Polisi Lucuti Atribut FPI, Lieus: Heran! Kenapa Polisi Makin Alergi dengan Apapun yang Berbau Islam

Baca Juga 




  Yes  Muslim  -  Tindakan aparat kepolisian di kabupaten Rembang, Jawa Tengah, yang melakukan razia dan melucuti pakaian anggota FPI yang hendak menghadiri khaul mbah KH. Zubair pada Jumat (9/6/2017) kemarin, bukan hanya disesalkan banyak pihak, tapi juga dikecam banyak orang. Tak terkecuali oleh koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma.

Bahkan Lieus menyebut tindakan aparat kepolisian yang merazia dan melucuti pakaian anggota FPI tersebut sebagai perbuatan arogan dan tidak bisa dibenarkan. “Tidak ada satu undang-undang pun di negeri ini yang bisa dijadikan dasar untuk melarang penggunaan atribut FPI di dalam wilayah hukum Indonesia. Apapun alasannya,” kata Lieus dengan nada tinggi.

Lieus bahkan mengecam dengan keras apa yang dilakukan aparat kepolisian di Rembang, Jawa Tengah itu merupakan bentuk arogansi yang sudah di luar batas. Apapun alasannya, tindakan melucuti pakaian seseorang atau sekelompok orang tidak bisa dibenarkan.

"Saya heran, kenapa sih aparat kepolisian sekarang ini jadi semakin alergi dengan apapun yang berbau Islam? Apalagi FPI itukan bukan musuh negara?," ujar Lieus.

Namun, apapun alasannya, menurut Lieus tindakan Polisi yang melucuti pakaian anggota FPI tersebut tidak bijaksana, melanggar HAM dan sangat tidak bisa dibenarkan. “Kalau memang dikhawatirkan akan memicu keributan, paksa saja mereka balik kanan. Suruh pulang. Bukan malah dilucuti seperti itu. Tujuannya ingin menjaga keamanan, mengantisipasi agar tidak ada keributan. Tapi yang terjadi justru mempermalukan pihak lain. Ini yang tidak benar!” ujar Lieus.

Seperti diketahui, Jumat lalu mobil yang membawa rombongan anggota FPI dari berbagai daerah di Jawa Tengah yang akan menghadiri undangan haul Mbah Kyai Zubair, ayahanda KH. Maemoen Zubair di Sarang, Rembang, dihentikan aparat Polres Rembang, Jawa Tengah.

Polisi menghentikan rombongan FPI saat memasuki jalur Pantura Kecamatan Kaliori, perbatasan antara Kabupaten Rembang dengan Kabupaten Pati. Mobil rombongan berjumlah puluhan orang dihentikan polisi dipimpin langsung Kapolres Rembang, Sugiarto.

Kapolres meminta supaya atribut baju FPI dilepas. Alasannya, di area kegiatan haul ada Ormas Banser Nahdlatul Ulama, khawatir nantinya akan memicu gesekan. Polisi kemudian memberi mereka baju koko biasa. Sedang baju dan atribut FPI “dititipkan” di Polsek.

Permintaan Polisi tersebut tentu saja ditolak karena kehadiran mereka atas undangan persetujuan dari salah satu putra Kiai Maemoen Zubair.

“Lagipula niat kita ke Sarang semata–mata ingin mengaji, sowan kepada kiai sepuh. Kenapa belum apa-apa, kedatangan FPI dianggap memicu kerawanan. Justru kita bersama–sama ingin menunjukkan kepada masyarakat, bahwa FPI dengan ormas manapun, bisa saling berdampingan,“ ujar Ketua Advokasi FPI Jawa Tengah, Zaenal Abidin Petir.

Kapolres Rembang, Sugiarto menyatakan sehari sebelum haul pihaknya sudah mengimbau pengurus FPI untuk tidak datang ke Sarang, Rembang. Lantaran tak dipatuhi, polisi memilih memantau situasi di perbatasan antar daerah. Secara persuasif, anggota FPI diberitahu untuk melepaskan atribut, jika ingin tetap melanjutkan perjalanan ke Sarang. Kalau menolak, disarankan balik kanan.

