Target Jokowi di 2017: Cabut Subsidi Listrik 19 Juta Pelanggan

Baca Juga 





Target Jokowi di 2017: Cabut Subsidi Listrik 19 Juta Pelanggan Mampu



  Yes  Muslim  -  Sejak tahun lalu, pemerintah gencar menyeleksi penerima subsidi listrik pada rumah tangga dengan daya 900 VA. Dari total 59 juta pelanggan rumah tangga PLN saat ini, jumlah penerima subsidinya ditargetkan hanya 27,3 juta pelanggan.

Jumlah tersebut akan turun drastis dibandingkan penerima subsidi di 2016 yang mencapai 46,3 juta pelanggan. Artinya, hanya dalam waktu setahun, akan ada 19 juta pelanggan 900 VA yang sudah dicabut subsidinya, sehingga harus membayar konsumsi setrum dengan tarif normal.

Kementerian ESDM dalam bahan bertajuk #ListrikRakyatMiskinTidakNaik, Selasa (20/6/2017) menyebut, sebelumnya sebanyak 79% rumah tangga diberikan subsidi. Padahal 32% di antaranya adalah rumah tangga mampu.

Sekarang, masih ada 46% rumah tangga yang disubsidi, dan seluruhnya adalah rumah tangga tak mampu. Sementara untuk pelanggan rumah tangga yang tak disubsidi di 2016 tercatat sebanyak 12,7 juta pelanggan atau 21%. Namun kemudian di tahun ini jumlahnya akan membengkak menjadi 31,7 juta, atau menjadi 54% dari total pelanggan rumah tangga PLN, seiring semakin berkurangnya jumlah pelanggan yang disubsidi.

Pencabutan subsidi pada jutaan pelanggaan 900 VA ini didaasarkan atas dasar data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Seperti diketahui, penyeleksian rumah tangga tak mampu dilakukan mulai 1 Januari 2017 sesuai dengan Nota Keuangan dan RAPBN 2017. Yang kemudian dalam rapat kerja pemerintah dengan Komisi VII DPR, disepakati pencabutan subsidi pelanggan 900 KV mampu yang dilakukan bertahap.

Payung hukumnya yakni UU Nomor 30 tahun 2009 tentang ketenagalistrikan. Di mana di pasal 4 menyebutkan untuk penyediaan tenaga listrik, pemerintah dan pemda menyediakan dana untuk kelompok masyarakat tak mampu.

Kemudian di pasal selanjutnya, yakni pasal 34 ayat 1 menyebutkan pemerintah sesuai dengan kewenangannya menetapkan tarif tenaga listrik untuk konsumen dengan persetujuan DPR. (idr/wdl)



Jubir Gus Dur: Kenaikan TDL 900 VA Kebijakan yang Ingkari Pancasila Sila Kedua dan Kelima!


  Tugas pertama dan utama Unit Kerja Presiden (UKP) bidang Pemantapan Ideologi Pancasila (UKP PIP) adalah mengkoreksi kebijakan Pemerintahan Joko Widodo yang mengingkari Pancasila. Di antaranya kenaikan tarif dasar listrik (TDL).

Penegasan itu disampaikan mantan juru bicara Presiden KH Abdurrahman Wahid, Adhie M Massardi melalui akun Twitter @AdhieMassardi. “Tugas pertama dan utama UKP PI Pancasila pimpinan Yudi Latif dan Megawati adalah ngoreksi kebijakan pemerintah yang ingkari Pancasila (kenaikan TDL dll),” tegas @AdhieMassardi.

Dengan tegas tokoh Gerakan Indonesia Bersih (GIB) ini menyatakan kenaikan TDL untuk daya 900 VA akibat pencabutan subsidi, merupakan kebijakan yang ingkari Pancasila sila kedua.

“Ini kebijakan yang ingkari Pancasila (sila 2 Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, sila 5 Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia) SAYA PANCASILA,” tulis @AdhieMassardi meretwet kicauan akun  @yulianis13450 milik Yulianis, kolega Nazaruddin.

Sebelumnya @yulianis13450 menulis: “Dari 605 ke 1.467..... naik lebih dari 100%..... emang rakyat ngutang sama pemerintah ya.... cc yang mulia Bapak @jokowi.”



Mantan staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Andi Arief, sempat menegaskan bahwa menaikkan tarif dasar listrik (TDL) secara diam-diam bisa berbahaya, karena hal itu dirasakan langsung oleh rakyat. Dalam kondisi seperti itu dipoles dengan pencitraan apapun akan sulit bagi rezim penguasa.

Seperti diketahui, jika diukur dari tahun 2016, kenaikan TDL hingga 1 Juli 2017 mencapai 250% atau 2,5 kali lipat dalam kurun 1,5 tahun. Uniknya, di era Presiden SBY, kenaikan TDL sebesar 15% saja mengundang aksi protes dari PDIP.  [Sujanews.com



Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim - Portal Muslim Terupdate !




" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

SHARE ARTIKEL INI 


Baca Artikel Menarik Lainnya 

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top