Wirid, Dzikir dan Doa Setelah Shalat Wajib Lengkap Menurut Sunnah Nabi

Baca Juga 

Wirid, Dzikir dan Doa Setelah Shalat Wajib Lengkap Menurut Sunnah Nabi
 

Wirid, dzikir, dan doa setelah shalat / Pic source : ngrukem

Sebagai salah satu dan yang paling utama dalam ibadah umat Islam, shalat merupakan hal yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang ingin mendapatkan ridha Illahi.

Bukan hanya sebagai salah satu bentuk penyembahan saja, namun lebih dari itu shalat merupakan sarana untuk kita sebagai seorang makhluk berbicara dan berkeluh kesah kepada Rabb-Nya.

5 waktu yang wajib kita lakukan dan dianjurkan pula untuk menambah shalat sunnah pada waktu-waktu tertentu.


Berbicara mengenai shalat, pastilah sudah banyak yang mengetahui adab-adab ketika mendirikan shalat.

Mulai dari mengambil wudhu terlebih dahulu, kemudian niat, dan pada akhirnya nanti menyelesaikan ibadah shalat dengan salam.

Akan tetapi, tahukah bahwa ada beberapa hal yang juga dianjurkan setelah melaksanan shalat?

Yakni memperbanyak berdoa dan berdzikir, salah satunya adalah doa setelah shalat wajib.

Karena memang di waktu itulah doa-doa bisa saja terkabul.

Pengertian Dzikir dan Wirid 

Sudah pasti telah banyak yang mengetahui perihal arti dan makna sebenarnya dari berdoa. Selain untuk memohon ampunan dari Sang Illahi, pun sebagi bentuk pengharapan agar doa terkabulkan.

Setiap manusia pastilah memiliki hajad, sehingga dengan berdoalah keinginan tersebut bisa disampaikan kepada Sang Pemilik Kehidupan ini.

Selain doa-doa seperti doa pendek setelah shalat 5 waktu, ada pula dzikir dan wirid yang pengertiannya juga berbeda.

Dzikir, dalam bahasa arab berarti "mengingat". Dzikir didalam Al-Qur'an diartikan sebagai "mengingat Allah". Bisa dilihat dalam firman-Nya:

Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya (33.41.)

Didalam Al-Qur'an tidak disebutkan kapan waktu khusus untuk ber-dzikir (mengingat) Allah. Akan tetapi yang sering adalah perintah untuk ber-dzikir (mengingat) Allah, kapanpun, tidak bergantung pada waktu.

Sedangkan wirid, diartikan sebagai ibadah mengucapkan kalimat Allah diwaktu-waktu tertentu dengan tujuan tertentu, semisal saja ingin mengharapkan sesuatu atau hajad.

Jika disandarkan dengan hadits berikut:

"Rasulullah bersabda : 'Sesungguhnya aku berkata bahwa kalimat : 'Subhanallah, wal hamdulillah, wa Laa Ilaaha Illallah, wallahu akbar'

(Maha Suci Allah, dan segala puji bagi Allah, dan tidak ada Tuhan kecuali Allah, dan Allah Maha Besar) itu lebih kusukai daripada apa yang dibawa oleh matahari terbit." (HR Bukhari dan Muslim)

Maka berarti wirid termasuk ibadah yang diperbolehkan, selama sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah dan selama tidak melanggar perintah Allah yakni menggunakan Asmaul Husna.

Wirid, Dzikir dan Doa Setelah Shalat Wajib

Wirid, dzikir, dan doa setelah shalat / Pic source : dimasandrew

Wirid dan dzikir setelah shalat

Sebelum membaca doa sesudah shalat fardhu berjamaah, ada baiknya untuk membaca wirid terlebih dahulu, seperti halnya pada ulasan berikut ini.

أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ الَّذِي لآ إِلَهَ إِلَّا هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ.

Astaghfirullohal 'adzhiim(a) alladzii la ilaha illahuwal'hayyul qoyyuwm(u) waatuwbu ilaih(i).

لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ اْلمُلْكَ وَلَهُ اْلحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.

La ilaha illallohu wa'hdahula syariikalah(u), lahulmulka walahul'hamdu yu'hyii wayumiitu wahuwa 'alakulli syai'in(g)qodiir(u).

اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَا اْلجَدِّ مِنْكَ اْلجَدُّ

Allohumma la ma ni'alima a'thoit(a), wala mu'thiya lima mana'ta wala yan(g)fa'udzal jaddi min(g)kaljadd(u)

اَللَّهُمَّ أَجِرْنَا مِنَ النَّارِ.

Allohumma ajirna minannar(i)

اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلاَمُ، فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمُ وَأَدْخِلْنَا اْلجَنَّةَ دَارَ السَّلاَمِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ.

Allohumma an(g)tassalamu wa min(g)kassalamu wa ilaika ya'uwdussalam(u), fa'hayyina robbana bissalamu wa adkhilnaljannata darossalami tabarokta robbana wa ta'alaita yadzaljalali wal ikrom(i).

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

A'uudzu billahiminasy-syaithonirrojiim(i)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Bismillahirro'hmanirro'hiim(i)

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ اهْدِنَا الصِّرَاطَ اْلمُسْتَقِيْمَ صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ اْلمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَآلِّيْنَ. آمِيْنَ.

Al'hamdulillahirobbil'aalamiin(i) arro'hmanirro'him(i) maliki yawmiddiin(i) iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'iin(u) ihdinash shirotholmustaqiim(a) shiro tholladziina an'amta 'alaihim ghoirilmagh-dhuubi 'alaihim waladholliin(a) - aamiin(a).

وَإِلَهُكُمْ إَلَهٌ وَاحِدٌ لاَ إِلَهَ إِلَّا هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي اْلأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَآءَ وَسِعَ كُرْسِيُّه ُالسَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤُوْدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ اْلعَلِيُّ اْلعَظِيْمُ.

Wa ilahukum alahu wa 'hidu lailaha illahuwal'hayyulqoyyuum(u), lata'khudzuhu sinatu wala_naum(u) lahumafiissamawati wama_fiil ardh(i) man(g)dzalladzii yasy-fa'u in(g)dahu illabiidz-nih(i) ya'lamuma baina aidiihim wama kholfahum wala yu'hiituuna bisyai in min ilmihi illa bima sya'(a) wasi 'akursiyyuhussamawati wal ardh(o) walaya'uuduhu 'hifdzhuhuma wahuwal'aliyyul'adzhiim(u).

إِلَهَنَا رَبَّنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا سُبْحَانَ اللهِ... سُبْحَانَ اللهِ (33 مرة)

Ilahana robbana an(g)tamaulana sub'hanalloh(i)

sub'hanalloh (33x)

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ دَائِمًا أَبَدًا اَلْحَمْدُ ِللهِ ... اَلْحَمْدُ ِللهِ (33 مرة)

Sub'hanallohi wabi'hamdihi da 'iman abadan al'hamdulillah(i)

al'hamdulillah (33x)

اْلحَمْدُ ِللهِ عَلىَ كُلِّ حَالٍ وَفِي كُلِّ حَالٍ وَبِنِعْمَةِ يَا كَرِيْمُ ... اللهُ أَكْبَرُ (33 مرة)

Al'hamdulillahi 'ala kulli'halinn wafiikulli'halin wabini'mati yakariim(u)

allohu akbar (33x)

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَاْلحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ اْلمُلْكُ وَلَهُ اْلحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ.

Allohu akbar(u) kabiiron wal'hamdulillahi katsiiron wasub'hanallohi bukrotan wa ashiilan, lailaha illallohu wa'hdahulasyariikalah(u), lahulmulku walahul'hamdu yu'hyii wayumiitu wahuwa 'alakulli syai in(g)qodiir(u). Wala'hawla walaquwwata illabillahil 'aliyyil'adzhiim(i).

أَسْتَغْفِرُ اللهَ اْلعَظِيْمَ (ثلاث مرات)، إِنَّ اللهَ غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ.

Astaghfirullohal'adzhiim(a) (), innalloha ghofuururo'hiim(u)

أَفْضَلُ الذِّكْرِ فَاعْلَمْ أَنَّهُ...

Afdholudz-dzakri fa'lam annahu...

