Apakah ada suatu kebetulan ?

Baca Juga 


Apakah ada suatu kebetulan ?

Mungkin kalian pernah bertanya bukan? ada gak sih yang namanya “kebetulan”. Hari ini kebetulan ketemu ama seseorang yang ehemm..sit suiittt….atau hari ini ngalamin kejadian yang gak enak. Misal: kesrempet buldoser, nginjak benda lunak hangat berwarna kuning atau coklat tua…kebetulan. Hmmmm bener gak sih, itu semua kebetulan?. Kalau kalian bertanya sama saya, percaya gak sih ama yang namanya kebetulan, dengan cepat saya akan menjawab “NGGAK”.


Saya tidak percaya dengan yang namanya kebetulan. Menurut saya “kebetulan” hanyalah tambahan kata dalam Bahasa Indonesia, selebihnya kata “kebetulan” tidak memiliki arti sesungguhnya. Karena saya percaya, semua yang terjadi dalam hidup saya merupakan catatan kehidupan saya yang sudah digariskan oleh yang diatas. Ayat berikut mungkin bisa sedikit menjelaskan :
”Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfudz)“. ( Al-Anaam [6]:59 )
Lauhul Mahfudz, yang saya bilang sebagai catatan dari Tuhan untuk saya. Jelas sudah bahwa apa apa yang terjadi di hidup manusia telah tertulis jelas di lauhul mahfudz. Jadi sebagai manusia, menurut saya sih jalani aja hidup ini Nothing to lose . Teori emang gampang sih buat diungkapin, tapi kan kenyataannya susah. Ya emang, semua itu manusiawi guys. Kalau ada kecewa, galau, marah tentang apa yang terjadi di hidup kita itu wajar. Tapi ayo dong liat kehidupan lebih luas lagi. Dunia ini begitu luas dan terlalu indah hanya untuk suatu kemarahan, rasa benci, kecewa dan hal hal negatif lainnya.
“Dari setiap kata yang terucap, dari setiap makna yang tersirat, kebenaran selalu hanya ada satu”
Itu aja sih menurut saya tentang kata “kebetulan”, seringkali kepercayaan pasti bentrok sama logika. Tapi kalau diresapi dan dimengerti, emang bener kann. :D. Kalau satu atau dua kebetulan terjadi sama kita, mungkin kita masih bisa bilang “kebetulan”, tapi kalau udah lebih dari itu, aneh kan kalau disebut sebuah “kebetulan”? 😀

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !
Daftar Artikel Terbaru Lainnya 




" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

SHARE ARTIKEL INI 


Baca Artikel Menarik Lainnya 

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top