Radikalisme Bukan Penyebab Kegaduhan RI Tapi Karena Presiden Lemah

Baca Juga 

Radikalisme Bukan Penyebab Kegaduhan RI Tapi Karena Presiden Lemah
 


Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) MS Kaban mengatakan, penyebab kegaduhan di negara ini bukanlah masalah radikalisme namun karena Presiden RI lemah.

Peringatan itu disampaikannya, menyikapi pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut 'Islam radikal bukanlah Islam milik Indonesia'.

"Opini yang dibangun seakan akan Islam jadi ancaman dengan menyebut radikal merupakan langkah kontra produktif untuk memakmurkan Indonesia," tegas MS Kaban melalui akun Twitter pribadinya @hmskaban.

Menurut MS Kaban, secara esensial, kegaduhan yang ada saat ini bukan masalah radikal atau irradikal, persoalannya Cuma satu, Indonesia mempunyai Presiden yang 'lemah'.

"Jika direnungkan secara esensial kegaduhan yang ada sekarang bukan soal radikal or irradikal soalnya cuma satu kita punya Presiden lemah," tegas @hmskaban.

Menurutnya, hanya penguasa berpikiran radikal yang bisa menuduh Islam radikal.

"Islam adalah Islam, jangan ditambah dengan istilah yang tidak-tidak, bisa mengundang murka Ilahi Rabb," katanya lagi.

MS Kaban mengimbau, seharusnya Pemerintah lebih memikirkan masalah lainnya yang lebih genting seperti masalah kemiskinan, pengangguran, dan utang, daripada membentuk stigma Islam sebagai agama yang radikal.

"Waktu terbuang dengan stigma Islam yang diradikalkan sementara kemiskinan pengangguran, gap kaya miskin makin tajam hutang menganga, ini musuh nyata," tulis @hmskaban lagi.

Sebelumnya, Presiden Jokowi dalam acara Halaqah Nasional Alim Ulama Mejelis Dzikir Hubbul Wathon di Jakarta, Jumat (13/7) lalu, mengatakan bahwa Islam radikal bukanlah Islam milik Indonesia,

"Peran besar ulama kita untuk menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan Islam yang rahmatan lil 'alamin kepada umat, kepada santri-santri. Tuntunan yang diberikan itulah yang menjadikan kita alhamdulilah rukun, bersatu dalam keberangaman yang sangat beragam, tuntunan yang mewujudkan Islam moderat, Islam yang santun, bukan yang keras dan radikal. Islam radikal bukan Islamnya Majelis Ulama Indonesia. Islam radikal bukan Islamnya Indonesia," kata Jokowi saat itu.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

SHARE ARTIKEL INI 


Baca Artikel Menarik Lainnya 

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top