Tetap Demo di Hari Raya Waisak, Ahoker Terbukti INTOLERAN dan Langgar Peraturan KAPOLRI

Baca Juga 





  Yes  Muslim  -  Hari ini, Kamis, 11 Mei 2017 telah ditetapkan pemerintah sebagai Hari Besar Nasional Waisak yang diperingati oleh umat Budha

Ada peraturan Kapolri yang dengan tegas melarang warga negara melakukan unjuk rasa atau demonstrasi di saat Hari Besar Nasional.


Namun peraturan ini diabaikan oleh pendukung Ahok yang terus melakukan aksi menuntut pembebasan Ahok.

Pendukung Ahok yang bertahan di depan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Kamis 11 Mei 2017, meminta pemerintah membebaskan Ahok dari tahanan.

Massa, tidak hanya meneriakkan yel-yel agar aparat penegak hukum membebaskan Ahok, namun juga memanjatkan doa dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan.

“Bebas, bebas, bebaskan Ahok, bebaskan Ahok sekarang juga,” teriak pengunjuk rasa sembari mengacungkan spanduk dan selebaran yang dibawa.

Tak nampak upaya represi dari pihak polisi. Padahal, aksi ini jelas melanggar peraturan Kapolri.

Aksi yang dilakukan pada Hari Raya Waisak, semakin menegaskan bahwa para pendukung Ahok - yang selama ini mengaku toleran dan menuding umat Islam adalah kelompok intoleran, karena menolak Ahok sebagai pemimpin- ternyata justru pelaku intoleransi yang sesungguhnya!

Mereka melanggar aturan Kapolri dan tak memedulikan Hari Raya Keagaamaan umat Budha hanya untuk menuntut pembebasan Ahok.

Dibandingkan dengan jutaan imat Islam yang selalu tertib dalam melakukan aksi damai untuk menegakkan keadilan dan kesucian Islam secara universal, aksi pendukung Ahok ini sangat intoleran, brutal dan egoi karena hanya menginginkan kebebasan Ahok.

Aksi pendukung Ahok hari ini membuktikan, toleransi dan sentimen SARA adalah komoditas politik untuk meraih kuasa melalui tangan seorang Ahok.


TITIP RINDU BUAT PAK TITO





TITIP RINDU BUAT PAK TITO

DULU
Setiap kami mau demo, wajah Pak Tito kerap menghiasi media masa. Media mengutip setiap ucapan bijak Bapak.

Demo boleh tapi jangan menggangu ketertiban. Jangan mengganggu hak orang lain. Jangan merusak fasilitas umum. Jangan mengumbar ujaran kebencian. Jangan lewat dari pukul 18.00. Polisi akan bertindak tegas jika terjadi pelanggaran demo. Walaupun Bapak tidak mengatakan jagalah kebersihan, kami tetap menjaganya.

Jangan mengajak peserta dari luar kota. Lalu anak buah Bapak mencegat setiap kendaraan umum dari luar kota. Memeriksa kemungkinan ada pendemo yang akan datang ke ibu kota.

SEKARANG
Dikabarkan pendemo menyebabkan kemacetan panjang. Polisi sudah mengimbau agar jangan sampai lewat pukul 18.00 tapi tak didengarkan. Tak bisa diambil tindakan karena banyak wanita dan anak-anak ( jadi boleh ya demo bawa anak-anak? Kami juga begitu sih … ) Dikhawatirkan akan banyak korban. Kami juga kalau kena gas air mata sama rasanya.

Media mengutip para tokoh dengan bangga mengatakan, peserta demo bukan hanya warga Jakarta, tapi juga banyak yang datang dari luar kota. Tidak ada penghadangan. Tidak ada imbauan.

Kami menanti wajah Bapak muncul di media. Kami kangen imbauan bijak Bapak yang dulu kami jadikan pegangan. Kami rindu, kira-kira apa yang akan Bapak katakan?

Angin, titip rindu buat Pak Tito.

(Balya Nur)

[VIDEO pernyataan tegas KAPOLRI jelang AKSI 212]




Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim - Portal Muslim Terupdate !



Daftar Artikel Terbaru Lainnya 



KOTAK KOMENTAR



" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

SHARE ARTIKEL INI 


Baca Artikel Menarik Lainnya 

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top