Follow by Email

3 Makanan Manis Paling Sehat untuk Takjil Berbuka Puasa

close
Daftar Artikel Terbaru
  Yes  Muslim  - Meski secara harfiah memilki arti “menyegerakan” dalam berbuka puasa, takjil di Indonesia lebih identik dengan makanan yang digunakan untuk membatalkan puasa. Lebih spesifik lagi, makanan manis yang dihidangkan sebagai pembuka sebelum memulai makanan utama. Kolak, sup buah, dan bubur kacang hijau merupakan jenis-jenis takjil yang biasa Anda kenal.

Nah, kira-kira apa saja menu takjil yang bisa Anda santap, yang bukan hanya lezat tapi juga punya banyak manfaat bagi kesehatan?




Kolak

Panganan manis ini laris menjadi hidangan takjil saat berbuka puasa. Isinya bisa berbagai macam mulai dari ubi, pisang, biji salak, singkong, labu, dan lain-lain. Bahan-bahan ini kemudian dimasak bersama dengan gula merah dan santan. Sebagai bahan baku utama dalam kolak, umbi-umbian yang biasa dipakai ternyata mengandung manfaat bagi kesehatan. Ubi misalnya, merupakan sumber vitamin A yang baik. Satu buah ubi ukuran sedang mengandung kurang lebih 400% dari kebutuhan vitamin A harian Anda. Vitamin A dalam ubi ini tersedia dalam bentuk beta karoten, suatu senyawa dasar yang nantinya akan diubah menjadi vitamin A oleh tubuh. Ini menjadikan ubi memiliki fungsi menjaga kesehatan mata. Bagi mereka yang menderita diabetes, ubi merupakan salah satu pilihan sumber karbohidrat yang baik karena memiliki nilai indeks glikemik yang rendah dan dalam beberapa penelitian disebutkan bahwa konsumsi ubi dapat mengurangi bertambah parahnya resistensi insulin pada penderita diabetes. Ubi juga bisa menjadi alternatif sumber potasium, satu buah ubi berukuran medium mengandung 542 mg potasium.
Selain itu, singkong yang juga merupakan salah satu bahan untuk membuat kolak memiliki efek positif bagi kesehatan. Sebagai sumber mineral dan vitamin, singkong dapat membantu Anda memenuhi kebutuhan magnesium, vitamin C, dan folat Anda. Satu cup singkong dapat mencukupi 14% kebutuhan folat, serta 50% kebutuhan vitamin C Anda.
Tidak hanya umbi-umbiannya saja, bahan lain yang seperti gula merah dan santan ternyata juga berperan dalam membantu menjaga kesehatan Anda. Meskipun sering diasosiasikan dengan penyakit kolesterol tinggi, santan sebenarnya tidak mengandung kolesterol karena berasal dari tanaman. Tetapi memang dalam santan terdapat kandungan lemak jenuh yang cukup tinggi. Setiap 100 ml santan mengandung kurang lebih 13,2 gram lemak jenuh. Namun pada kelapa (terutama bagian daging kelapa) terdapat komponen yang disebut lauric acid. Di dalam tubuh lauric acid ini akan di konversi ke dalam bentuk monolaurin, suatu senyawa antiviral dan antibacterial sehingga berfungsi untuk melindungi tubuh dari infeksi dan penyakit yang diakibatkan oleh virus. Gula merah yang digunakan dalam pembuatan kolak merupakan jenis pemanis alami yang rendah nilai indeks glikemiknya, sehingga dapat dijadikan pemanis alternatif bagi mereka yang menderita diabetes. Namun Anda diharapkan untuk tetap mengonsumsi santan dan gula merah secukupnya saja karena jika berlebihan maka malah akan menyebabkan penyakit.

Bubur kacang hijau

Kacang hijau kaya akan mineral. Mangan, potasium, magnesium, folat, zinc, merupakan jenis-jenis mineral yang terdapat dalam jenis kacang yang dikenal pertama kali di India sebagai salah satu bahan baku untuk pengobatan tradisional. Dalam Journal of Human and Experimental Toxicology, penelitian terkait kacang hijau pada tahun 2011 menyatakan bahwa kacang hijau sangat efektif untuk menghambat oksidasi kolesterol jahat atau LDL. Kacang hijau bekerja dengan cara memperbaiki kerusakan di pembuluh darah yang diakibatkan oleh radikal bebas. Selain itu, antioksidan dalam kacang hijau juga berfungsi untuk mengurangi peradangan dalam tubuh.
Kadar asam amino yang cukup tinggi pada kacang hijau (berkisar antara 20-24%) menjadikan kacang hijau sebagai salah satu jenis tumbuhan yang dapat menjadi alternatif sumber protein. Manfaat lain dari kacang hijau menurut Journal of Chemistry Central yaitu bersifat antioksidan, antimicrobial, anti inflamasi, antidiabetic, anti hipertensi, anti tumor, dan mengakomodasi metabolisme sel lemak.

Es blewah

Minuman segar merupakan salah satu menu wajib untuk berbuka puasa. Blewah merupakan salah satu buah yang populer saat bulan Ramadan untuk dijadikan takjil berbuka puasa. Selain rasanya yang manis, kadar airnya yang tinggi dapat membantu mengurangi dehidrasi setelah berpuasa. Kandungan antioksidan dalam blewah yang dikenal sebagai zeaxanthin berperan dalam menjaga kesehatan mata. Warna kuning dari blewah menandakan bahwa blewah mengandung beta karoten, suatu senyawa yang dapat membantu mengurangi kemungkinan terkena asma, mencegah kanker prostat, dan kanker kolon. Beta karoten juga berperan sebagai bahan dasar pembentukan vitamin A sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin A Anda. Vitamin A berperan dalam pertumbuhan jaringan di tubuh, termasuk rambut dan kulit sehingga konsumsi vitamin A yang cukup dapat membantu merawat kesehatan kulit Anda. Selain itu, kandungan serat pada blewah dapat membantu melancarkan sistem pencernaan.
Namun hati-hati jika Anda membuat es blewah, pastikan gula dan sirup yang Anda pakai tidak terlalu banyak supaya tidak melebihi batas asupan gula harian Anda.
Jenis takjil apapun yang Anda pilih, pastikan tetap dikonsumsi sewajarnya. Karena meskipun suatu jenis makanan mengandung banyak manfaat bagi tubuh, tetapi jika dikonsumsi secara berlebihan tetap akan menimbulkan risiko penyakit.



Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim - Portal Muslim Terupdate !



» 3 Makanan Manis Paling Sehat untuk Takjil Berbuka Puasa

KOTAK KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT


" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Daftar Artikel Lainnya 

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Youtube Channel - Pinterest - Thumbler
Back to Top