Satu satu nya Sungai yang tertera di ALQURAN, MENYINGKAP RAHASIA SUNGAI NIL, Sungai terpanjang di Dunia (6.500 KM)

close
Daftar Artikel Populer
‘Apabila tidak ada Nil, maka tidak ada Mesir’.





Sungai merupakan bagian dari alam yang tidak bisa lepas dari kehidupan kita. Keberadaan sungai memang tidak bisa lepas dari aktivitas sehari-hari dari masyarakat dengan memanfaatkan fungsi sungai antara lain : sebagai sumber air minum dan pengairan, sarana transportasi air, tempat mencari sumber makanan dan lain sebagainya.
Salah satu sungai yang sangat terkenal di dunia adalah sungai NIL yang merupakan sungai terpanjang di Dunia sampai saat ini.

Sungai Nil, Sungai terpanjang di Dunia (6.500 KM)

Proses terbentuknya Sungai 

Keberadaan sungai tidak begitu saja terbentuk melainkan melalui sebuah proses panjang yang merupakan kejadian alam yang sudah ada sejak dahulu kala. Air yang mengalir dari sumber mata air yang terletak di dataran tinggi atau pegunungan secara terus menerus akan mencari jalur atau jalan menuju ketempat yang lebih rendah dan akhirnya bermuara di lautan.

Lalu bagaimana sebuah sungai itu terbentuk? Air yang mengalir melalui permukaan tanah akan mengikis /erosi tanah. Dengan demikian tanah yang dilalui air akan terus terkikis. Semakin deras aliran air dengan debit yang besar, maka, tanah yang ikut terbawa air akan semakin banyak. Dalam hitungan waktu, daerah tersebut akan menjadi sungai dengan panjang dan lebar yang bervariasi. 
Tidak semua sungai terbentuk secara alamiah, namun ada juga sungai yang memang sengaja dibuat oleh manusia untuk suatu keperluan tertentu misalnya : Sungai bawah tanah Dommel (Belanda), Fleet (London), Frome (Bristol), Neglinnaya (Moscow), Bievre (Prancis), Castle Frank Brook (Toronto) dll.. 







Letah Geografis Sungai Nil

Sungai Nil terletak di Benua Afrika, yang melewati tidak kurang dari sembilan negara diantaranya : Ethiopia, Zaire, Kenya, Uganda, Tanzania, Rwanda, Burundi, Sudan dan tentu saja Mesir. Sungai Nil memang lebih identik dengan Mesir karena sungai ini memilki nilai sejarah dengan bangsa Mesir.

Peranan sungai Nil sangat penting dalam lahirnya peradaban di sepanjang lembah sungai Nil. Menurut sejarah, ungkapan yang dikemukakan oleh Herodotus bahwa Mesir merupakan hadiah sungai Nil memang tepat adanya mengingat begitu besarnya peranan sungai Nil terhadap Mesir.

Mata air sungai Nil bersumber dari mata air pada dataran tinggi Kilimanjaro (Afrika Timur) dan bermuara di Laut Tengah. Sebenarnya sumber mata air sungai Nil masih dalam perdebatan oleh beberapa pihak, hal itu dikarenakan : Banyak yang sepakat kalau sumber mata air sungai Nil berasal dari danau Victoria yang merupakan danau terbesar di Afrika. Namun dari pengamatan bahwa di sisi utara danau terdapat lubang kecil yang seharusnya merupakan sumber air sungai Nil. 

Fakta tersebut kemudian menjadi tidak terlalu kuat untuk dijadikan sumber mata air sungai Nil karena terdapat banyak sungai yang mengalir ke danau Victoria. Akhirnya sungai kagera dan anak sungainya yang disebut ruvubu yang berada di Burundi dianggap sebagai sumber sungai Nil.

Meskipun sebagian besar (sekitar 70%) anak sungai Nil berawal di Ethiopia namun perjanjian era penjajahan di masa lalu menetapkan Mesir dan Sudan berhak sebagian besar volume air sungai Nil.

