Soal 10 Tuntutan Gereja Terhadap Ummat Islam, Begini Tanggapan MUI Papua dan PUSAT

Baca Juga 




Soal 10 Tuntutan Gereja Terhadap Ummat Islam, Begini Tanggapan MUI Papua

  Yes  Muslim  - Persekutuan Gereja-gereja Kabupaten Jayapura [PGGJ] dalam surat pernyataan sikap yang berisi 10 tuntutan meminta kepada ummat Islam salah satunya adalah agar bunyi azan harus mengarah ke dalam masjid dan dan pembangunan menara masjid Al-Aqsa tidak boleh lebih tinggi dari bangunan gereja yang ada di sekitarnya.


Dalam surat itu, PGGJ mendesak agar proses pembangunan menara tersebut dihentikan dan dibongkar dengan limit waktu selama 14 hari sejak pernyataan PGGJ disampaikan kepada media.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua, Saiful Islam Payage membenarkan surat tersebut. Namun, dia menyebut bahwa imbauan itu hanya bersifat aspirasi dan tidak bisa semerta-merta dilaksanakan.

“Masalah surat edaran dari teman-teman gereja itu memang benar. Namun, kita kan negara demokrasi, itu sah-sah saja, mereka mengeluarkan keinginan itu. Tapi tidak bisa serta merta bisa diaplikasikan, di Jayapura khususnya,” jelasnya pada Sabtu (17/03/2018), sebagaimana dilansir Kiblat.net.

Menyikapi hal ini, dia menyarankan harus ada pertemuan dan dialog. Umat Islam Papua siap jika diajak untuk melakukan pertemuan.

“Kami siap saja (pertemuan.red), insya Allah. Kalau ada pertemuan, kita siap. Tapi kita harus bertemu internal baru bertemu eksternal,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi Papua Faisal Saleh juga menyebut pihaknya terbuka melakukan dialog bersama dengan PGGJ terkait tuntutan tersebut.

“Kalau PGGJ keberatan bisa dibicarakan dalam FKUB karena ada representasi agama-agama di situ,” ujarnya. merujuk pada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang siap memfasilitasi adanya dialog bersama di dalam MUI.

Faisal mengungkapkan, persoalan azan dengan pengeras suara merupakan isu lama di Papua. Namun, hal tersebut tidak sampai mempengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat Jayapura.[www.tribunislam.com




Tolak Tuntutan Gereja, MUI dan Muslim Papua Teruskan Pembangunan Masjid Al-Aqsha


Tolak Tuntutan Gereja, MUI dan Muslim Papua Teruskan Pembangunan Masjid Al-Aqsha

Pasca Persekutuan Gereja-gereja Jayapura (PGGJ) menolak pembangunan Menara Masjid Al-Aqsha Sentani dengan alasan lebih tinggi dari bangunan gereja yang ada di sekitarnya, Bupati Jayapura menggelar pertemuan bersama dengan MUI Papua, PGGJ, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan elemen masyarakat lainnya pada senin (19/3/2018).


Pertemuan digelar untuk mencari solusi terkait kejadian yang dinilai melukai toleransi beragama tersebut. Hasilnya pertemuan itu membuat tim bersama untuk mempertajam dan menemukan solusi.

“Akhirnya terbentuk tim kecil, saya masuk, dari PGGJ, juga dari FKUB,” ujar ketua MUI Papua, Saiful Islam Al Payage saat dihubungi Salam-Online, Senin (19/3), usai pertemuan.

Meski demikian, menurut Payage, sebenarnya pembentukan tim tidaklah begitu diperlukan, karena MUI dan Umat Islam Papua akan tetap teguh pada pendirian, yakni meneruskan pembangunan dan menolak tuntutan PGGJ.

“Saya pikir tidak ada yang perlu dipertajam, karena umat Islam, tim kecil itu, tidak akan mempengaruhi keputusan apapun,” kata dia.

“Intinya adalah kita menolak delapan poin (tuntutan) yang diminta persekutuan gereja-gereja, kita tidak bisa melaksanakan itu, karena, itu adalah sesuatu yang sangat prinsip, itu masuk ke dalam privat kita sebagai umat Islam,” tegasnya.

Payage mengatakan bahwa dalam pembangunan Masjid Al-Aqsha dan menaranya tidaklah melanggar hukum, baik hukum positif negara maupun hukum adat yang berlalu di tanah Papua. Oleh karenanya, mestinya, kata dia, PGGJ harus menghormati hal itu.

“Kita akan bertahan-lah, itu sesutu yang diajarkan agama, saya pikir, bukan hanya agama, tapi juga diperkuat UUD 1945,” terangnya.

PGGJ sendiri saat ini, menurut Payage, juga masih teguh dalam penolakan. Namun dia menganggap hal itu tidak akan berpengaruh apapun terhadap pembangunan, apalagi suara PGGJ sendiri bukanlah representatif umat kristiani secara kesuluruhan di Papua.

Payage juga mengaku dalam pertemuan tersebut dia mengatakan kepada para pendeta bahwa perihal toleransi umat Islam akan selalu ada di garda terdepan.

“Saya bilang ke pendeta-pendeta bahwa umat Islam jangan diragukan untuk menjaga persatuan dan kesatuan antar umat beragama. Islam akan ada di garda paling depan untuk menjaga persatuan dan kesatuan di tanah Papua,” kata Payage. [www.tribunislam.com

Azan Dipermasalahkan, Sekjen MUI: Lonceng Memangnya Nggak Ganggu?





Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas tidak setuju bila Persekutuan Gereja-gereja Jayapura (PGGJ) melarang azan karena dianggap tidak toleransi kepada umat agama lain. Sebab, ia menilai bunyi lonceng gereja juga mengganggu.


“Memangnya bunyi lonceng mereka nggak mengganggu, mengganggu juga kan? Kemana tokoh-tokoh HAM? Saya bingung kenapa kok bisa begini, sepertinya yang diminta toleransi untuk umat Islam saja,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Ahad (18/03/2018).
Ia juga menilai bahwa ada standar ganda dalam penerapan toleransi di Indonesia. Pasalnya, di saat bersamaan muncul imbaun kepada umat Islam untuk tidak ke masjid karena ada hari raya Nyepi di Bali. Sebaliknya, kasus ibu penjual nasi di siang Ramadhan di Banten yang ditertipkan aparat justru diributkan.

“Mengapa kok ketika kita minta jangan berdagang siang hari di bulan Ramadhan kok ribut, seperti mau roboh negeri ini,” tuturnya.
Oleh sebab itu, ia meminta supaya jika umat di luar Islam meminta agar umat Islam bertoleransi, maka mereka juga toleransi terhadap umat Islam.

“Jangan sampai ada standar ganda dalam toleransi,” tandas pria yang juga salah satu ketua Muhammadiyah ini.[www.tribunislam.com



Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 



Sajikan Info Unik, Menarik dan Populer
--------------------------------------------------------------
" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Baca Artikel Menarik Lainnya 



Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top