Sambil Pakai Topi "Ahok", Pendeta Max Polisikan Habib Rizieq

close
Daftar Artikel Populer


Pendeta Gereja Iman Sejati Kaum Imanuel Minahasa, Max Evert Ibrahim Tangkudung tiba di Sentra Pelayanan Terpadu Kepolisian Polda Metro Jaya (PMJ), Kamis (26/1), sekira pukul 12.30 WIB.Mengenakan kaos oblong hitam dan topi merah bertuliskan "Ahok", Max datang didampingi beberapa kuasa hukumnya dari Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI).

Rencananya, Max akan melaporkan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab terkait kasus dugaan seruan ancaman pembunuhan kepada pendeta melalui video yang beredar di media sosial.

Terkait topi yang dikenakannya, Max membantah jika pelaporan atas Rizieq yang dilakukannya berkaitan dengan calon gubernur Jakarta nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Nggak ada (kaitannya dengan Pilkada DKI). Saya lihat ada yang tidak baik," kilah Max saat dikonfirmasi wartawan.

Tak berselang lama, topi bertuliskan Ahok itu pun dilepas Max, setelah salah satu anggota TPDI menghampirinya.

Salah satu penasehat hukum TPDI Makarius Nggiri Wangge, menjelaskan alasan pihaknya melaporkan Rizieq.

Menurut Makarius, ucapan Rizieq dianggap sebagai bentuk intimidasi kepada pemuka agama lain. Sesuai dengan aturan dalam Undang-undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Pasal 29 dan Pasal 45 ayat tiga.

"Kita akan melaporkan saudara Rizieq Shihab terkait dengan dugaan tindak pidana yang berkaitan dengan UU ITE yaitu Pasal 29 dan Pasal 45 ayat tiga. Terkait dengan ancaman yang disebar luaskan melalui Youtube. Yaitu ancaman pembunuhan terhadap seluruh pendeta yang ada di Indonesia," kata Makarius sebelum membuat laporan. 

Meski demikian Makarius mengaku, pihaknya belum mengetahui duduk perkara soal beredarnya video seruan dugaan ancaman yang disampaikan orang yang mirip Rizieq tersebut.

Dia hanya menjelaskan apa yang disampaikan dalam video itu lebih berkaitan setelah adanya kasus pembakaran tempat ibadah di Tolikara, Papua beberapa tahun lalu. 

Saat ini, Max dan kuasa hukim dari TPDI telah memasuki ruang SKPT PMJ untuk membuat laporan. [ian]




Laporan Pendeta Terhadap Habib Rizieq Ditolak Polda Metro Jaya





 Laporan kasus ancaman pembunuhan yang diduga dilakukan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab ditolak Polda Metro Jaya (PMJ).Pihak PMJ beralasan locus delicti (TKP) peristiwa yang diperkarakan Pendeta Max Evert Ibrahim Tangkudung itu dianggap masih belum jelas.

"Alasannya (PMJ), locus delicti (TKP)-nya tak jelas. Jadi untuk lingkup lebih luas," ujar Ketua Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Salestinus, Kamis (26/1).

Petrus membantah, jika kasus yang dilaporkan keliennya ditolak karena kekurangan alat bukti. Bahkan, Petrus meminta agar kasus tersebut segera diproses. Karena merupakan salah satu yang kasus besar Indonesia.

"Justru karena ini pidana serius, maka perlu institusi Bareskrim yang menanganinya," terang kuasa hukum pendeta Gereja Iman Sejati Kaum Imanuel Minahasa tersebut.

Terkait hal itu, Petrus dan kliennya diarahkan pihak PMJ untuk membuat laporan ke Bareskrim Polri.

Menurut Petrus, ada dugaan ucapan Rizieq yang diputar di Youtube itu terjadi di luar Jakarta. Sehingga, jika PMJ yang menangani, maka tidak sesuai dengan wilayah hukum yang ditetapkan.

"Kami diarahkan ke Bareskrim. Semoga di Bareskrim, yang memiliki kewenangan luas, Rizieq bisa segera diproses hukum," urai Petrus.

Seperti diketahui, pelaporan ini terkait dengan ancaman pembunuhan yang dilontarkan Habib Rizieq ketika berorasi pada acara FPI tahun 2016 lalu. Saat itu, dia menyinggung soal insiden Tolikara, Papua. [zul]


Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !
» Terima Kasih sudah membaca : Sambil Pakai Topi "Ahok", Pendeta Max Polisikan Habib Rizieq | jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)

KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top