Ketika Kang Emil Sebut Ustaz Abdul Somad Inspirasi Dakwahnya Lewat Kekuasaan

Baca Juga 




  Yes  Muslim  - BANDUNG -- Calon gubernur Jawa Barat (cagub Jabar), Ridwan Kamil menyatakan ikut dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar, bukan tanpa tujuan. Menurut Ridwan Kamil, ia ingin berdakwah dengan kekuasaan.

Hal tersebut, dikemukakan oleh pria yang akrab disapa Emil tersebut saat menghadiri acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Dekanat Universitas Islam Bandung (Unisba), Rabu (17/1). "Karena saya yakin, hanya dengan kekuasaan saya bisa berdakwah optimal," ujar Emil.

Emil menjelaskan, ia merupakan follower setia Ustad Abdul Somad. Dalam ceramahnya, menurut Emil, ustaz kondang tersebut pernah menyatakan bahwa dakwah terhebat adalah melalui kekuasaan.

"Dan memang benar, saya sudah membuktikannya. Tanda tangan saya payu (laku) setelah jadi wali kota bisa menyuruh RT/RW dan menghidupkan Magrib mengaji di tiga ribu masjid," katanya.

Selain itu, kata dia, dengan tanda tangannya, ia bisa meningkatkan pendapatan zakat jadi berkali lipat. Karena, kekuasaan ia bisa membuat aturan setiap bulan PNS dipotong zakat penghasilannya secara rutin.

"Saya ingin menggunakan kepemimpinan untuk dakwah saya," tegas Emil.

http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/politik/18/01/17/p2ot49409-emil-sebut-ustaz-somad-inspirasi-dakwahnya-lewat-kekuasaan


berikut jejak nya : 

Ridwan Kamil Resmikan Program Magrib Mengaji di Kota Bandung

http://www.seputarbandungraya.com/2016/04/ridwan-kamil-resmikan-program-magrib.html



Membaca Al Qur`an atau mengaji sejak dulu telah menjadi budaya masyarakat Indonesia. Namun seiring berkembangnya zaman kegiatan mengaji ini sudah mulai ditinggalkan. Masjid-Masjid tampak terlihat kosong, tak ada lagi aktifitas pengajian. Umat kebanyakan  lebih asyik di depan televisi daripada mengaji.

Berkenaan hal tersebut, Walikota Bandung M Ridwan Kamil, Jumat 29 April 2016 meluncurkan Program Magrib Mengaji di Mesjid Al-Ukwah Jl. Wastu Kencana Bandung dengan menghadirkan aparat penerintah mulai dari Lurah, Camat dan jajaran SKPD se-Kota Bandung

Adapun elemen masyarakat yang hadir mulai dari TP PKK, RW, DKM, LPM, MUI, Karang Taruna, Peyuluh Agama serta elemen masyarakat lainya seperti  Kelompok Infirmasi Masyarakat (KIM) yang juga  mitra pemerintah dan kepanjangan tangan media informasi Diskominfo Kota Bandung.

Gerakan Program Maghrib Mengaji merupakan program Pemerintah Kota Bandung untuk membudayakan membaca Al Qur`an setelah shalat Maghrib di kalangan masyarakat. Adapun tujuan-tujuan dari diadakan  Program Magrib Mengaji ini adalah :

1.  Menghidupkan kembali tradisi membaca / mendaras Al Qur`an setiap selesai shalat Maghrib di
    seluruh pelosok dan masjid yang ada di Kita Bandung, sehingga dengan begitu diharapkan
    masyarakat dapat memanfaatkan waktu antara Maghrib dan Isya dengan efektif untuk beribadah
   kepada Allah dan memperdalam wawasan keagamaannya dan tidak menghabiskan waktunya untuk
    hal-hal yang

kurang bermanfaat.
2. Menumbuhkan kesadaran di tengah-tengah masyarakat akan fungsi dan peranan Al Qur`an bagi 
    kehidupan manusia sehingga Al Qur`an tetap dibaca dan dipelajari sekalipun telah tamat (khatam)
    dari Taman Pendidikan Al Qur`an.
3.  Meningkatkan minat dan kemampuan masyarakat dalam membaca Al Qur`an.
4.  Meminimalisir pengaruh negatif dari media elektronik.
5.  Mengimarahkan Masjid dengan gema ibadah.
6.  Meningkatkan kerjasama antara orang tua, masyarakat dengan unsur pendidikan dan pemerintah.


