Netizen Ngamuk, Tagar #BlokirJokowi Jadi Viral di Twitter

Baca Juga 

Netizen Ngamuk, Tagar #BlokirJokowi Jadi Viral di Twitter
 

Umatuna.com - Dunia maya tengah dihebohkan oleh seruan untuk memblokir akun twitter Presiden RI Joko Widodo.

Tagar BlokirJokowi kini menjadi trending topic nomor satu di Indonesia.

Tagar tersebut beredar luas lantaran netizen menganggap Jokowi adalah seorang pemimpin yang diktator dan represif.

Bukan tanpa sebab, anggapan itu timbul pada awalnya saat Jokowi mengesahkan Perppu No. 17 Tahun 2017 yang mengatur tentang ormas.

Disebutkan melalui Perppu tersebut pemerintah memiliki kewenangan penuh untuk membubarkan sebuah ormas yang dipandang berbahaya tanpa melalui proses pengadilan.

Belum selesai protes netizen mengenai Perppu, pemerintah telah mengeluarkan berita baru yang tak kalah menghebohkan.

Juru bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) membenarkan adanya perintah untuk memblokir aplikasi pesan instan Telegram.

Rencananya pemblokiran tersebut akan diumumkan secara resmi pada Senin (17/7/2017).

Meski baru resmi diumumkan besok Senin, Telegram ternyata sudah tidak bisa diakses melalui koneksi internet beberapa operator.

Alasan diblokirnya Telegram adalah karena aplikasi tersebut diduga banyak digunakan oleh teroris untuk berkomunikasi.

Diduga karena perintah tersebut akhirnya netizen beramai-ramai menggunakan tagar BLokirJokowi di Twitter.

Ternyata ada pula netizen yang bukan hanya memblokir akun Twitter Jokowi, tapi juga memblokir akun Instagram dan juga Facebooknya.

Hingga berita ini ditulis, sudah ada sekira 15 ribu cuitan yang menggunakan tagar tersebut sejak Sabtu (15/7/2017). Sumber: Tribun

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

SHARE ARTIKEL INI 


Baca Artikel Menarik Lainnya 

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top