Follow by Email

TELAK ! Sebut rezim Joko Widodo lebih jelek dari SBY, Mendagri Beri Waktu Veronica Satu Minggu !

close
Daftar Artikel Terbaru


ORASI KECEPLOSAN DARI PENDUKUNG AHOK HINA REZIM JOKOWI LEBIH PARAH DR SBY




  Yes  Muslim  - - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo berang dengan sikap seorang wanita bernama Veronica. Pasalnya, dalam sebuah rekaman video yang kini beredar di media sosial, wanita tersebut menilai rezim Presiden Joko Widodo saat ini lebih jelek dari rezim era Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).






"Salahnya Pak Jokowi apa, kok selalu dikaitkan dengan masalah Ahok," ujar Tjahjo di Jakarta, Kamis (11/5).

Selain mengecam, Tjahjo juga memerintahkan Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Dirjen Polpum) Kemendagri Soedarmo, menelusuri kebenaran isi rekaman video berdurasi 30 detik tersebut.

"Jika benar, saya minta dibuatkan surat kepada yang bersangkutan untuk mengklarifikasi maksud pernyataannya. Apa maksudnya dengan kata-kata yang tak pantas," ucap Tjahjo.

Mantan Sekjen DPP PDI Perjuangan ini, memberi waktu seminggu bagi wanita yang diduga pendukung terdakwa Basuki Tjahaja Purnama tersebut, untuk mengklarifikasi dan meminta maaf secara terbuka di media nasional. Jika tidak, rencananya akan dilaporkan ke kepolisian.

"Saya sebagai pembantu presiden, warga negara Indonesia, akan melaporkan ke polisi. Tujuannya sebagai pendidikan politik, tidak boleh memaki dan memfitnah presiden dan siapapun tanpa bukti yang jelas," tutur Tjahjo.

Sebelumnya, beredar sebuah video orasi seorang wanita di tengah kerumunan massa, diduga massa pendukung Ahok. Dalam orasinya, wanita tersebut mengaitkan putusan hukum terhadap mantan Bupati Belitung Timur tersebut, dengan pemerintahan Jokowi saat ini.

"Hari ini (massa,red) membela Ahok. Bahwa ini ada keadilan yang diinjak-injak. Rezim Jokowi adalah rezim yang lebih parah dari rezim SBY," ucap perempuan tersebut dalam rekaman yang beredar. [opinibangsa.id / jpc]


sebelumnya :





Ahoker Baru Menyadari Selama Ini Jokowi Hanya Memanfaatkan Ahok



 Isi orasi salah satu pendukung terdakwa penistaan agama Basuki T. Purnama di depan rumah tahanan Cipinang pada Selasa malam cukup mengejutkan. Yaitu, rezim Jokowi lebih parah dari rezim SBY.

Menurut Imam Qomando Masyarakat Tertindas (QOMAT), Martimus Amin, statement Ahoker itu sungguh mengejutkan sekaligus cerminan ungkapan kejujuran. Ahoker baru menyadari selama ini rezim Jokowi sekedar memanfaatkan Ahok.

"Jokowi telah memperalat Ahok untuk menarik simpati dukungan kaum minoritas dan pemodal yang berhimpun melalui figur dan jaringan Ahok," jelas Martimus, sesaat lalu (Kamis, 11/5).

"Kenyataan pahit diterima, setelah kekalahan di pilkada, peran dan jasa Ahok disia-siakan dan dilupakan. Demi menyelamatkan kekuasaannya, Jokowi membiarkan Ahok terjerumus masuk penjara. Istilah pepatah 'habis manis sepah dibuang'," sambungnya.

Menurutnya, pelajaran penting dari semua ini, jangan pernah mengkhianati perkawanan dan komitmen.

"Ini pesan spesial bagi Jokowi dan Ahok. Karena pahit harus ditelan. Terbakar api atas perbuatan mereka yang penuh diselimuti oleh nafsu keserakahan politik," tandasnya. [opinibangsa.id / rmol]


Buntut Orasi di Cipinang, Veronica Terancam Dipolisikan Mendagri



Orasi salah seorang Ahokers bernama Veronica usai Ahok ditahan di Rutan Cipinang Selasa (9/5/2017) lalu berbuntut panjang. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengancam akan melaporkan Veronica lantaran orasinya saat itu dianggap sebagai bentuk provokasi.

