Dulu Nyinyir Jika ada "DEMO", Sekarang PBNU Justru Instrukiskan DEMO Besar-besaran

Baca Juga 

Dulu Nyinyir Jika ada "DEMO", Sekarang PBNU Justru Instrukiskan DEMO Besar-besaran
 

Dulu Nyinyir Jika ada "DEMO", Sekarang PBNU Justru Instrukiskan DEMO Besar-besaran


Jakarta, Kabarsatu --Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tetap pada pendiriannya menolak kebijakan full day school (FDS). Bahkan, PBNU telah menginstruksikan seluruh pengurus lembaga dan badan otonom Nadhlatul Ulama (NU) melakukan unjuk rasa.

PBNU Instruksikan Gelar Aksi Penolakan Lima Hari Sekolah

Jakarta, NU OnlinePengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan bahwa Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 sama sekali tidak menyinggung secara serius implementasi Penguatan Pendidikan Karakter sebagaimana yang dikampanyekan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

"Baik dan buruknya karakter peserta didik tidak linier dan tidak ditentukan oleh dengan lama durasinya di lingkungan sekolah," ujar Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam surat instruksi nomor 1460/C.I.34/08/2017 di Jakarta.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, menginstruksikan kepada seluruh Pengurus Wilayah, Pengurus Cabang, beserta seluruh struktur NU di semua tingkat kepengurusan, Pengurus Lembaga, Pengurus Badan Otonom, beserta seluruh struktur Lembaga dan Badan Otonom di semua tingkat kepengurusan, untuk:

1. Melakukan aksi dan menyatakan sikap menolak Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah dan kebijakan-kebiajakan lain yang merugikan pendidikan di Madrasah Diniyah.

2. Mendesak pemerintah di masing-masing tingkatan (Gubernur/Bupati/Walikota) untuk menolak Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah, pendidikan Madrasah Diniyah.

3. Melakukan upaya-upaya lain di masing-masing wilayah untuk menolak Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah dan kebijakan yang merugikan pendidikan Madrasah Diniyah, demi menjaga harga diri dan martabat Nahdlatul Ulama.

https://www.nu.or.id/post/read/80258/pbnu-instruksikan-gelar-aksi-penolakan-lima-hari-sekolah

Tolak Full Day School, PBNU Instruksikan Seluruh Nahdliyin Gelar Aksi
http://www.jawapos.com/read/2017/08/10/149966/tolak-full-day-school-pbnu-instruksikan-seluruh-nahdliyin-gelar-aksi

NU Ancam Gelar Aksi Lebih Besar dari Aksi 212
http://manado.tribunnews.com/2017/08/10/nu-ancam-gelar-aksi-lebih-besar-dari-aksi-212-apa-sebabnya

Instruksi PBNU untuk melakukan demo atau aksi menolak FDS ini sudah dilakukan beberapa daerah

NU Banyumas Gelar Aksi Damai Tolak Full Day School


http://www.jawapos.com/read/2017/08/08/149518/nu-banyumas-gelar-aksi-damai-tolak-full-day-school

Aksi ini dihadiri belasan ribu peserta. Perwakilan pelajar dari ratusan sekolah dan pondok pesantren yang berafiliasi ke NU turut hadir dalam aksi tersebut.

Mereka datang dari seluruh penjuru wilayah sambil meneriakan yel-yel dan membawa sejumlah spanduk bertuliskan antara lain Nahdliyin menolak FDS karena hancurkan generasi Islam, FDS membuat kami tidak bisa ngaji, batalkan Permendikbud no 23 tahun 2017, dan lain sebagainya.

Unjuk rasa atau demo adalah jalan demokratis untuk menyuarakan aspirasi. Pihak PBNU tentu punya alasan dan argumen mengapa menolak FDS dan menggelar aksi.

TAPI sayangnya... PBNU tidak konsisten.Saat Aksi Bela Islam menuntut penegakkan hukum pada kasus Ahok yang menghina Al Qur'an, Ketua Umum PBNU malah nyinyir mengatakan demo itu mubazir lebih baik cari uang.

Ketum PBNU: Demo Mubazir, Lebih Baik Cari Uang

"Demonstrasi itu menghabiskan, satu waktu, kedua umur. Betapa baiknya kalau digunakan untuk hal yang produktif, belajar, kerja atau cari uang. Demo ini menghabiskan waktu, energi, ongkos biaya, tenaga, pikiran, yang menurut Islam mubazir," kata Said Aqil di kantor PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis, 17 November 2016.

http://www.viva.co.id/berita/nasional/849186-ketum-pbnu-demo-mubazir-lebih-baik-cari-uang

Komentar Said Aqil ini menanggapi rencana Aksi Bela Islam lanjutan pasca ditetapkannya Ahok sebagai tersangka pada 15 November 2016. Menurut Said gak usah demo lagi, Ahok sudah tersangka.

Kalau Umat Islam menuruti omongan Said Aqil ini bakal gak ada aksi fenomenal 212 (2 Desember 2016). Aksi-aksi Bela Islam inilah sebagai pengawal proses hukum Ahok yang akhirnya divonis 2 tahun penjara.

Dan sekarang... PBNU menyerukan Aksi guna menolak FDS. Bukannya "aksi/demo itu mubazir? Menghabiskan energi, waktu, ongkos, tenaga, pikiran? Betapa baiknya kalau digunakan untuk hal yang produktif, belajar." Itu yang dikatakan Said Aqil.

Apakah Said Aqil sudah tobat? Sudah mengakui betapa demo/aksi-aksi serupa teryata tidak sia-sia? Ternyata Aksi Bela Islam yang digelar telah membuahkan hasil? Dan sekarang ingin ditiru PBNU?[dakwahmedia/fatur]

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

SHARE ARTIKEL INI 


Baca Artikel Menarik Lainnya 

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top