Saat Ulama Dihina dan Dikriminalisasi, Kemana Suara para "Ustadz Selebriti" ?

Baca Juga 


post-feature-image

Ustadz selebriti tidak terdengar suaranya bahkan terkesan cuek saat ulama dihina dan dikriminalisasi. 

Ustadz selebriti kalah dengan komedian Kiwil yang secara terus terang menyatakan membela ulama. 

Komedian Jaja Miharja pun menyatakan kekesalannya terhadap seseorang yang menghina ulama, dan Agama Islam. 

“Gue sakit hati kalo kiai gue diginiin, dia yang ngajarin gue ngaji segala macem,” kata Jaja. 

“Bangsa Indonesia tidak boleh hancur karena satu orang, apalagi orang itu tidak memberikan rasa hormat kepada ulama,” ungkapnya. 

Seorang netizen bernama Rita Restiowatie mempertanyakan pembelaan ustadz selebriti terhadap ulama yang dihina dan dikriminalasi. 

Berikut ini pernyataan lengkap Rita Restiowatie: 

DIMANAKAH ULAMA SELEBRITI KITA ?

Saat ulama islam seperti Habib Rizieq diperangkap, dinistakan dengan telepon dan chatting vulgar belum lagi gugatan dari berbagai mahluk yg ingin tenar dan bersedia dibayar dari mulai Sukmawati Sukarno yg bahkan SMA pun tak tamat karena ijazah SMAN 3 Jakarta nya dinyatakan palsu malah menggugat skripsi doktoral sang habib, sampai tingkatan terbawah seperti Eddy Sutono yang mantan anggota Hansip yang menggugat sang habib karena kalimat sang habib yang menyamakan otak Kapolda Jabar seperti otak hansip itu telah sangat menikam perasaannya sebagai hansip bergengsi.

Banyak nian gempuran untuk sang habib, padahal habib hanya menggugat Ahok karena menistakan Islam.

Dalam aksi Bela Islam, ulama2 selain habib muncul menyatukan barisan.

Seperti Arifin Ilham.

Aku sempat tidak simpati karena dia mempunyai istri 2 dua orang yang berwajah mirip. 

Aku bayangkan sakitnya hati karena cinta yang terbagi.

Begitu juga dengan Aa Gymnastiar.

Pernah ada saat2 aku benci melihatnya karena dia menikah lagi dengan janda muda kaya raya keponakannya BJ Habibie.

Bukankah nabi mencontohkan agar menikahi janda terlantar sepertiku, yang tua, miskin dan bukan janda yang cantik jelita kaya raya.

Sebagai janda tua aku merasa tersinggung, karena Aa Gym mempunyai definisi berbeda dengan junjunganku nabi Muhammad SAW tentang definisi " Janda terlantar".

Gara2 keikut sertaan mereka membela islam, aku langsung simpati kembali.

Kupikir biarlah soal poligami itu toh urusan antara mereka, iman dan si Imin dibawahnya.

Tuhan juga membolehkan, kenapa aku keberatan?

Oke, jadilah aku terpaksa ikut2an menyetujui poligami, yah..sepanjang yang poligami itu bukan suamiku !

Ditengah hiruk pikuk pembunuhan karakter orang2 islam oleh kelompok Ahok, Lumutan dan Megawati, dimanakah ustadz2 selebritis kita yang biasa berseliweran di TV ?

Ustadz tersohor baik karena dakwah setiap pagi maupun karena perbuatan tak eloknya.

Dimanakah ustadz Solmed yang kerap wara wiri dengan mobil mewah Lamborghini dan pernah dikeroyok warga Cilegon?

Dimanakah ustadz Zacky Mirzah yang pernah kepergok dengan Regina mantan istri Farhat Abbas di hotel membicarakan dakwah katanya.

Dimanakah ustadzah Mamah Dedeh yang galaknya melebihi ibuku?

Dimanakah ustadz Nur Maulana yang bila ceramah lebih berisi banyolan daripada makna agama itu sendiri.

Dimanakah mereka?

Apakah mereka tak berani muncul kr terbelenggu honor di TV?

Atau karena mereka tak merasa islam perlu dibela?

Perlukah kita mencintai ulama seperti ini? 

Yang bahkan tak kita ketahui apakah mereka mempunyai hati nurani atau tidak.

Dimanakah mereka ?

Catatan : 
Ustadz glamour yang paling menggigit dengan ke riya annya adalah ustadz Riza Muhammad.
Menyandang nama nabi Muhammad tapi tidak meneladani kesederhanaannya.
Aku malu se malu2nya menyaksikan tayangan saat dia dengan bangga memamerkan rumah elektiknya yang bergaya indiahe.

Sumpah, bukan karena iri walaupun rumahku tidak bagus, aku cuma malu, beginikah sikap seorang uatadz yang bagi sebagian orang menjadi tempat mencari ilmu akhirat?
Dimanakah dia bersembunyi saat ulama lain membela islam, membela kitab sucinya yg dinista seorang ahok? [snc]

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

SHARE ARTIKEL INI 


Baca Artikel Menarik Lainnya 

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top