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ (...حي موجود)

La ilaha illalloh(u)

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ (...حَيٌّ مَعْبُوْدٌ)

La ilaha illalloh(u)

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ (...حَيٌّ بَاقٍ)

La ilaha illalloh(u)

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ ... (33 مرة)

La ilaha illalloh(u) (33x)

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، كَلِمَةُ حَقٍّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوْتُ وَبِهَا نُبْعَثُ إِنْ شَآءَ اللهُ مِنَ اْلآمِنِيْنَ.

La ilaha illallohu mu'hammadurosuulullohi sollallohu 'alaihi wa sallam(a), kalimatu'haqqon 'alaiha na'hya wa 'alaiha namuutu wa biha nab'a-tsu in(g)sya 'allohu minal aminiin(a).

Doa setelah shalat wajib

Wirid, dzikir, dan doa setelah shalat / Pic source : candradewojati

Setelah melantunkan dzikir dan wirid, inilah waktunya untuk kita memanjatkan bacaan doa setelah sholat.

Ada banyak doa yang bisa dibaca ketika telah menyelesaikan ibadah shalat, dari shalat wajib hingga sunnah pun ada doa tersendiri di dalamnya.

Akan tetapi ada beberapa doa setelah shalat yang bisa dibaca dan diamalkan sehari-hari seperti berikut ini.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْدًا يُوَافِىْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَارَبَّنَالَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ كَمَا يَنْبَغِىْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Alhamdu lillaahi rabbil 'aalamiin. Hamday yu-waafii ni'amahuu wa yukaafi'u maziidah. Yaa rabbanaa lakalhamdu wa lakasy syukru ka-maa yambaghiilijalaaliwajhika wa 'azhiimisul-thaanik.

Artinya:

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam. Pujian yang sebanding dengan nikmat-nikmatnya dan menjamin tambahannya.

Wahai Tuhan kami, bagi-Mu-lah segala puji, dan bagi-Mu-lah segalah syukur, sebagaimana layak bagi keluhuran zat-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu.

اَللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. صَلاَةً تُنْجِيْنَابِهَا مِنْ جَمِيْعِ اْلاَهْوَالِ وَاْلآفَاتِ. وَتَقْضِىْ لَنَابِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ.وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ. وَتَرْفَعُنَابِهَا عِنْدَكَ اَعْلَى الدَّرَجَاتِ. وَتُبَلِّغُنَا بِهَا اَقْصَى الْغَيَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ اِنَّهُ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَاقَاضِىَ الْحَاجَاتِ.

Allaahumma shalliwasallim 'alaa sayyidinaa muhammadiw wa 'alaa aali sayyidinaa muhammad. Shala atan tun ajihnaa bíhaa minjamii'il ahwaali wal aafaat.

Wa taqdhii lanaa bihaa jamii'al haajaat. Wa tuthahhirunaa bihaa min jamii'is sayyi'aat. W atarfa ' un a a bihaa 'indaka ' a'laddarajaat.

Wa tuballighunaa bihaa aqshal ghaayaati min jamii'il khairaatifil hayaatiwa ba'dal mamaat. Innahu samii'un qariibum mujiibud da'awaat wayaa qaadhiyal haajaat.


Artinya:

Wahai Allah, limpahkanlah rahmat dan kesejahteraan kepada penghulu kami, Nabi Muhammad dan keluarganya, yaitu rahmat yang dapat menyelamatkan kami dari segala ketakutan dan penyakit,

yang dapat memenuhi segala kebutuhan kami, yang dapat mensucikan diri kami dari segala keburukan, yang dapat mengangkat derajat kami ke derajat tertinggi di sisi-Mu,

dan dapat menyampaikan kami kepada tujuan maksimal dari segala kebaikan, baik semasa hidup maupun sesudah mati. Sesunggunya Dia (Allah) Maha Mendengar, Maha Dekat, lagi Maha Memperkenankan segala doa dan permohonan.

Wahai Dzat yang Maha Memenuhi segala kebutuhan Hamba-Nya.

MasyaAllah, sungguhlah doa dan dzikir setelah shalat fardhu nahdlatul ulama tersebut bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari setelah melaksanakan ibadah shalat wajib.

Semoga bisa bermanfaat dan menjadikan kita semua lebih baik lagi di kemudian hari.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

SHARE ARTIKEL INI 


Baca Artikel Menarik Lainnya 

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top