Islam, saat Lebaran," kata JJ Rizal.
Sejarah makanan Indonesia seperti semur inilah yang menurut JJ Rizal patut dirayakan sebagai bagian dari budaya bangsa.




"Dari meja makan kita bisa melihat persatuan dan kekerabatan kita menjadi nation (bangsa) indonesia," tuturnya.
Umumnya semur menggunakan daging sapi. Namun kini, semur hadir dalam berbagai rupa. Seperti semur tahu hingga semur jengkol.

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

» Terima Kasih sudah membaca : Uniknya Asal Usul Semur, Makanan Perpaduan Tiga Bangsa | jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)


KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top