Sungai memiliki panjang sekitar 6.500 KM dan merupakan sungai terpanjang di dunia mengalahkan panjang sungai Amazon. Wilayah mesir yang dilewati sungai Nil hanya sekitar 22% saja melewati beberapa kota diantaranya : Kairo, Khartoum, Gondokoro, Aswan, Karnak, Thebes, dan Alexandria.

Sungai Nil memiliki dua anak sungai yaitu Nil Putih dan Nil Biru. Dengan volume air terbanyak terdapat di Nil Biru (50% lebih). Sumber air sungai Nil Putih berasal dari danau Victoria sedangkan Nil biru berasal dari danau Tana (Ethiopia). Dinamakan Nil putih karena lumpur yang berwarna keputihan yang terdapat di sungai tersebut. Di Sudan kedua anak sungai ini menyatu dan terus mengarah ke utara.






Fakta fakta Unik mengenai sungai Nil


Menurut sejarah, Nil ikut berperan dalam pembangunan Piramida. Sungai Nil digunakan sebagai jalur lalu-lintas blok batu untuk pembuatan Piramida.

Salah satu penghuni sungai Nil yang cukup terkenal yaitu spesies Buaya yang mematikan (Buaya Nil) yang bertempat tinggal di tepi sungai Nil. Buaya Nil dapat mencapai panjang 6 meter dengan berat 750 Kg. InfoNational geographic : “buaya Nil bertanggungjawab atas kematian sekitar 200 orang setiap tahun”. Gustave : adalah salah satu buaya yang sering memakan mangsa manusia dan sering mucul meneror penduduk setempat.

Penghuni sungai Nil yang sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia adalah Kuda Nil. Orang sekitar percaya kalau kuda Nil memiliki kekuatan spiritual dan sering diikutkan dalam acara seni dan agama setempat.

Nama sungai Nil diambil dari kata Semit “Nahal” yang kemudian dinamai 'Neilos' yang berarti Lembah Sungai. Orang mesir memberi julukan sungai Nil sebagai sungai Kehidupan.

Pada zaman dahulu sungai Nil digunakan sebagai jalur perdagangan masyarakat Mesir dengan orang Yunani atau Mesopotamia.

Sungai Nil sering mengalami banjir setiap tahunnya. 
Sungai Nil merupakan sungai yang bersih, karena sumber air untuk konsumsi penduduk berasala dari sungai ini. Penduduk sekitar tidak membuang sampah dan kotoran lainnya di sungai Nil, hal ini untuk menjaga kebersihan sungai Nil.

Imam Syafi'i terpesona dengan perasan Tebu Mesir. Seperti ungkapan yang dikatakannya : €œKalau bukan karena perasan tebu, aku tidak akan tinggal di Mesir.

Buah jeruk dan anggur melimpah disana dengan harga yang murah. Hal ini karena lembah sungai Nil yang terkenal dengan kesuburannya.

Al Kindi pernah mengatakan, €Sebagian orang-orang berilmu mengatakan bahwa di dunia tidak ada pohon, kecuali dia dijumpai di Mesir.

Perayaan wafa'an Nil dilakukan penduduk setempat saat air sungai Nil melimpah sebagai wujud syukur.

Nil adalah salah satu sungai surga dimana di mana Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, €Nil, Sihan, Jihan, Eufrat dari sungai-sungai surga. (Riwayat Muslim).*

Banyak hal di sungai ini yang manarik dari zaman dahulu hingga sekarang. Keberadaan sungai memang vital bagi penduduk suatu negeri. Maka dari itu kita senantiasa menjaga kelangsungan sungai dengan menjadikannya tetap bersih dan terawat.


