Berkalung Salib, Ini Momen Big Bos Miras Oplosan Maut Menyerah di Sumatera Selatan

Baca Juga 

  Yes  Muslim  -  Petualangan Samsudin Simbolon, big bos miras oplosan maut yang menewaskan 45 orang berakhir. Sepekan buron, Samsudin bertekuk lutut di hadapan polisi.




Samsudin Simbolon lahir di Sungai Botul 3 Februari 1968. Dia diburu polisi setelah kejadian puluhan orang di Kabupaten Bandung tewas usai menenggak miras oplosan. (Foto: istimewa)









Polisi Pamerkan Big Bos Miras Maut Beserta Istri dan Anak Buahnya





Big bos minuman keras (miras) maut, Samsudin Simbolon akhirnya dipamerkan ke publik. Selain Samsudin, polisi juga memperlihatkan istri Samsudin, Hamciak Manik dan dua anak buah Samsudin, Julianto Silalahi dan Willy.


Mereka ditampilkan saat rilis di rumah mewah Samsudin di Jalan Raya Bandung-Garut, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (19/4/2018). Namun sayang, wajah Samsudin beserta tiga orang lainnya ditutup sebo. 

Samsudin mengenakan pakaian tahanan berwarna oranye. Di bajunya, tertulis angka '08' di bagian dada sebelah kanan. Wakapolri Komjen Syafruddin memamerkan Samsudin beserta ketiganya di hadapan awak media.

"Hari ini kira melihat masalah miras oplosan yang dalam satu bulan terakhir jadi opini publik dan membuat banyak sekali korban. Pelaku utama sudah ketangkap," ujar Syafruddin saat memimpin rilis.

Syafruddin mengatakan kasus miras oplosan harus segera dihentikan peredarannya. Sebab, kata dia, kasus miras oplosan serupa dengan wabah yang bisa mematikan banyak orang.

"Saya ulangi lagi, tolong serius. Ini kan menjadikan besar, korbannya banyak seperti wabah penyakit," katanya.

Syafruddin menambahkan peredaran miras oplosan mematikan bukan hanya terjadi di Jabar maupun DKI Jakarta yang menimbulkan banyak korban jiwa. Menurutnya, peredaran disinyalir terjadi di daerah lain di Indonesia. 

Maka dari itu, pihaknya meminta kepada seluruh jajaran Polri untuk melakukan operasi besar-besaran di setiap wilayahnya. Syafruddin memberi batas waktu sebelum bulan ramadan harus sudah bersih dari peredaran miras.

"Seperti yang saya sampaikan masalah ini jangan berlarut-larut. Sebelum memasuki ramadan masalah harus selesai, opini masyarakat harus berhenti. Jangankan peredarannya, opininya juga harus berhenti," ungkapnya.

Samsudin ditangkap personel gabungan Dit Reskrimum, Dit Res Narkoba Polda Jabar dan Polres Bandung. Dirinya ditangkap Rabu (18/4) dini hari pukul 01.00 WIB di Musi, Banyuasin. 
(avi/avi)



Petualangan Samsudin Simbolon, Big Bos Minuman Keras (miras) Maut Yang Menewaskan 45 Orang Berakhir


 Petualangan Samsudin Simbolon, big bos minuman keras (miras) maut yang menewaskan 45 orang berakhir. Sepekan setelah ditetapkan buron, Samsudin bertekuk lutut di hadapan polisi.

Samsudin ditangkap tim gabungan Dit Reskrimum, Dit Res Narkoba Polda Jabar dan Polres Bandung pada Rabu (18/4/2018) dini hari pukul 01.00 WIB. Jejak Samsudin terlacak di area hutan wilayah Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

"(Ditangkap) di daerah perbatasan Sumsel dan Jambi," ucap Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto kepada detikcom saat dikonfirmasi via pesan singkat.



Sebelum ditangkap, sang big bos pergi dari satu kota ke kota lainnya. Sejak ditetapkan sebagai buron, Samsudin melalui perjalanan darat sempat menuju ke Banten. 

Dari Banten, pria berkepala botak ini kemudian menyeberang laut melalui Merak dan tiba di Lampung. Perjalanannya dilanjutkan ke Pekanbaru dan Palembang.

"Dia memang niatnya mau kabur saja," kata Agung.a


Setelah sampai di Pekanbaru, perjalanan Samsudin bersama seorang kerabatnya tak berhenti. Dia lalu menuju ke Musi, Banyuasin. Di sana, Samsudin masuk hingga ke kawasan hutan. 

"Tersangka masuk ke hutan dan bersembunyi di sana," ucap Agung. 

Di dalam hutan, sambung Agung, Samsudin bersembunyi di sebuah gubuk. Dia bersembunyi dengan seorang kerabatnya. 

"Dua malam tersangka berada di hutan," katanya.


Di hutan itulah, pelariannya terhenti. Personel gabungan akhirnya meringkus pria yang meracik sekaligus menjual miras yang menewaskan puluhan orang tersebut. Setelah ditangkap, Samsudin lalu diterbangkan menuju ke Bandung.


Hari ini, penangkapan serta kasus miras maut akan dirilis polisi. Wakapolri Komjen Syafruddin akan memimpin proses rilis di depan rumah mewah milik Samsudin. Setelah itu, polisi juga akan memusnahkan barang bukti miras buatan Samsudin di alun-alun Cicalengka.



Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 



Sajikan Info Unik, Menarik dan Populer
--------------------------------------------------------------
" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Baca Artikel Menarik Lainnya 



Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top