Peta Baru Indonesia Resmi Diluncurkan, Ini Dia 5 Perubahan yang Terjadi..

Baca Juga 

Peta Baru Indonesia Resmi Diluncurkan, Ini Dia 5 Perubahan yang Terjadi..





Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim) menetapkan adanya perubahan setelah perbaruan peta Indonesia. Perubahan tersebut berdasarkan adanya perkembangan hukum internasional dan menyebabkan Indonesia memiliki batas baru dalam wilayahnya.

Deputi Bidang Kedaulatan Maritim Kemenko Maritim Arif Havas Oegroseno mengungkapkan sebelumnya peta Indonesia sudah mengalami perubahan. "Kalau perbaruan, sesuai kebutuhan tergantung dengan perkembangan. Terakhir 2005," kata Arif di kantor Kemenko Maritim, Jumat (14/7).

Pada peta yang baru saat ini, perubahan yang pertama ada pada batas Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEE) negara kepulauan Palau di bagian utara Maluku. Pada sebelah utara Maluku terdapat dua pulau milik Palau yaitu Pulau Tobi dan Karang Helen.

Sebelumnya batas ZEE Indonesia berada sebelum kedua pulau tersebut. Setelah adanya keputusan mahkamah arbitrase Filipina dan Cina membuat pulau-pulau kecil tidak berhak mendapatkan ZEE. Dengan keputusan tersebut, ZEE Indonesia bertambah melebihi dua pulau milik negara Palau. "Batas ZEE kita maju, mereka (Palau) mundur," kata Arif.

Perubahan kedua pernjanjian ZEE di Laut Sulawesi sampai Laut Filipina sudah mencapai kesepakatan. Sebelumnya ZEE Indonesia di area tersebut statusnya masih klaim saja namun saat ini Indonesia sudah jelas memiliki batas tersebut.

Perubahan itu terjadi karena perjanjian ZEE Indonesia dengan Filipina sudah selesai. Hal itu ditandai dengan Undang-undang Nomor 4 Tahun 2017 Tentang Pengesahan Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Filipina mengenai Penetapan Batas Zona Ekonomi Eksklusif 2014.

Ketiga yaitu pemberian nama Laut Natuna Utara yang tak jauh dari Provinsi Kepulauan Riau. Dekat provinsi tersebut ada Laut Natuna namun kini mendekati batas landas kontingen Vietnam dan Indonesia ada Laut Natuna Utara.

Pemberian nama laut baru itu sekaligus mendakan Laut Cina Selatan yang selama ini banyak orang awam mengira sampai ke Laut Jawa. Untuk mengubah pemahaman tersebut, Laut Natuna Utara menjadi penekanan sebagai wilayah yurisdiksi yang dimiliki Indonesia. Hal itu menandakan kalau Laut Cina Selatan tidak sampai menyentuh Laut Jawa.

Selanjutnya, perubahan keempat yaitu terdapat pada wilayah Selat Malaka. Batas ZEE Malaysia dan Indonesia hingga saat ini belum mendapatkan ketetapan. Setelah adanya perubahan peta, wilayah yang diklaim masih merupakan batas Indonesia lebih maju ke arah Malaysia.

Terakhir, adanya perubahan beberapa dua karang kecil terletak tak jauh dari Pulau Batam. Salah satu karang tersebut milik Singapura. Sementara satu karang lagi masih dinegosiasikan antara Singapura dan Malaysia. Pada peta yang lama dua karang tersebut terkesan milik Indonesia padahal tidak. -kabarviral/rol



Peta Indonesia Diperbarui, Begini Perbedaannya dengan Peta Lama




Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Kemaritiman pada 14 Juli yang lalu mengumumkan mulai diterbitkannya peta baru NKRI. Beberapa perubahan pada peta tersebut menyusul telah disepakatinya beberapa persetujuan batas wilayah dengan negara-negara tetangga. Di peta terbaru tersebut tampak wilayah Indonesia terkesan semakin meluas.



Deputi bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Arif Havas Oegroseno menjelaskan bahwa terdapat beberapa perubahan yang terjadi di peta terbaru ini. Setidaknya ada 5 perubahan yang terjadi. Apa saja itu?
Inilah perubahannya:
1. Perubahan Batas dengan Palau



Di peta yang lama, batas wilayah Indonesia tampak masih melengkung karena ada dua pulau milik Palau. Di peta yang baru wilayah Palau ditutup, karena ini batas ZTE (Zona Tangkap Eksklusif) menjadi perairan Indonesia. Dan dua pulau kecil milik Palau yang masuk dalam wilayah Indonesia, Karang Helen dan Pulau Tobi diberi luasan 12 nautical mile.
2. Perubahan batas antara Indonesia dengan Filipina di Laut Sulawesi

Pada peta yang lama, batas ini ditandai dengan garis putus-putus namun di peta yang baru garis sudah menyatu. Hal terjadi berkat perjanjian ZTE antara Indonesia dengan Filipina sudah selesai.
3. Perubahan Nama Laut di Natuna
Zona di bagian utara Laut Natuna kini diberi nama Laut Natuna Utara. Di peta lama laut Natuna diberikan untukgaris laut teritorial dan laut kepulauan saja. Selama ini di laut tersebut telah terdapat sejumlah kegiatan eksplorasi migas dengan menggunakan nama Natuna Utara dan Selatan.

4. Perubahan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di Selat Malaka
Pada peta lama ZEE antara Indonesia dengan Malaysia belum ditetapkan. Meski negosiasi masih terus berlanjut di peta terbaru, Indonesia mengklaim ZEE lebih maju menekan ke sisi Malaysia.
Salah satu tujuan memperjelas garis batas ini adalah agar memudahkan kapal-kapal untuk melakukan kegiatan patroli di perbatasan.

5. Perubahan batas laut teritorial di perbatasan Selat Riau
Tidak banyak yang mengetahui bahwa sebenarnya di selat Riau terdapat dua karang kecil yang menjadi milik Singapura dan Malaysia. Karang tersebut adalah South Ledge dan Pedra Branca. South Ledge adalah milik Singapura sedangkan Pedra Branca masih dalam negosiasi Singapura dan Malaysia. Di peta ukuran karang tersebut terlampau kecil dan cenderung diberi batas cukup luas di peta lama. Namun di peta baru kedua karang tersebut diberi bulatan untuk memperlihatkan bahwa karang tersebut bukan bagian dari Indonesia dengan diberi alokasi wilayah selebar 500 meter.


Sajikan Info Unik, Menarik dan Populer
--------------------------------------------------------------
" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Baca Artikel Menarik Lainnya 



Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top