*  *  *



Sungai Nil dalam al-Qur’an

Imam at-Taifaasyi dalam bukunya Suja’ul Hudail mengatakan: “Tidak satu pun sungai di muka bumi ini yang disebutkan oleh Allah dalam al-Qur’an, selain sungai Nil”. Paling tidak, dalam al-Qur’an, Allah menyebutkan sungai Nil dalam dua ayat penting yang semuanya berkaitan dengan kisah dihanyutkannya Nabi Musa bayi oleh ibunya, Nyukabad, berdasarkan perintah Allah. Berikut firman Allah dimaksud:

وَأَوْحَيْنَا إِلَى أُمِّ مُوسَى أَنْ أَرْضِعِيهِ فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَأَلْقِيهِ فِي الْيَمِّ وَلَا تَخَافِي وَلَا تَحْزَنِي إِنَّا رَادُّوهُ إِلَيْكِ وَجَاعِلُوهُ مِنَ الْمُرْسَلِينَ [القصص: 7]

Artinya: “Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa; “Susuilah Dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya Maka jatuhkanlah Dia ke sungai (Nil). dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena Sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan men- jadikannya (salah seorang) dari Para rasul” (QS. Al-Qashash: 7).

إِذْ أَوْحَيْنَا إِلَى أُمِّكَ مَا يُوحَى * أَنِ اقْذِفِيهِ فِي التَّابُوتِ فَاقْذِفِيهِ فِي الْيَمِّ فَلْيُلْقِهِ الْيَمُّ بِالسَّاحِلِ يَأْخُذْهُ عَدُوٌّ لِي وَعَدُوٌّ لَهُ وَأَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِنِّي وَلِتُصْنَعَ عَلَى عَيْنِي[طه: 38, 39].

Artinya: “Yaitu ketika Kami mengilhamkan kepada ibumu suatu yang diilhamkan, Yaitu: “Letakkanlah ia (Musa) didalam peti, kemudian lemparkanlah ia ke sungai (Nil), Maka pasti sungai itu membawanya ke tepi, supaya diambil oleh (Fir’aun) musuh-Ku dan musuhnya. dan aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku; dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku” (QS. Thaha: 38, 39).







Kata al-yamm dalam kedua ayat di atas, maknanya sama dengan kata al-bahr, yang berarti laut. Dan kata ‘laut’ yang dimaksud dalam kedua ayat di atas, para mufassirin telah sepakat, adalah Sungai Nil.

Imam at-Thabari misalnya dalam Tafsirnya, Jaamiul Bayaan fi Tafsiir al-Qur’an (20/30), bahwa yang dimaksud kata al-yamm adalah laut (al-bahr), dan yang dimaksud kata laut di sana adalah Sungai Nil.

Imam al-Baidhawi pun dalam Tafsirnya, Anwaarut Tanziil wa Asraarut Ta’wiil (4/283) mengatakan hal yang sama, bahwa  yang dimaksud kata al-yamm adalah al-bahr yang dimaksudkan adalah Nil.

Imam al-Alusy pun dalam Ruhul Ma’ani nya (20/45) mengatakan hal yang sama, bahwa yang dimaksudkan adalah sungai Nil.

Demikian juga dengan para ahli tafsir lainnya, sehingga dengan demikian dapat dikatakan bahwa, para ahli tafsir sudah sepakat yang dimaksud dengan kata al-yamm dalam kedua ayat di atas adalah al-bahr (laut), dan yang dimaksud laut di sini adalah sungai Nil.

Ibnu Mandzur dalam Lisanul Arab (4/41 dalam maddah: ‘ bahr’) mengatakan:

وقد أَجمع أَهل اللغة أَن اليَمَّ هو البحر وجاءَ في الكتاب العزيز فَأَلْقِيهِ في اليَمِّ قال أَهل التفسير هو نيل مصر.

Artinya: “Para ahli bahasa telah sepakat, bahwa  yang dimaksud dengan kata al-yamm adalah al-bahr (laut), hal ini sebagaimana disebutkan dalam al-Qur’an: “Maka hanyutkanlah dia ke laut (sungai Nil”. Para ahli tafsir mengatakan bahwa yang dimaksud ‘laut’ dalam ayat ini adalah Nil Mesir”.

