Wow, 8 Orang Terkaya Indonesia Tak Miliki NPWP

Baca Juga 


Wow, 8 Orang Terkaya Indonesia Tak Miliki NPWP
 



Jakarta,Kabarsatu - Majalah internasional Forbes mempublikasikan adanya delapan orang kaya Indonesia yang justru tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Menteri Keuangan (Menkeu) juga membeberkan 8 orang tidak memiliki NPWP saat melapor ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (9/12/2016) kemarin.

Delapan orang kaya yang hingga kini tidak memiliki NPWP, diantaranya adalah Rudi Hartono dan Michael Hartono (keduanya pemilik perusahaan rokok Djarum dan BCA),  Low Tuck Kwong (pendiri Bayan Resources dibidang Tambang Batu Bara),  Martua Sitorus (pendiri Wilmar Internasional), Peter Sondakh (pendiri PT Rajawali Corporation), Sri Prakash Lohia (pendiri Indorama Corporation), dan Kiki Barki (pengusaha batu bara).

Ketua Pendiri Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pajak dan Cukai, Iskandar Sitorus mengatakan, sangat hebat sekali jika ada delapan orang terkaya di Indonesia tapi tidak memiliki NPWP dan tidak diketahui negara. Namun delapan orang kaya yang tidak membayar pajak tersebut malah diketahui oleh majalah asing dan justru diundang ke Istana Negara.

"Langkah yang sangat luar biasa jika Presiden Joko Widodo bisa mengundang 500 Wajib Pajak (tentu memiliki NPWP) paling kaya di Indonesia atau disebut WP prominent, tetapi sekaligus malah mengundang orang kaya yang tidak memiliki NPWP ke Istana Negara Jumat 9 Desember 2016 lalu," ujar Iskandar Sitorus saat ditanya Harian Terbit terkait delapan orang kaya yang tidak memiliki NPWP, Senin (12/12/2016).

Menurut Iskandar, sangat anamoli disaat rakyat biasa diperintahkan untuk membuat NPWP untuk mengurus berbagai dokumen dan membayar pajak. Tapi justru ada orang kaya yang tidak membayar pajak karena tidak memiliki NPWP. Apalagi saat ini pemerintah sedang menerapkan program Tax Amnesty untuk pemasukan keuangan negara.

"Bagaimana mungkin dari orang yang tidak memiliki NPWP diharapkan mengajukan pengampunan pajak. Apa mungkin yang tidak punya NPWP bisa mendorong pemilik NPWP ikut tax amnesty? Bagaimana mungkin pula bisa diukur kekayaan orang yang tidak punya NPWP? Lantas yang paling tidak mungkin lagi adalah mengharapkan mereka bayar pajak? Anomali bukan?," tanya Iskandar.

Iskandar mempertanyakan kinerja Direktorat Pajak dan Menteri Keuangan yang dinilainya lalai untuk mendeteksi 8 orang kaya tersebut. Adanya 8 orang yang tidak memiliki NPWP juga menunjukan mereka diduga kuat berniat mengemplang pajak sebagai pribadi. Karena
secara bisnis, perusahaan yang dikendalikannya terbukti memiliki NPWP.

"Teramat semakin kompleks minusnya kinerja Direktorat Pajak. Bahkan sekarang semakin meyakinkan publik bahwasanya kinerja mereka terlihat negatif ketika Presiden Jokowi mengundang WP prominent berdasar data dua majalah asing tersebut," paparnya.

Lebih lanjut Iskandar mengatakan, dengan adanya 8 orang kaya tidak memiliki NPWP maka jelas tidak akan tercapai upaya Presiden untuk meningkatkan APBN dari sektor pajak. Sehingga tidak bisa diharapkan lagi kinerja Direktorat Pajak untuk mendukung kesuksesan kepemimpinan Jokowi.

"Jika kualitas Direktorat Pajak selemah itu maka harapan untuk meningkatkan pendapatan dari sektor pajak tidak akan tercapai," tegasnya.

Sementara itu Manager Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Apung Widadi mengatakan, adanya 8 orang kaya tidak memiliki NPWP maka artinya database pajak di Direktorat Pajak tidak baik dan detail. Karena rakyat kecil dipaksa membuat NPWP sementara konglomerat malah lepas dari kewajiban.  "Ini kesenjangan yang sangat timpang," tegas Apung.

Apung menuturkan, delapan orang kaya tidak memiliki NPWP tersebut harus dipaksa untuk membuat NPWP dan membayar pajak. Karena menyembunyikan data seperti itu adalah benih korupsi sektor pajak, seperti yang sudah ditangkap KPK beberapa waktu lalu.

"Mereka harus diberikan sanksi. Minimal sanksi sosial sebar nama-namanya ke publik," paparnya.

Pad Jumat (9/12/2016) malam , Presiden Jokowi mengundang ratusan Wajib Pajak, yang termasuk paling kaya di Indonesia ke Istana Negara, Jakarta. Dalam kesempatan itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan gambaran mengenai perkembangan program pengapunan pajak atau tax amnesty periode kedua yang akan berakhir Desember 2016 ini.dikutip dari harianterbit [ht/fatur]

Note: Berita ini sebelumnya sudah diterbitkan melalui media harianterbit dengan judul  "Hebat , 8 Orang Terkaya Indonesia Tak Miliki NPWP"

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Daftar Artikel Terbaru Lainnya 




" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

SHARE ARTIKEL INI 


Baca Artikel Menarik Lainnya 

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top