Kirain yang Terima Gubernur DKI... Ternyata Gubernur Jabar @aheryawan Terima Penghargaan Pena Emas PWI

Baca Juga 



Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan lagi-lagi diganjar penghargaan atas prestasinya.

Kali ini, Kang Aher, sapaan akrab Gubernur Jawa Barat, mendapat Pena Emas, sebuah penghargaan tertinggi yangd iberikan oleh PWI pusat. Penghargaan Pena Emas diberikan PWI kepada orang yang dinilai berjasa pada pers tanah air. Penghargaan diberikan usai rangkaian pelantikan Pengurus PWI Jawa Barat 2016-2021 di Aula Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat, 10 Maret 2017.

Ketua PWI pusat Margiono mengatakan, Heryawan terpilih karena jasanya yang dinilai besar terhadap pers nasional, terutama pers Jabar.

"Perhatian beliau terhadap pers besar. Tidak pernah menodai pers. Silaturahmi dengan wartawan baik. Persoalan dengan pers diselesaikan dengan baik," ujar dia.

Menurut Margiono, Pena Emas merupakan penghargaan yang langka. Dari kalangan pers saja baru dua orang yang mendapatkan Pena Emas yaitu Rosihan Anwar dan Tarman Azam. Lainnya kalangan birokrat seperti Gubernur DKI JAkarta Ali Sadikin.




"Ada beberapa gubernur, menteri. Intinya tokoh yang punya jasa besar tehadap pers," ujar dia.

Sementara itu, Heryawan mengaku kaget dengan penghargaan tersebut. Dia mengaku merasa tidak pantas menerima penghargaan ini. Namun namanya diusulkan dan kemudian diterima oleh PWI pusat.

"Tidak ada persiapan khusus, kalau ditanya Jabar, semenjak awal juga terbuka urusan pemerintahan. E-goverment sudah bagus. Berbagai inovasi, mungkin itu yang membuat saya mendapat Pena Emas," tutup Aher.

Menanggapi penghargaan atas Gubernur yang dikenal santun, rendah hati dan murah senyum ini, netizen spontan bereaksi, "Kirain Gubernur DKI yang terima..," kicau akun @wartapolitik.



sebelumnya :


Kinerja Terbaik di Tanah Air, KPK Tunjuk Pemprov Jabar Untuk Membina 17 Pemprov Dalam e-Government


(Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (kanan) didampingi Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari (tengah) sedang meninjau program e-Samsat di Bandung, belum lama ini. Republika)


Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengapresiasi semangat Pemerintah Provinsi Papua yang telah memulai menerapkan sistem e-government pada pemerintahan mereka meski pemprov Jabar secara langsung belum melakukan pembinaan dengan datang ke Papua. Selama ini, Pemprov Papua telah melakukan koordinasi dengan Pemprov Jabar melalui teknologi komunikasi.

Seperti diketahui Jawa Barat ditunjuk oleh KPK untuk membina 17 pemprov dalam reaplikasi tiga inovasi Jabar tersebut yaitu aplikasi Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), aplikasi SKP Online berbasis Tunjangan Perbaikan Penghasilan pegawai, dan aplikasi e-Samsat. Aplikasi ini akan langsung diterapkan di Provinsi Aceh, Bengkulu, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Lampung, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat, Dadang Muhammad Masoem, yang mewakili Gubernur Jawa Barat dalam Peluncuran e-Government Papua di Sasana Krida, Kantor Gubernur Papua, Jalan Sulawesi Dok II, Kota Jayapura, Rabu 8 Maret 2017.

Diakui Dadang, setelah 17 pemprov melakukan nota kesepahaman (MoU) reaplikasi 3 inovasi di Jabar tersebut, pemprov secara bertahap melakukan pembinaan dan lokakarya (workshop). Adapun pembinaan dilakukan langsung ke pemerintah provinsi terkait. Sebelum Papua yang launching, pihaknya sudah mendatangi dua pemprov yaitu Sumatera Barat dan Bengkulu yang juga sudah melaunching setelah dibina Jabar.

"‎Biasanya sebelum launching kita kan diundang dulu, tapi kalau Papua kita langsung diundang launching. Ternyata meski kami tidak datang langsung membina, ternyata lewat komunikasi, bimbingan otomatis berjalan tanpa keluarkan biaya, bimbingan tetap terjadi," ujar dia.

‎Dadang menuturkan, Gubernur Jabar selalu mendorong Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Kepegawaian Daerah (BKD), dan DPMPTSP dalam menjalankan inovasi tersebut. Bappeda dengan e-Samsat mampu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD), BKD dengan tunjangan penghasilan pegawai, dan DPMPTSP dengan e-Simpati yang membuat para pemohon tidak langsung berhadapan langsung dengan aparat ketika mengurus izin.

"Awal-awalnya sulit, tapi alhamdulillah sudah berjalan. Mudah-mudahan di Papua sudah bisa mengikutinya," ucap Dadang. Meski demikian, ia tak memungkiri masih ada banyak kekurangan dan sampai kini masih terus dievaluasi dengan perbaiki sistem.

Selain Dadang, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengirimkan utusan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jabar Dadang Suharto, Kepala dan Kepala BKD Jabar Sumarwan HS. Pada kegiatan tersebut hadir Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, Gubernur Papua Lukas Enembe, 28 bupati dan 1 Wali kota di wilayah Papua, serta perwakilan Kedutaan Inggris, Norwegia, Australia, dan USAID.

Ketua panitia Sekda Provinsi Papua Hery Dosinaen mengatakan, e-Government merupakan rencana aksi dan break down KPK. "Sudah ada tahapan yang kita lakukan, Mou dengan Kota Surabaya dan Jabar. E-samsat untuk pendapatan dan perizinan. Ini bermuara pada e-government. Kita udah melatih semua pemda di sini untuk bisa lakukan e-government," kata dia.

Nantinya ada kesepakatan integritas semua stakeholder, kab kota dalam sebuah pakta integritas. "Kami sepakat, e-government harus diaplikasikan di sini," ucap dia.‎

Link: http://www.pikiran-rakyat.com/nasional/2017/03/08/pemprov-jabar-kawal-papua-terapkan-e-government-395561

Kinerja Pemprov Jabar Terbaik di Tanah Air

Kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar kian cemerlang di mata nasional. Karena prestasi itu, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memasukan Pemprov Jabar ke dalam jajaran pemerintahan daerah dengan kinerja tertinggi secara nasional.

Tak heran jika penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha dari Kemendagri tinggal di depan mata. Pemerintah pusat melihat prestasi Pemprov Jabar setelah dilapori tiga inovasi besar yang dijalankan oleh Gubernur Jabar H Ahmad Heryawan dan wakilnya H Deddy Mizwar bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Jabar.

Laporan inovasi itu disampaikan Aher, panggilan akrab Ahmad Heryawan, kepada Tim Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (Ditjen Otda) Kemendagri, belum lama ini. Menurut Aher, yang disampaikan ke Ditjen Otda Kemendagri adalah best practice (ide, gagasan, atau inovasi). Ketiga inovasi itu, yakni e-Samsat, Sistem Perizinan dan Pelayanan Terpadu dan program Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang berbasis kinerja.

Link: http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/pemprov-jabar/17/02/24/olvdhu371-kinerja-pemprov-jabar-terbaik-di-tanah-air

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

SHARE ARTIKEL INI 


Baca Artikel Menarik Lainnya 

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top