Sosok Teladan alm KH. Umar Syahid (Mbah Umar Tumbu) Pacitan

Daftar Artikel Terbaru
close
Daftar Artikel Populer



*Sosok Teladan alm KH. Umar Syahid (Mbah Umar Tumbu) Pacitan*

"Gamane wong urip iku ono loro : Ilmu lan Taqwa"
(Bekal untuk orang hidup itu ada dua, yaitu Ilmu dan Taqwa)
Beliau merupakan ulama' sepuh (usia beliau di atas 100 tahun), yang sangat dihormati di kalangan warga NU, utamanya di Pacitan Jawa Timur. Ulama yang lebih mendahulukan kepentingan umat daripada dirinya sendiri. Yang tidak pernah mengejar kenikmatan dunia.
Kalau sowan ke ndalem beliau, para tamu senantiasa diminta untuk makan nasi dan lauk pauk yang memang selalu disiapkan oleh keluarga atas kehendak Mbah Umar.

Saat jamaah menjenguk beliau ke rumah sakit, ada sedikit rona kesedihan dari wajahnya, sebelum beliau kembali cerah. Dalam sakitnya, beliau minta maaf kepada seluruh penjenguk, karena tidak bisa menyuguhkan nasi sebagaimana yang dilakukan ketika berada di rumah.
Dalam sakitnya pun beliau juga tidak lepas

memikirkan keadaan bangsa ini. Ada semacam kesedihan yang mendalam ketika beliau merasakan keberadaan bangsa ini yang tak kunjung menjadi baik.

Kaum Muslimin menyebut atau menggelari beliau sebagai salah satu kiai yang loman. Di saat orang-orang berebut memperoleh timbunan-timbunan harta dunia, beliau malah berbuat sebaliknya. Tanpa merasa ragu, tanahnya dihibahkan kepada Dinas Pendidikan Pacitan untuk dibangun gedung sekolah.

Beberapa hal yang juga kami kagumi adalah sikap istiqomah beliau dalam khidmat, sekaligus sikap tawadhu' beliau terhadap guru dan pondok pesantren. Kami pernah mendengar beliau menyampaikan, "Aku iki kur buntut, sirahe iku Tremas" (saya ini cuma ekor, kepalanya ituTremas),hal itu merujuk pd Syeh Mahfud At-turmusi. Selain itu cintanya kepada NU juga dan shalawat juga luar biasa .

Setiap kali Jam'iyah Nahdhatul Ulama' atau pesantren mengadakan acara shalawatan, maka beliau tidak pernah absen. Beliau selalu rawuh. Meskipun jarak tempuh dari ndalem beliau sangat jauh dan dengan usia beliau sudah semakin sepuh, tentu kekuatan fisiknya pun telah berkurang. Namun itu tak menjadi penghalang bagi beliau.

Rabu malam (04/01/2017), Warga Nahdliyin dan Umat Muslim Indonesia kembali ditinggalkan oleh salah satu ulama sepuhnya. Simbah KH UMAR SYAHID (Mbah Umar Tumbu, usia 114 tahun). Santri Sepuh dan teman satu kelas dg alm. KH. Hamid pasuruan di ponpes Tremas dipanggil kehadirat Allah SWT, pukul 22.55 di RSUD Pacitan.

Semoga Allah SWT menempatkan beliau ditempat yang paling indah disisiNYA. Aamiin.

Kini, beliau telah kembali ke sang pemilik keabadian.

Lahul Al-Faatihah ..
--
(canu_jatim dan berbagai sumber)

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !
» Terima Kasih sudah membaca : Sosok Teladan alm KH. Umar Syahid (Mbah Umar Tumbu) Pacitan | jika artikel ini bermanfaat yuk di like dan sebarkan :)

KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top