            Pertanyaan berikutnya, mengapa sungai Nil disebut dengan al-bahr (laut), bukankah laut itu airnya asin, sementara sungai air sungai nil tidak asin, melainkan tawar?

            Untuk itu, mari kita lihat menurut para ahli bahasa, apa sebenarnya yang dimaksud dengan kata al-bahr (laut) itu. Apakah benar, bahwa kata al-bahr itu hanya untuk menunjukkan laut  yang airnya asin?

            Ibnu Manzhur dalam Lisanul Arab (4/41)mengatakan:

( بحر ) البَحْرُ الماءُ الكثيرُ مِلْحاً كان أَو عَذْباً وهو خلاف البَرِّ سمي بذلك لعُمقِهِ واتساعه قد غلب على المِلْح حتى قَلّ في العَذْبِ وجمعه أَبْحُرٌ وبُحُورٌ وبِحارٌ …..إِنما سمي البَحْرُ بَحْراً لسعته وانبساطه ومنه قولهم إِن فلاناً لَبَحْرٌ أَي واسع المعروف قال فعلى هذا يكون البحرُ للملْح والعَذْبِ

Artinya: “ (Bahr), kata al-bahr (laut) berarti air yang banyak, baik air itu asin maupun tawar. Laut merupakan kebalikan dari darat. Disebut demikian, karena kedalaman dan keluasannya. Dan laut umumnya digunakan untuk yang airnya asin, dan sedikit dipakai untuk yang airnya tawar. Bentuk jamak dari bahr adalah abhor, buhuur, dan bihaar…..Disebut bahr (laut), karena keluasannya. Oleh karena itu seseorang disebut melaut, maksudnya karena pengetahuannya yang sangat luas. Oleh karena itu, maka kata laut, mencakup pula untuk yang airnya asin dan tawar”.

            Ibnu Asyur dalam tafsirnya at-Tahriir wat Tanwiir (11/4249) ketika menafsirkan ayat 19 dari surat ar-Rahman juga mengatakan:

والبحر : الماء الغامر جزءاً عظيماً من الأرض يطلق على المالح والعذب .

Artinya: “Al-bahr (laut): adalah air yang melimpah yang memenuhi sebagian besar bumi, baik airnya asin maupun tawar”.

            Di antara dalil bahwa kata laut (bahr) ini tidak mesti yang airnya asin, akan tetapi juga yang airnya tawar, adalah firman Allah dalamsurat Fatir ayat 12 yang berbunyi:

وما يستوي البحران هذا عذب فرات سائغ شرابه وهذا ملح أجاج  [ فاطر : 12 ]

Artinya: “Dan tiada sama (antara) dua laut; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit.” (QS. Fatir: 12).

            Dalam ayat di atas disebutkan bahwa ada dua laut, yang satu airnya tawar dan yang satu lagi asin. Oleh karena itu, maka kata bahr(laut), bukan semata untuk yang airnya asin, akan tetapi juga mencakup yang asin dan tawar.

            Lalu mengapa Nil disebut Bahr juga? Nil, sekalipun airnya tawar tetap disebut bahr, karena dari segi luas dan dalamnya, sebagaimana dikatakan Ibnu Manzhur di atas. Dengan demikian, maka satu-satunya sungai yang disebut sebagai laut dalam al-Qur’an, hanyalah sungai Nil, sebagaimana disebutkan dalam surat al-Qasash ayat 7 dan surat Thaha ayat 38 dan 39 di atas. Wallaahu a’lam bis shawab.
» Terima Kasih sudah membaca : Satu satu nya Sungai yang tertera di ALQURAN, MENYINGKAP RAHASIA SUNGAI NIL, Sungai terpanjang di Dunia (6.500 KM) | jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)

KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top