BPS dan Wapres JK Akui Daya Beli Masyarakat Melemah, Menko Darmin Tidak Terima

Baca Juga 

BPS dan Wapres JK Akui Daya Beli Masyarakat Melemah, Menko Darmin Tidak Terima
 

BPS dan Wapres JK Akui Daya Beli Masyarakat Melemah, Menko Darmin Tidak Terima
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution


Jakarta, Kabarsatu  - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis, tingkat inflasibulan Juli mencapai 0,22 persen. Angka inflasi tersebut jauh lebih rendah dari inflasi bulan sebelumnya yang sebesar 0,69 persen.

Banyak pihak menilai tren inflasi rendah yang terus berlanjut tersebut disebabkan salah satunya karena daya beli masyarakat yang terus menurun. Hal tersebut dibenarkan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Politikus senior partai Golkar itu menuturkan nilai inflasi yang cenderung rendah salah satunya disebabkan oleh daya beli yang sedang turun.

Dia menyebut kondisi itu memang sudah diketahui sebelumnya seperti ditulis di banyak media.
"Memang (daya beli, red) turun, memang dalam kondisi begini," ujar JK di Kantor Wakil Presiden kemarin (1/8) seperti dilansir dari jawapos.

Kepala BPS Suhariyanto menguraikan  menguraikan, setidaknya ada beberapa faktor yang membuat daya beli masyarakat melemah. Diantaranya kenaikan beberapa item administered prices seperti Tarif Dasar Listrik (TDL).

"Kemudian ada tekanan harga komoditas energi, pertanian dan perkebunan. Hal ini pengaruhi kelompok masyarakat yg incomenya bergantung pada komoditas, kebanyakan di luar jawa. Lalu tertekannya pertumbuhan ekonomi dan lambatnya pertumbuhan investasi. Pelemahan daya beli ini sudah berlangsung sejak 2-3 tahun terakhir, ketika ekonomi Indonesia tumbuh melambat, "paparnya.

Sementara itu, berdasarkan rilis inflasi BPS, unflasi tahun kalender sebesar 2,60 persen, dan inflasi tahun ke tahun mencapai 3,88 persen. Dari 82 kota IHK, 59 kota tercatat mengalami inflasi, sementara 23 kota deflasi.

Adapun inflasi tertinggi di Bau-bau sebesar 2,44 persen dan terendah di Meulaboh sebesar 0,01 persen.

Sementara, deflasi tertinggi di Merauke 1,50 persen dan deflasi terendah di Metro dan Probolinggo masing-masing 0,07 persen. (ken/jun)
Penyebab inflasi Juli 2017 menurut kelompok pengeluaran tertinggi, yakni:
1.Pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,62 persen.
2. Makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,57 persen
3. Bahan makanan 0,21 persen
4. Kesehatan 0,15 persen
5. Perumahan, listrik, air, gas, dan bahan bakar 0,06 persen
6. Sandang 0,06 persen
7. Transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan deflasi 0,08 persen

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution tidak terima disebut daya beli masyarakat terus menurun.Ia membantah pendapat data PBS yang menyatakan daya beli masyarakat menurun dalam beberapa waktu terakhir.

"Barangkali kalau ngomong daya beli menurun itu dari mana indikasinya? Paling orang bilang, pertumbuhan ritelnya mengecil, gitu kan? Itu karena diukur pada Juni. Bulan Juni itu Lebaran," kata Darmin di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (2/8/2017) seperti dilansir dari teropongsenayan.

Ia mengatakan, umumnya di setiap bulan lebaran terjadi perlambatan kenaikan konsumsi, karena orang "habis-habisan" ketika puasa dan Lebaran.

Bahkan menurut dia, Juli tahun lalu itu juga masa Lebaran.

"Coba lihat datanya, melambat. Saya tidak bermaksud mengatakan, oh tidak benar itu perlambatan. Tapi tunggu saja dulu datanya keluar yang bulan Juli, paling-paling seminggu lagi keluar," katanya.
Ia juga membantah jika hal itu terkait dengan inflasi yang dianggap terlampau lemah beberapa waktu lalu.

"Apa kaitannya? Sehabis lebaran inflasi itu turun. Sama saja dua-duanya. Karena apa? Satu, orang pada ngurangin belanjanya. Kedua, karena Juli itu mau masuk sekolah, orang mulai tahan duitnya dulu, karena pada mau belanja untuk sekolah anaknya, mau belanja alat sekolah," kata Darmin.

Oleh karena itu, ia menegaskan pemerintah tidak mengkhawatirkan isu penurunan daya beli tersebut.
"Kenapa mesti ada rasa khawatir sih? Itu susah itu. Tunggu saja seminggu, nanti kesimpulannya biar jelas," katanya.[tsropong/jawapos/fatur]

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

SHARE ARTIKEL INI 


Baca Artikel Menarik Lainnya 

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top