Ketika Siswa SD Pesta Miras, Salah Siapa?

Baca Juga 




Oleh: Lavia Sri Dayanti
laviasridayanti@gmail.com

MIRIS. Kata petama yang terucap jika melihat kondisi anak bangsa saat ini. Generasi yang akan memimpin bangsa satu hari nanti. Terlihat pada kasus 5 siswa SD di Samarinda yang meminum miras di kelas.

Sontak kasus ini mengagetkan khalayak ramai. Bagaimana tidak, kelima siswa tersebut melakukannya saat jam pelajaran, ketika guru sedang lengah memperhatikan murid-muridnya. Miras yang dikonsumsi adalah jenis anggur dan oplosan alkohhol 70 persen serta minuman berenergi, sesekali dicampurkan dengan obat sakit kepala.

Mereka memasukan mirasnya ke dalam botol agar tidak ketahuan guru dan teman-teman. Salah satu dari kelima anak tersebut mengaku mendapatkan minuman keras dari warung kelontong dekat sekolah. Akibatnya, saat ditegur oleh guru karena kerap berulah, mereka berani menantang guru untuk berkelahi.

Saat dipanggil ke kantor polisi, salah satu wali mereka menangis histeris tidak menyangka buah hatinya melakukan hal tersebut, karena di rumah terlihat patuh dan tidak suka berulah.



Kita tidak bisa menyalahkan sepenuhnya pada anak-anak tersebut. Mengingat mudahnya cara mereka memeperoleh barang haram itu, kemudian kuatnya contoh konsumsi miras ditengah masyarakat yang rusak. Demikian juga pada keluarga, keluarga memang harus menjaga anak-anaknya dari miras dan hal buruk lainya. Tetapi saat anak keluar dari lingkungan rumah, tidak ada yang bisa menjamin karakter yang telah terbentuk dalam keluarga masih terjaga.

Semua ini adalah buah dari sistem liberal, pemerintah tidak memiliki regulasi tegas untuk menutup pintu produksi dan peredaran miras. Seakan-akan negara berlepas tangan untuk membentuk karakter generasi dan menyerahkan sepenuhnya pada setiap keluarga dalam sistem yang rusak ini.

Maka solusinya tidak cukup pada pembinaan dalam keluarga, tetapi harus mengganti sistem dengan sistem Islam. Karena dalam Islam, negara adalah penjaga generasi bangsa. Negara akan menutup segala bentuk peredaran miras, dan menyiapkan hukuman yang memunculkan efek jera bagi para pelanggar. []

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !
Daftar Artikel Terbaru Lainnya 



KOTAK KOMENTAR



" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

SHARE ARTIKEL INI 


Baca Artikel Menarik Lainnya 

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top