Panglima Gatot: Jangan Ragukan Umat Islam Dalam Kebhinekaan dan Pengamalan Pancasila

Baca Juga 



  Yes  Muslim  -  Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo mengisi Pengajian Kebangsaan yang diadakan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Ahad, 4 Juni 2017, tadi malam.

Jenderal Gatot menegaskan jangan ragukan Umat Islam dalam soal kebhinekaan dan pengamalan Pancasila.

Selain itu, jenderal kelahiran Tegal 13 Maret 1960 ini juga mengingatkan campur tangan luar yang turut memicu perpecahan.

"Parlemen Belanda yang meminta membatalkan vonis hukuman Ahok adalah contohnya," kata Jenderal Gatot.

Selengkapnya...

Resume Pengajian Kebangsaan

Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo

Ahad, 4 Juni 2017

Masjid Islamic Center

Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta

Manusia di bumi ini makin lama makin banyak sedangkan tempat untuk tinggal tetap

Tahun 1800an jumlah manusia di bumi sudah mencapai 1 milyar, pertambahan 1 milyar kemudian butuh waktu 130an tahun, 1 milyar berikutnya butuh 30an tahun, terus 12 tahun hingga tahun 2011 penduduk dunia telah mencapai 7 milyar.

Padahal menurut teori, dunia ini nyaman dihuni maksimal 3-4 milyar manusia

‌Karena pertumbuhan manusia seperti deret ukur sedang jumlah makanan menurut deret hitung menyebabkan ada pergerakan manusia melalui institusi negara untuk memenuhinya.

Negara-negara dunia bergerak untuk mendapatkan suplai makanan dan energi ke wilayah equator.

Logikanya daerah ini iklim sepanjang tahun memungkinkan bayak tanaman mampu hidup. Jika Akasia di daerah subtropis butuh 12 tahun karena hibernasi saat musim dingin, di tropis bisa hanya 6 tahun.

Beberapa wilayah dengan iklim ekstrim tidak memungkinkan ketersediaan makanan, akibatnya penduduk bermigrasi. Pergerakan migrasi penduduk setiap tahun meningkat, diperkirakan tahun 2020 jumlah migrasi penduduk mencapai 400 juta.

‌Negara-negara besar mulai membuat kebijakan tentang migrasi penduduk. Amerika dg presiden Trump menolak 6 negara muslim masuk dan mengalokasikan anggaran untuk bangun tembok batas US-Meksiko. Uni Eropa dan UK menolak imigran dari afrika dan timur tengah, begitu juga Australia.

Tentang migrasi ini yang harus diingat fakta bahwa dahulu pulau Amerika dihuni oleh suku Indian, kini mereka hampir punah. Australia penduduk aslinya suku Aborigin, kini juga punah. Bahkan tak jauh dari kita, dulu Singapura berpenduduk Melayu, kini mayoritas tionghoa. Di Jakarta pun, suku Betawi perlahan sudah tersingkir.

Indonesia dengan potensi banyak pulau dan sumber daya alamnya menjadi magnet berbagai negara untuk memenuhi kepentingannya.

Dunia cepat sekali mengalami perubahan. Sekarang orang mempunyai usaha ojek tanpa harus memiliki kendaraan ojek, Jual beli tanpa harus mempu toko dan gudang, bukalapak, blibli, alibaba, bahkan sekarang tidak sekedar perkawinan sejenis, November tahun kemarin sudah ada seorang wanita perancis yang minta pemerintah untuk mengesahkan pernikahannya dengan robot. Media Sosial menjadi kekuatan yang mampu mengubah kebijakan. Kebijakan TKI harus buka rekening 25 juta untuk buat paspor karena desakan medsos akhirnya kebijakan berubah.

Ancaman terorisme harus menjadi kewaspadaan bersama. ISIS bisa akan menjadi global state. Di Asia tenggara berpusat di Filipina selatan yang itu kurang dari 100km dari wilayah Indonesia

Penanganan terorisme harus menjadi kesadaran dan gerakan bersama. Muhammadiyah sebagai ormas besar harus dilibatkan. Kepada Kapolri pernah ada masukan, Densus 88 itu anggotanya banyak yang cerai dikarenakan pengejaran tersangka teroris sampai mengabaikan keluarga. Undang-undang Teroris yang ada saat ini dulu muncul atas desakan karena pengusutan bom bali, tapi paska bom bali justru ada 40an bom teror yang muncul sehingga harus direvisi.

Jangan sampai muncul fenomena nanti ada orang meledakkan bom teriak "Allohu Akbar" sedangkan di sebelah sana ada yang memerangi juga teriakkan " Allohu Akbar" juga. Kita tidak ingin konflik sesama yang akan menghancurkan negeri kita.

‌Kita tidak ingin seperti Suriah yang dahulu indah sekarang porak poranda karena perang saudara. Sudan terpecah karena konflik agama, Yugoslavia, Uni Sofyet terpecah menjadi banyak negara. Sedangkan negeri kita dengan banyak perbedaan ini jangan sampai memicu adanya perpecahan.

‌Faktor campur tangan luar juga bisa turut memicu perpecahan. Parlemen Belanda yang meminta membatalkan vonis hukuman Ahok adalah contohnya.

Kita sudah disatukan dengan Pancasila sebagai karya para founding father kita yang sudah berusaha sekuat tenaga tanpa pamrih berdiskusi merumuskannya.

‌Dasar berketuhanan yang maha esa sebagai pilar yang akan melahirkan Kemanusiaan yang adil dan Beradab. Setelah itu muncullah Persatuan diantara berbagai perbedaan. Cara demokrasi yang kita jalankan sangat Islami, yaitu musyawarah, bukan voting suara terbanyak. Maka praktek demokrasi kita sekarang ini dengan voting itu justru bertentangan dengan Pancasila. Jika keempat syarat itu terpenuhi maka Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia akan tercapai.

‌Setiap suku di nusantara ini pasti mempunyai ciri khas senjata. Mulai rencong Aceh yang disembuyikan hingga ke timur ditunjukkan. Untuk melatih kekuatannya masing-masing suku punya tarian perang. Artinya setiap suku punya jiwa kesatria yang akan siap berjuang membela negara manakala ada serangan dari musuh.

Peran Muhammadiyah sangatlah besar dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Tahun 1908 Kyai Ahmad Dahlan bergabung dengan Boedi Oetomo yang kemudian menginspirasi membentuk syarikat Muhammadiyah tahun 1912. Kita bisa lihat, kader yang dihasilkan turut berperan dalam merebut kemerdekaan hingga mengisinya. Kahar muzakir, ki bagus hadi kusumo, jendral sudirman, dengan gerakan hizbul wathan, cinta negeri, maka tidak bisa dilepas peran Muhammadiyah dalam sejarah Indonesia. Sehingga tidak bisa diragukan lagi Muhammadiyah dan umat Islam sisi kebhinekaan dan pengamalan Pancasila.

(Muhammad Ariefuddin) [opinibangsa.id / pi]




Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim - Portal Muslim Terupdate !




" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

SHARE ARTIKEL INI 


Baca Artikel Menarik Lainnya 

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top