Aneh, Isu Mati Bunuh Diri, Saksi Kunci E-KTP Malah Unggah Status, Setelah Geger Mengahpusnya

Baca Juga 

Aneh, Isu Mati Bunuh Diri, Saksi Kunci E-KTP Malah Unggah Status, Setelah Geger Mengahpusnya
 



Jakarta, Kabarsatu –Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku telah mendengar kabar meninggalnya salah satu saksi kunci kasus e-KTP, Johannes Marliem. Dia dikabarkan meninggal dunia di Amerika Serikat, baru-baru ini. Johannes diduga bunuh diri.

"Sudah dengar kabarnya. Kami sedang memastikan terkait informasi tersebut," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah dikonfirmasi, Jumat, 11 Agustus 2017.

Marliem merupakan provider produk Automated Finger Print Identification Sistem (AFIS) merek L-1 yang akan digunakan dalam proyek e-KTP. Saat wawancara dengan salah satu media nasional, beberapa waktu lalu, Marliem mengaku memiliki bukti-bukti terkait kasus e-KTP.

Dia bahkan mengklaim satu-satunya saksi perkara e-KTP yang memiliki rekaman hasil pembicaraan para pihak yang terlibat, selama empat tahun menggarap proyek e-KTP.

Pada perkara ini, tim KPK sebelumnya telah mendatangi Marliem dua kali di Amerika. Namun Marliem menolak untuk diperiksa, kecuali diberikan penggantian akibat kerugian dialaminya terkait proyek e-KTP.

Anehnya akun Twitter milik Johannes Marliem, saksi kunci kasus korupsi e-KTP yang dikabarkan telah meninggal dalam dugaan bunuh diri di Los Angeles Amerika Serikat mengunggah status baru.

"The trees are on the move!" tulis status Twitter Johannes Marliem di akun @johannesmarliem dikutip Jumat, 11 Agustus 2017. Status ini menautkan sebuah pranala berita dari laman nature.com.

Akun Twitter ini diketahui memang milik Johannes Marliem dan telah dibuatnya sejak tahun 2009. Terakhir unggahan akun ini adalah pada 9 Agustus 2017 atau sehari sebelum kabar kematiannya.

Dalam status pada 9 Agustus, Johannes Marliem kembali menautkan sebuah pranala artikel dengan tulisan, "Makes you rethink your instagram food pics."

Penelusuran VIVA.co.id, akun twitter ini menampilkan situs pribadi milik Johannes Marliem yang beralamat di johannesmarliem.com.

Dalam laman ini terdapat sejumlah unggahan Johannes, dengan unggahan terakhir pada 8 Agustus 2017, menampilkan artikel berjudul 'South Korea and Robots'.
Di laman inilah, Johannes menampilkan sejumlah jejaring sosial pribadi miliknya. Baik itu Facebook, Twitter maupun LinkedIn serta Flickr.

Dan bisa dipastikan, jika merujuk ke situs pribadi ini, maka akun twitter yang beralamatkan di @johannesmarliem memang milik Johannes.

Namun entah mengapa, akun ini justru mengunggah kembali status dan ini seragam dengan apa yang diunggah di jejaring sosial Linkedin milik Johannes Marliem.

Sejumlah pengguna Twitter cukup keheranan dengan munculnya status baru ini. "Lho.... kok bisa twitteran orang udah mati?" tulis akun bernama @aldjono.

Sementara akun lain bernama @duxcleri, justru menduga jika akun ini telah dibajak. "Hayoo ada yg ngehack akun ini? Ada pihak yg berhasil ngambil laptop or gadget2nya johanes?"

Namun postingan status tersebut sudah tidak terlihat lagi.Setelah sempat membuat heboh netizen indonesia postingan pada akun @johannesmarliem akhirnya dihapus.Benarkah @johannesmarliem saksi kunci kasus korupsi e-KTP sudah mati?.Kenapa seolah-olah terdapat banyak kejanggalan-kejanggalan dalam isu kematiannya.Apakah ada unsur rekayasa dalam isu kematian tersebut?

Setelah disukan mati bunuh diri ,kok masih sempat memposting di twitter dan menghapus postingan setelah membuat geger.[viv/fatur]

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

SHARE ARTIKEL INI 


Baca Artikel Menarik Lainnya 

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top