Kata Ahok Tulisan "Fitsa Hats" Habib Malu Akui Kerja Di Perusahaan Kafir, Ini Jawaban Islam?

Daftar Artikel Terbaru
close
Daftar Artikel Populer

post-feature-image

Menurut Ahok Tulisan "Fitsa Hats" pada BAP Habib Novel mengindikasikan Habib Novel malu mengakui pernah bekerja di perusahaan yang dimiliki oleh orang kafir, selasa (3/1). Setelah tim dakwahmedia.net melakukan penelusuran ternyata bukan dikarenakan malu mengakui pernah bekerja di perusahaan milik orang kafir namun salah tulis oleh polisi yang menegtik BAP tersebut dikarenakan polisi yang sudah mengetik telah sepuh. Penjelasannya sudah kami muat pada postingan sebelumnya dengan mengangkat judul Heboh Salah Tulis "Fitsa Hats" BAP Habib Novel, Ini Penjelasannya,

Namun, benarkah tidak boleh bekerja di perusahaan milik orang kafir?

Berikut kami kutipkan sedikit isi dari tulisan yang tulis oleh Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA dan telah dimuat pada laman rumahfiqih.com (2/4/2014) dengan judul Bolehkah Bekerja di Perusahaan Milik Orang Kafir?

Rasulullah SAW Bermuamalat Dengan Orang Kafir

Syariat Islam tidak pernah mengharamkan muamalat dengan orang kafir. Yang haram kalau dalam muamalat itu ada akad-akad haram seperti riba, penipuan, penggelapan, kecurangan dan lainnya. Dan semua itu bisa saja dilakukan oleh orang kafir dan muslim sekali pun.

Meski Madinah itu sudah jadi negara Islam, tetapi jangan dikira kalau penduduknya muslim semua. Justru tetangga Rasulullah SAW masih memeluk agama Yahudi. Dan menarik sekali, ternyata Rasulullah SAW tetap bermuamalat dalam hubungan ekonomi dengan tetangganya yang yahudi itu. Beliau pernah meminjam uang untuk membeli makanan darinya dengan jaminan baju besi.

Ketika beliau SAW hijrah ke Madinah, orang yang beliau sewa untuk menjadi penunjuk jalan ternyata bukan muslim. Dia bernama Abdullah bin Uraiqidh, seorang penyembah berhala dari kalangan Arab jahiliyah.

Syarat Bekerja Dengan Orang Kafir

Namun kadang-kadang ada saja bos non muslim yang berlaku sewenang-wenang kepada karyawannya, khususnya dalam masalah yang terkait agama. Misalnya bersikap menghalangi karyawan muslim untuk sekedar mengerjakan shalat fardhu, atau melarang karyawan wanita menutup aurat, bahkan memaksa karyawan minum khamar dan seterusnya.

Sikap sewenang-wenang yang melanggar agama ini tentu saja tidak selalu tejadi di semua perusahaan milik non muslim. Sebab banyak sekali perusahaan yang notabene milik non muslim, tetapi justru bersikap sangat toleran terhadap urusan agama Islam.
Jadi kita tidak bisa menggeneralisir bahwa semua perusahaan non muslim itu pasti bersikap tidak baik, walau pun juga tidak menutup kemungkinan semua itu terjadi pada kasus tertentu.

Maka yang jadi ukuran bukan apakah pemilik perusahaan itu muslim atau bukan muslim, tetapi apakah di dalam perusahaan itu diberikan toleransi untuk menjalankan agama sesuai dengan keyakinan masing-masing atau tidak.

Demikianlah penjelasan tentang fiqih bekerja pada pemimpin kafir, lalu Ahok menggunakan logika karena selama ini Habib Novel beserta umat Islam yang lain menolak dirinya menjadi gubernur karena kekafirannya, sehingga menurut Ahok ini semacam blunder, benarkah demikian? bagaimana Islam mendudukan dua perkara ini? berikut jawaban mencerdaskan yang pernah kami muat dalam postingan berjudul Bolehkah Pemimpin Kafir?Sebuah Bantahan Cerdas kepada Nadhirsyah Hosen senin (10/10/2016) yang ditulis oleh seorang ilmuan muslim yang sedang menyelesaikan disertasinya di Jepang, Choirul Anam (Mahasiswa Doktoral Fisika ITB, Alumni Ponpes TBS Kudus) berikut kami kutipkan sedikit tulisan beliau:

Pejabat dalam Islam itu ada 2: hukkam dan ghoiru hukkam. Jika ia masuk hukkam (seperti khalifah, muawin, wali, amil, dll) maka salah satu syarat, ia harus islam. Adapun selain hukkam, misalnya pejabat di bagian PU, memang tdk disyaratkan harus Islam. Ini sesuatu yg sangat diketahui oleh hampir semua umat Islam, bahkan orang awam sekalipun. Tapi sayangnya, banyak orang mengaku cendekiawan, intelektual atau ulama, namun kualitas pemikirannya jauh di bawah orang-orang awam. Maaf, tidak bermaksud merendahkan mereka, tetapi hanya menjelaskan fakta real, yang memang sangat menyakitkan. [dkw]

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !
» Terima Kasih sudah membaca : Kata Ahok Tulisan "Fitsa Hats" Habib Malu Akui Kerja Di Perusahaan Kafir, Ini Jawaban Islam? | jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)

KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top