“Hal itu sebagai bentuk antisipasi. Wilayah Kabupaten Rembang kan sudah kondusif, kami tak ingin muncul letupan–letupan kecil yang rawan meluas,” katanya. [opinibangsa.id / htc]

sebelumnya : 


Astagfirullah! Hendak Menhadiri Undangan Mbah Moen, Laskar FPI Dirazia dan Dilucuti Polres Rembang





 Hari ini, 9 Juni 2017, DPD FPI Jateng hendak datang ke Pondok Al Anwar Rembang untuk membantu pengamanan acara pondok bersama banser NU. Namun di perbatasan Rembang aparat kepolisian yang dipimpin oleh kapolser lantas menyita secara paksa atribut FPI dengan alasan dititipkan kepada Kapolsek.

Tak hanya itu, dengan arogan kapolres mengatakan, "Pengamanan adalah tugas polisi. Saya tidak mau Rembang ada atribut FPI. Atribut FPI tidak boleh masuk wilayah Rembang."

Berikut berita dari laman Facebook Suara Indonesia 1.



Menanggapi hal tersebut, netizen pun berkomentar.

"Sabar. Biarkan mereka memperlihatkan kedzalimannya. Kita mah fpi santai2 aja," tulis Chardin Akbar.

"Itu polisi terlalu ngefans sm fpi baju lg di pake aje di minta. Kwkwkw," tulis Mustha Chida.

"Pak polisi yang terhormat,gunakan seragam mu untuk mengayomi rakyat dan gunakan pangkat atau jabatanmu untuk membela yang lemah dan mencari org yg benar2 membuat atau mengancam keamanan public.masak bapak2 yang terhormat ini hanya ditugaskan untuk melucuti pakaian FPI,yang benar saja pak????apa tidak Malu sama seragamnya ???" tulis Heppy Nchan Ntini.

"Biarkan saja , mereka lagi memancing kemarahan kita ,, sehingga umat terprofokasi ,, mereka lagi mengalihkan isu , biar si penista aman berlenggang di luar ....kita pendukung fpi ,, harus cerdas menyikapi jebakan ini ...," tulis Dewi Yuhanida.

"Hati-hati dgn penyitaan seragam fpi. Usut itu seragam yg disita mau di buat apa. Cuma waspada saja...kl nanti di pakai oknum yg tdk bertanggung jawab..trs di buat onar atw buat intimidasi warga...sehingga nanti yg di salahkan fpi. Pdhl itu di pakai oknum buat menjelek"an fpi," tulis Budi ZAt.

"Seharusnya tindakan bodoh seperti ini tidak dilakukan oleh seorang KAPOLRES yg tentunya terdidik dan terpelajar...

Pencabutan atribut Organisasi manapun yg memiliki payung hukum adalah suatu kesalahan yg tidak dapat ditolerir.. apalagi ini melucuti seragam sehingga ini menjadi bentuk penghinaan baik sebagai organisasi maupun secara pribadi... bila tak ingin mereka ikjut dalam mengamankan acara tersebut suruh mereka kembali tetapi harus seperti itu...

Sepertinya Sang Kapolres Arogan ini masih perlu pendidikan etika.. sangat di sayangkan selevel Kapolres melakukan hal yg sangat tak terpuji dan arogan... bukannya menciptakan ketenangan malah menumbuhkan benih benih perpecahan...

Pak Kopelres bisa tunjukkan Juklak atau pasal pasal yg melarang penggunaan atribut dan seragam Organisasi agar kami Rakyat bisa mengerti... dan anehnya kenapa kalian tdk menangkap atau menelanjangi mereka yg menggunakan trend baju Palu Arit Lambang Organisasi PKI yg jelas jelas dilarang oleh Undang2 ... ada apa sebenarnya yg sedang terjadi di negara ini...


Polisi bukan lagi sebagai pengayom tapi jadi aparat yg meresahkan masyarakat ... khususnya Umat Islam...," tulis Nazaruddin Muhammad. [opinibangsa.id / pii]




Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim - Portal Muslim Terupdate !



Daftar Artikel Terbaru Lainnya 




" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

SHARE ARTIKEL INI 


Baca Artikel Menarik Lainnya 

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top