“Saya segera kirim surat kepada dia untuk dalam waktu satu minggu menjelaskan, mengklarifikasi apa maksud pernyataan terbukanya yang memprovokasi, memfitnah dengan kata-kata tidak pantas,” ujar Mendagri lewat keterangan tertulis pada Kamis (11/5/2017).

Surat itu, kata Tjahjo, akan dikirimkan ke Veronica Jumat (12/5/2017). Jika Veronica tak mengindahkan permintaan klarifikasi tersebut, Mendagri mengancam akan melaporkan kejadian ini ke aparat kepolisian.

Menurut Tjahjo, peristiwa ini menjadi pendidikan politik bagi siapapun untuk tidak memaki, memfitnah Presiden RI dan siapapun tanpa bukti yang jelas.

“Membela Pak Ahok silakan, itu hak asasi setiap manusia. Tapi jangan mengaitkan orang lain, apalagi mengaitkan rezim pemerintahan dan Presiden Jokowi,” katanya.

Sekadar informasi, dalam orasinya Selasa lalu, Veronica menyebut rezim Jokowi lebih parah daripada rezim SBY. Namun, atas orasinya itu Veronica sempat kena ‘semprot’ pengunjuk rasa yang lain.

“Woy, jangan bawa-bawa Jokowi. Jangan salahkan rezim,” teriak massa geram.

Koordinator aksi di Rutan Cipinang saat itu lantas mengambil alih pengeras suara dari Veronica dan mengajak pengunjuk rasa lainnya menyanyikan yel-yel bebaskan Ahok. [opinibangsa.id / kc]


Terkait Orasi Ahoker, Mendagri Sesalkan Kebebasan Berpendapat Kebablasan



 Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa kebebasan berhimpun, berserikat dan menyampaikan pendapat dijamin Undang-Undang. Namun bukan berarti kebebasan berserikat dan menyampaikan pendapat dilakukan secara berlebihan.

“Setuju kebebasan berhimpun berserikat, berpendapat, tapi saya bagian dari rejim pemerintah, Pak Jokowi dituduh kan saya boleh meminta klarifikasi agar ucapan apapun diberi kebebasan tapi harus bertanggungjawab,” terangnya dalam keterangannya, Kamis (11/5).

Tjahjo menekankan demikian sejalan dengan beredarnya pernyataan dari salah satu pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Dalam video yang beredar dan didapati Kemendagri, salah satu pendukung Ahok ketika berorasi menyatakan bahwa rezim Presiden Jokowi Widodo lebih parah dari rezim Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Pendukung Ahok itu berorasi atas vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara Ahok dengan dua tahun penjara sebagai vonis yang tidak adil. Keadilan disampaikan telah diinjak-injak dengan vonis Ahok tersebut.

Menurut Tjahjo, tuduhan bahwa penegakan hukum pada pemerintahan Jokowi tidak ditegakkan tidaklah benar. Pemerintah sejak awal justru menekankan bahwa hukum adalah hukum dan tidak boleh diintervensi pihak manapun.

Karena itu pula, pendukung Ahok yang disebutkan telah teridentifikasi itu dalam waktu dekat akan diminta klarifikasi atas fitnahannya. Apabila dalam waktu sepekan tidak memberikan klarifikasi dan meminta maaf secara terbuka, Mendagri akan melaporkannya ke pihak kepolisian.

“Berikan klarifikasi sebagaimana ucapannya, itu tahap pertama yang saya minta,” demikian Tjahjo. [opinibangsa.id / akt]



Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Berbagi informasi bermanfaat juga termasuk amal loh .... Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya @Tahukah.Anda.News


ADA BERITA MENARIK ! 
SCROLL KE BAWAH ! 


Sumber | republished by Yes Muslim - Portal Muslim Terupdate !
» TELAK ! Sebut rezim Joko Widodo lebih jelek dari SBY, Mendagri Beri Waktu Veronica Satu Minggu !

KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Populer 

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top