Kodrat Wanita yang Tak Boleh Diingkari Seorang Muslimah

Baca Juga 


imgrum.net

  Yes  Muslim  - Semua mahluk dibumi ini memiliki kodrat masing - masing. Apa itu kodrat? Secara umum kodrat berarti suatu keadaan yang sudah digariskan atau ditakdirkan oleh Allah SWT dan tentu kodrat tersebut menjadi fitrah juga bagi manusia.


Sebagaimana laki-laki juga mempunyai fitrahnya masing-masing, dan tentu saja kita harus menjaganya.

Manusia yang melanggar kodratnya, ingin merubah kodratnya tentu tidak akan mendapatkan manfaat dan hasil yang baik, melainkan rusaknya jati diri, bertentangan dengan fungsi agama dan identitas yang sesungguhnya. Berikut adalah penjelasan mengenai kodrat wanita dikutip dari dalamislam.com:

Kodrat yang Terdapat Pada Wanita

Agar sesuai dengan apa yang Allah turunkan dan fitrah yang terdapat pada wanita, maka wanita pun harus menyadari dan memahami fitrah atau kodrat apa saja yang ada dalam dirinya.

Sehingga kodrat tersebut dapat dijaga, dipelihara, dan dioptimalkan sebagaimana tujuan Allah dalam menciptakannya. Berikut adalah beberapa kodrat wanita, sebagaimana Allah ciptakan.

1. Bentuk Fisik
Wanita pada dasarnya memiliki fisik yang sangat berbeda dengan laki-laki. Wanita memiliki ciri fisik yang cantik, feminim, sangat gemulai dan menyimpan potensi keindahan yang lebih dibanding dari laki-laki.

Laki-laki dengan fisiknya memiliki kesan maskulin, kuat, dan memiliki tenaga yang lebih dibanding wanita. Hal ini tentu menjadi kodrat bagi wanita bahwa wanita selalu berkesan cantik, walaupun setiap orang memiliki pandangan berbeda mengenai kecantikan.

Bagaimanapun, kecantikan dan keindahan fisik adalah anugerah Allah bagi manusia, dan dijadikan indah pandangan terhadap wanita bagi laki-laki, karena keindahan fisik wanita adalah hal yang menarik bagi laki-laki.

Untuk itu, kodrat wanita ini sudah menjadi fitrah dan anugerah dari Allah bagi wanita. Jika dirubah atau dibuat bertentangan maka akan berefek pada ketidaktertarikan laki-laki pada perempuan, dan hasrat untuk dapat memenuhi kebutuhan seksual dari laki-laki tentu akan berkurang. Padahal dari kebutuhan itulah akan muncul generasi manusia baru di dunia.

2. Fungsi Fisik (Haid, Hamil, dan Menyusui)
Fungsi fisik pada wanita diantaranya memiliki potensi yang sangat besar untuk keberlangsungan hidup manusia di muka bumi ini.

Wanita memiliki fungsi fisik yang fital dan itulah perjuangan atau jihad bagi wanita jika dilakukan dengan sebaik-baiknya. Jelas potensi fisik ini tidak dimiliki oleh laki-laki dan peran laki-laki tidak bisa menyamai sebagaimana wanita.

Fungsi fisik tersebut diantaranya adalah fungsi rahim untuk mengandung, payudara untuk menyusui, dan tentu hormon-hormonal lain yang berfungsi untuk mendukung peran wanita sebagai ibu, istri, bagi suami dan anak-anaknya.

Fungsi ini jika dirubah dan ditentang, maka akan berefek pada keseimbangan tubuh wanita itu sendiri dan pada keseimbangan di masyarakat. Bayangkan saja jika wanita-wanita tidak mau mengandung, menyusui, dan melahirkan.

Tentu tidak akan ada generasi baru, penerus kehidupan keluarga, dan keberlangsungan peradaban di muka bumi. Untuk itu, fungsi tersebut tidak mungkin ditentang atau dirubah. Bahkan Allah menempatkan wanita yang mengandung, melahirkan, menyusui sebagai jihad tersendiri yang pahalanya besar.

3. Aspek Emosional – Rasa
Wanita memiliki aspek emosional atau rasa yang lebih sensitif dibandingkan laki-laki. Hal ini menjadi wajar karena tugas seorang wanita yang utama adalah sebagai seorang ibu untuk mendidik anak-anaknya penuh kasih sayang dan cinta.

Untuk itu, fitrah ini bukan hanya sebagai kelemahan wanita melainkan potensi kelembutan, kasih sayang, dan kesabaran wanita dalam mendidik anak-anaknya serta mengelola hubungan rumah tangga bersama suami.

4. Aspek Universal sebagai Manusia
Wanita tentunya sebagai manusia memiliki kodrat yang juga sebagaimana manusia pada umumnya. Hal ini seperti memiliki akal, perasaan, fungsi jiwa, dan lain sebagainya.

Untuk itu, sejatinya wanita dan laki-laki sama manusia yang memiliki potensi yang sama. Berbeda hanya pada aspek fungsi dan perannya saja


Lalu apa dampak bagi manusia yang melanggar kodrat?

Tentu jelas sekali, bahwa kodrat yang sudah Allah tetapkan bukan tanpa adanya perhitungan dan juga ketetapan yang berdasarkan hukum keseimbangan.

Begitupun wanita yang memiliki kodrat, jika dilanggar atau ditentang maka akan berdampak pada rusaknya diri wanita tersebut. Hal ini sebagaimana Allah sampaikan dalam QS Ar Rahman,

“Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan). Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.” (QS Ar Rahman : 7-9)

Dalam penciptaanya segala yang ada di langit dan bumi Allah telah menciptakannya dengan keadilan. Arti adil adalah sesuai dengan fungsi, tujuan, potensi, dan tidak berat sebelah.

Sering kali manusia yang tidak menjaga keseimbangan dan keadilan tersebut, maka akan mendapatkan dampak yang buruk bagi kehidupannya. Seperti misalnya wanita yang ingin menjadi seperti lelaki atau sebaliknya.

Fungsi wanita dan laki-laki sudah jelas berbeda, ketika dilanggar kodratnya maka dampaknya akan dirasa oleh diri sendiri bahkan masyarakat. Seperti munculnya kaum lesbian, homoseksual, dsb.

Hal ini sebagaimana disampaikan Allah dalam Al-Quran, bahwa apa yang dikerjakan manusia tentu akan berefek kepada masing-masing sesuai dengan apa yang dilakukannya.

“Dan masing-masing orang memperoleh derajat-derajat (seimbang) dengan apa yang dikerjakannya. Dan Tuhanmu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.” (Al An’am : 32)

Dan bagaiman cara menjaga fitrah atau kodrat kita?

Tentunya kita memahami fungsi apa-apa yang telah dianugerahkan Allah kepada kita, agar sesuai dengan kodrat yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Dalam hal ini, wanita khususnya bertugas untuk menjaga kodrat tersebut secara baik dan sesuai aturan agama.

Wanita harus menjaga kodrat itu dengan cara mengkondisikan lingkungan yang kondusif dan sesuai dengan nilai-nilai agama agar dapat terus berjalan kodrat tersebut sesuai dengan perintah Agama atau yang telah Allah perintahkan.



Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim - Portal Muslim Terupdate !



Daftar Artikel Terbaru Lainnya 



KOTAK KOMENTAR



" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

SHARE ARTIKEL INI 


Baca Artikel Menarik Lainnya 

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top