Mengapa saat berduka identik dengan pakaian hitam ? Ternyata Itu Perbuatan Batil dan Tercela, Bukan Ajaran Islam

Baca Juga 


Mengapa saat berduka identik dengan pakaian hitam?


  Yes  Muslim  -  Kebiasaan memakai pakaian hitam saat berkabung sudah dianggap lazim oleh masyarakat. Tapi tahukah arti pakaian hitam tersebut dan berasal dari mana budaya memakai pakaian hitam saat berkabung?







Awalnya mengenakan pakaian hitam saat berkabung berasal dari Amerika Latin. Hal itu merupakan simbol rasa empati dan berbelasungkawa.

"Jadi itu hanya sebuah simbol yang dipakai oleh etnik di Amerika Latin," Ujar Budayawan Yahya Andi Saputra ketika dihubungi merdeka.com, Rabu (30/9).

"Kita mengadopsi tidak apa-apa sebab artinya merasa berduka, simbol warna hitam itu artinya berbelasungkawa dan empati kita kepada orang tertimpa musibah," paparnya.

Namun, kata Yahya simbol itu tidak semuanya dipakai, contohnya di Tiongkok. "Pada saat berduka di Tiongkok justru memakai pakaian berwarna putih," ujarnya.

Sementara itu, jika dilihat dari sisi budaya Melayu warna hitam memiliki makna sakral, dan spiritual yang tinggi. Hal itu yang dijadikan alasan kenapa warna hitam yang dijadikan lambang dukacita dan ketabahan.

"Oleh karena itu simbol itu dianggap sesuatu yang sakral," ujar Budayawan Fakrunnas MA Jabbar.

Menurutnya hal-hal mistik itu masih dianggap ada sampai sekarang. "Tidak hanya satu warna saja tapi masih banyak simbol yang lain masih dianggap gaib," pungkas Fakrunnas. [ren]







Ternyata Itu Perbuatan Batil dan Tercela, Bukan Ajaran Islam



KITA sering menyaksikan hampir setiap ada kematian, banyak orang-orang yang melayat atau keluarga yang tengah berduka, menggunakan pakaian serba hitam. Apakah syariat Islam mengajarkan hal itu?


Melayat orang yang meninggal adalah perbuatan yang disunnahkan sebagaimana sabda Rasulullah saw,”Tidaklah seorang mukmin melayat saudaranya yang tertimpa musibah kecuali Allah akan pakaikan dirinya dengan perhiasan kemuliaan pada hari kiamat.” (HR. Ibnu Majah)
Seharusnya ketika seseorang yang tertimpa musibah melaksanakan hal-hal yang telah diajarkan syariat, yaitu mengucapkan innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Allahumma ajirni fi mushibati wa akhlifli khoiron minha (Sesungguhnya kami milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya kami dikembalikan. Ya Allah berilah aku pahala dalam musibahku ini dan berilah aku pengganti yang lebih baik).
Jika ia mengucapkannya dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, Allah Subhanahu wa Taala akan membalasnya dengan pahala dan memberikan pengganti yang lebih baik.
Diantara yang banyak dilakukan orang-orang yang datang melayat ke keluarga si mayit adalah mengenakan pakaian berwarna hitam sebagai ungkapan perasaan mereka yang turut pula berduka dengan musibah yang terjadi.
Padahal menggunakan pakaian hitam ketika melayat merupakan perkara batil dan tercela dalam syariat Islam.
Didalam buku-buku sejarah dan peradaban Islam disebutkan bahwa pakaian putih adalah yang dipilih untuk berkabung di sebagian negeri.
Imam Suyuthi didalam kitabnya “al Awa’il” menyebutkan bahwa yang pertama dipakai oleh orang-orang Abbasiyah adalah warna hitam ketika Ibrahim al ‘Umawi membunuh Ibrahim seorang imam yang mengaku khalifah sehingga warna hitam menjadi syiar bagi mereka.
Ada juga yang mengatakan bahwa orang-orang Mesir memilih pakaian berwarna hitam untuk menunjukkan kesedihan saat berkabung terhadap orang-orang Koptik yang mati pada masa “Diokletianus” dimana sebanyak 180.000 orang-orang Kristen disembelih dalam satu hari kemudian kaum wanita mereka mengenakan pakaian yang berwarna hitam.
Ringkasnya bahwa tidak terdapat nash-nash didalam Al Qur’an dan Sunnah yang menunjukkan pengenaan pakaian yang berwarna hitam saat berkabung terhadap seorang yang meninggal. Yang ada hanyalah larangan mengenakan pakaian yang bertentangan dengan perasaan kesedihan dan membiarkan pembatasan itu kepada adat kebiasaan. (Fatawa al Azhar juz X hal 17)
Wallahu A’lam




Hukum Mengenakan Pakaian Hitam Saat Berduka Cita

Pertanyaan:
Apakah boleh mengenakan pakaian berwarna hitam untuk menunjukkan kesedihan karena kematian terutama karena kematian suami?

Jawaban:
Mengenakan pakaian hitam saat tertimpa musibah merupakan simbol yang tidak ada asalnya. Seharusnya ketika seseorang yang tertimpa musibah melaksanakan hal-hal yang telah diajarkan syariat, yaitu mengucapkan innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Allahumma ajirni fi mushibati wa akhlifli khoiron minha (Sesungguhnya kami milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya kami dikembalikan. Ya Allah berilah aku pahala dalam musibahku ini dan berilah aku pengganti yang lebih baik). Jika ia mengucapkannya dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan membalasnya dengan pahala dan memberikan pengganti yang lebih baik. Adapun menggunakan pakaian tertentu, misalnya pakaian hitam atau lainnya, tidak ada asalnya, bahkan ini merupakan perkara batil dan tercela.
Fatawa al-Mar’ah, Syaikh Ibnu Utsaimin, hal. 65.
Sumber: Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 2, Darul Haq Cetakan VI 2010
Artikel www.KonsultasiSyariah.com



Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 



Sajikan Info Unik, Menarik dan Populer
--------------------------------------------------------------
" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Baca Artikel Menarik Lainnya 



Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top