Struk Belanja 1992 Bukti Soeharto Lebih Baik? Sebuah Narasi Bodoh Akibat Malas Mikir

Baca Juga 




  Yes  Muslim  - Viral foto struk belanja pada tahun 1992 diposting oleh pemilik akun twitter @HMSoeharto1921.


Aku @HMSoeharto1912 memberi keterangan dalam postingannya sebagai berikut “Ada yg punya kenangan belanja sembako tahun 1992. Ini struknya.” Tulis Akun tersebut, selasa (16/1)
kemudian diviralkan oleh merdeka.com dengan judul : Viral, beredar foto struk belanja tahun 1992, lihat harga mie instan dan rokoknya (Merdeka.com, 18/1/18)
Melalui gambar itu seakan hendak dibangun suatu narasi bahwa zaman soeharto harga barang murah, berbeda jauh dengan harga barang sekarang. Sebagai contoh mie instan didalam struk tertulis seharga 215 rupiah sedangkan sekarang harga mie instan kisaran 2000 hingga 2500 rupiah, berbeda hingga 10 kali lipat.


Narasi seperti ini adalah narasi kebodohan akibat malas mikir sekaligus pembodohan secara terselubung, karena sejatinya bukan siapa yang memimpin, bukan tentang pak harto lebih baik dari pak jokowi, atau sebaliknya,  saya tekankan disini tak bermaksud membela jokowi atau merendahkan pak harto tidak sama sekali, keduanya sama saja.
Perubahan harga yang begitu drastis adalah dikarenakan inflasi akibat diterapkannya sistem kapitalisme, kapitalisme dengan uang kertasnya sudah seharusnya terjadi inflasi, karena inflasi didalam tubuh kapitalisme melalui uang kertas seakan sudah menjadi gen bawaan, DNA alami yang pasti dimiliki.
Harga barang diukur dengan uang kertas, dan sudah sangat bisa dipastikan tak akan memberikan kestabilan harga karena uang kertas sendiri tidak memiliki nilai intrinsik yang semestinya, sehingga pihak-pihak tertentu bisa saja menciptakan uang kertas sesuka mereka. Hal ini sangat berbeda dengan emas dan perak, kedua logam mulia ini memiliki nilai real, nilai intrinsik yang benar-benar mewakili nilai barang yang akan dijual atau beli. Sehingga harga barang akan tetap stabil betappun berlalu waktu ratusan bahkan ribuan tahun.
Oleh karena itu mengapa Islam mewajibkan negara menggunakan dinar(emas) dan dirham (perak) sebagai nilai tukar resmi dalam perdagangan bukan uang kertas yang hanya selembar kertas dengan bubuhan angka dan tanda tangan pemilik kebijakan.
Foto ini seharusnya membuka cakrawala berfikir kita, beginilah buruknya sistem kapitalisme yang sedang diterapkan ini, foto ini seharusnya membuat kita merasa semakin yakin bahwa Islam memang sebuah solusi atas masalah dunia saat ini. coba bayangkan jika pada tahun 1992 itu kita sudah bersusah payah mengumpulkan uang sebanyak 1 juta rupiah, lalu pada beberapa puluh tahun kemudian tiba-tiba uang yang telah dikumpulkan dengan perasan keringat itu tak bernilai banyak, bahkan untuk jajan anak-anak saja tak dapat mencukupi.
Semoga rakyat semakin mengerti pokok permasalahan mereka sehingga perubahan kearah yang lebih baik menjadi sebuah keniscayaan.
Oleh: Ezufatrin (Direktur NPW)


Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 



Sajikan Info Unik, Menarik dan Populer
--------------------------------------------------------------
" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Baca Artikel Menarik Lainnya 



Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top