Tersangka e-KTP : Bisakah SetNov Dijadikan SatNav?

Baca Juga 


Tersangka e-KTP : Bisakah SetNov Dijadikan SatNav?
 


Tersangka e-KTP : Bisakah SetNov Dijadikan SatNav?

Opini Bangsa - Ada dua singkatan ritmik (seirama) yang berdekatan letaknya di kamus akronim, yaitu SetNov dan SatNav. Sama-sama mahal harganya, dan canggih. Sangat diperlukan di bidang mereka masing-masing.

SetNov (Setya Novanto) terkenal sangat lincah bermain politik. Dia mampu menghindari semua jeratan hukum di masa lampau. Prosekusi (bukan persekusi) menjadi lumpuh tak berdaya. Karena kelihaian beliau itu, nilai SetNov melambung tinggi di kalangan Golkar. Kecanggihan SetNov membuat dia bisa kembali duduk sebagai ketua DPR setelah dipecat. Dan "menundukkan" Golkar.

SatNav (Satellite Navigation) bisa membantu pengendara untuk mencari alamat darat dengan presisi yang relatif tinggi. Bagi para pengendara, SatNav adalah alat bantu yang selalu dipercaya untuk membawa mereka sampai ke tujuan. Di mana saja. SatNav pun semakin canggih model-modelnya, semakin mahal harganya.

Kalau diibaratkan sedang mencari para tersangka korupsi pengadaan KTP elektronik (e-KTP), kelihatannya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sekarang mungkin sudah semakin terterangi jalannya setelah menjadikan SetNov sebagai tersangka. Diperkirakan, dari SetNov akan berlanjut penyidikan ke sejumlah terduga yang selama ini sudah disebut-sebut oleh media.

Akan tetapi, adakah kemungkinan KPK bisa mengolah SetNov menjadi SatNav? Dalam arti, menggali semakin dalam lagi keterangan dari Raja Golkar itu untuk dijadikan SatNav menuju penyelesaian akhir skandal e-KTP yang merugikan negara sebesar 2.3 triliun rupiah itu? Inilah yang diharapkan semua pihak.

Idealnya, para penyidik KPK berharap SetNov bersedia menjadi SatNav agar proses pembongkaran kasus ini tidak berlarut-larut. Tentu saja tidak mudah. Keluarga besar Golkar tidak akan rela kalau Raja mereka digiring-giring menjadi "penunjuk jalan" kasus e-KTP.

Bahkan, KPK sekarang menyatakan diri siap menghadapi serangan balik SetNov. Artiya, terbuka kemungkinan barisan pertahanan politisi "pintar" Golkar itu akan membalas. Bisa-bisa lembaga antikorupsi ini yang memerlukan SatNav untuk menuntun koordinat langkah-langkah mereka menghadapi SetNov.

Sebab, hingga hari ini para pengamatan persilatan memperkirakan, SetNov sudah mengunduh SatNav versi terbaru untuk menghadapi KPK.

Selamat menyaksikan rangkaian episode berikutnya dalam serial e-KTP. [opinibangsa.id / tsc]

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Daftar Artikel Terbaru Lainnya 




" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

SHARE ARTIKEL INI 


Baca Artikel Menarik Lainnya 

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top