Ada Apa Dengan MUI yang Medukung Jokowi Memanfaatkan Dana Haji Umat Islam?

Baca Juga 

Ada Apa Dengan MUI yang Medukung Jokowi Memanfaatkan Dana Haji Umat Islam?
 



KabarViral - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin ternyata bersikap mendukung wacana yang dilontarkan Presiden Joko Widodo untuk memanfaatkan dana haji membiayai pembangunan infrastruktur. KH Ma'ruf Amin menilai, pemanfaatan dana calon jamaah haji yang masuk dalam daftar antrean pemberangkatan ke tanah suci itu bisa digunakan untuk investasi. "Dana haji itu kan memang boleh diinvestasi. Sekarang saja mungkin ada Rp35 triliun sudah digunakan untuk sukuk," katanya, Selasa (1/8/2017) di Jakarta.

Sukuk adalah istilah dalam bahasa Arab yang digunakan untuk obligasi yang berdasarkan prinsip syariah. Dalam fatwa nomor 32/DSN-MUI/IX/2002, Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia mendefinisikan sukuk sebagai surat berharga jangka panjang berdasarkan prinsip syariah, yang dikeluarkan emiten kepada pemegang obligasi syariah. Ini mewajibkan emiten membayar pendapatan kepada pemegang obligasi syariah berupa bagi hasil margin atau fee, serta membayar kembali dana obligasi saat jatuh tempo.

Sukuk dapat pula diartikan dengan Efek Syariah berupa sertifikat atau bukti kepemilikan yang bernilai sama dan mewakili bagian penyertaan yang tidak terpisahkan atau tidak terbagi atas kepemilikan aset berwujud tertentu, nilai manfaat dan jasa atas aset proyek tertentu atau aktivitas investasi tertentu atau kepemilikan atas aset proyek tertentu atau aktivitas investasi tertentu.

Ma'ruf mengungkapkan, pemanfaatan dana haji untuk investasi sudah mendapatkan fatwa dari Dewan Syariah Nasional Majelis Fatwa MUI. Bahkan Ia sendiri yang menandatangani fatwa itu. "Semua kan untuk kepentingan insfratruktur negara ini dan itupun atas persetujuan saya. Saya yang tandatangan," ucapnya.

Ia pun menyarankan , dana haji tersebut sebaiknya digunakan pemerintah untuk sejumlah proyek pembangunan. Pasalnya, jamaah haji sudah memberikan kuasa kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama untuk mengelolanya. Asalkan skema syariat menjadi pilihan.

Bahkan Ma'ruf merasa pemanfaatan dana haji oleh pemerintah tidak akan berisiko. Justru Ia berpikir jika dikelola oleh pihak swasta riskan akan terjadi penyalahgunaan. "Oleh karena itu Pemerintahlah yang lebih tepat untuk mengelola dana tersebut," ujarnya.

Mengenai penggunaan dana haji sendiri, Menteri Agama Lukman Hakim yang mengutip hasil keputusan Ijtimak Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia IV Tahun 2012 tentang Status Kepemilikan Dana Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang masuk daftar tunggu.

Dalam keputusan itu disebutkan, dana setoran BPIH bagi calon haji yang masuk daftar tunggu dalam rekening Menteri Agama boleh ditasarufkan untuk hal produktif. Fatwa ini juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji. Berdasarkan fatwa tersebut, MUI menyetujui pandangan Menteri Lukman terkait dengan penggunaan dana haji.

Secara terpisah, Wakil Sekjen MUI Ustadz Zaitun Rasmin tidak mau menjawab ketika ditanya apakah ia setuju atau tidak dana haji digunakan untuk infrastruktur. Pasalnya masih tidak jelas apakah benar dana haji tersebut akan dipergunakan untuk infrastruktur pemerintah atau tidak. "Sementara inikan hanya dugaan saja. Presiden pun mengatakan jika hal tersebut hanya contoh bukan sebagai perintah. Jadi saya belum bisa jawab setuju atau tidak untuk sesuatu yang masih wacana," katanya.

Setelah itu, menurut Zaitun, jika benar dana tersebut akan dipakai untuk infrastruktur, maka harus dilihat terlebih dahulu skemanya, bagaimana cara kerja dan sistemnya. "Tidak bisa langsung terima, apakah jaminannya terhadap dana tersebut, dan tidak bisa juga langsung menolak," tuturnya.

Oleh karena itu, Ia beranggapan penting untuk mempelajari terlebih dahulu skema pemakaiannya nanti. Pasalnya hal ini bisa saja bermanfaat ataupun merugikan ke depannya. "Saat ini, paling arif untuk menyikapi masalah ini ya begini, biarkan nanti serahkan kepada tim ahli untuk mempelajarinya nanti," jelasnya.

-kabarviral/teropongs

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

SHARE ARTIKEL INI 


Baca Artikel Menarik Lainnya 

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top