Pada kesempatan launching Magrib Mengaji ini, Emil sapaan dari Ridwan Kamil ini ditemani oleh anak bungsunya dan juga ibunda tercinta dari orang nomor satu di Kota Bandung ini.

Atalia dikabarkan sakit dan masih terbaring sehingga tidak dapat mendampinginya suaminya dalam kegiatan tersebut. Di dampingi Camilia Laetitia Azzahra, putri kesayangan emil ini bergantian membacakan surat Ar-Rahman sebagai simbolis gerakan magrib mengaji ini resmi dibuka.

"Saya titipkan urusan di sana pendidikan antikorupsi, antiterorisne, antinarkoba, anti-pergaulan bebas dengan bahasa bahasa yang mudah dimengerti. Bagi saya ini sangat penting, pas Magrib nggak boleh ada anak-anak yang keluyuran nggak jelas"tutur Emil

Sasaran utama dalam Progran Maghrib Mengaji ini adalah seluruh komponen masyarakat, terutama anak-anak. Diharapkam program Magrib Mengaji ini bukan sekadar mengajarkan baca Al-Quran saja, tapi juga pendidikan karakter bagi anak-anak.




Sambut Bulan Ramadan, Ridwan Kamil Luncurkan Aplikasi Ayo Bayar Zakat


https://news.detik.com/berita/3220230/sambut-bulan-ramadan-ridwan-kamil-luncurkan-aplikasi-ayo-bayar-zakat




Pemkot Bandung Luncurkan Gerakan Ayo Bayar Zakat


Sebagai salah satu negara dengan jumlah umat muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi zakat sebesar 200 triliun rupiah. Di Kota Bandung potensi zakat diperkirakan mencapai 2 triliun rupiah. Akan tetapi, faktanya pencapaian zakat tidak sebesar itu.

Untuk meningkatkan kesadaran dan memotivasi masyarakat untuk membayar zakat, Pemerintah Kota Bandung bersama Forum Organisasi Zakat meluncurkan Gerakan Ayo Bayar Zakat. Acara tersebut dilaksanakan di Masjid Agung Provinsi Jawa Barat, Minggu (29/05/2016).

Peluncuran gerakan ini ditandai dengan pemberian Kartu Muzakki kepada Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil dan Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial, serta Kartu Mustahik kepada salah satu warga Kota Bandung.

"Kita bikin gampang, kita bikin gaul. Setiap pemberi zakat kita beri kartu namanya Muzakki, setiap penerima manfaat zakat kita beri namanya Kartu Mustahik," kata Ridwan.

Selain itu, untuk memudahkan pembayaran zakat, telah diluncurkan pula aplikasi digital Ayo Bayar Zakat yang digagas oleh 15 lembaga amil zakat di Kota Bandung.

"Kita ada aplikasi sehingga orang yang bingung tinggal kapan saja ngecek ada kalkulator zakat di situ," tutur Ridwan.

Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat mengetahui jumlah zakat yang wajib dibayar karena dilengkapi dengan kalkulator zakat. Pengguna dapat langsung melakukan transaksi zakat dengan cara transfer antar bank. Selain itu, pengguna juga bisa memantau penyaluran zakat yang telah dibayarkan.

Fitur lainnya adalah warga Kota Bandung bisa mendapatkan layanan mobil ambulan gratis yang bisa diakses melalui aplikasi tersebut.

"Alhamdulillah kita ada 25 ambulan," terang Ridwan.

Solusi Pengentasan Kemiskinan.

Ridwan berpandangan bahwa zakat bisa menjadi solusi pengentasan kemiskinan.

"Kita melihat bahwa zakat adalah solusi modern untuk mengentaskan kemiskinan," ungkapnya.

Ia mengatakan, jumlah penduduk miskin di Kota Bandung sekitar 50.000 kepala keluarga. Jika setiap keluarga diberi bantuan sebesar 10 juta pertahun, maka jumlah yang dibutuhkan adalah 500 milyar.

"Mimpi saya 500 milyar," ujar Ridwan saat ditanya tentang target pendapatan zakat Kota Bandung.

"Dengan Gerakan Ayo Bayar Zakat ini saya menghimbau kepada umat Islam yang mampu karena di setiap hartanya itu ada 2,5% yang bukan haknya," tandasnya.



Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 



Sajikan Info Unik, Menarik dan Populer
--------------------------------------------------------------
" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Baca Artikel Menarik Lainnya 



Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top