BOCOR.. Pertemuan Rahasia Presiden Jokowi dan Tokoh 212, ternyata Begini cerita nya

Baca Juga 


Ternyata telah terjadi petemuan rahasia Presiden Jokowi dengan para Tokoh 212 termasuk Ketua Umum DPP FPI, hari Ahad (22/4/2018) kemarin.

Hal ini disampaikan oleh DPP FPI melalui akun twitternya.

DPP FPI akhirnya menyampaikan pertemuan yang awalnya bersifat RAHASIA itu ke publik, karena dari pihak ISTANA justru yang membocorkan pertemuan rahasia tersebut.

Berikut selengkapnya disampaikan FPI di akun twitternya, Rabu, 25 April 2018:

(1) Saat berlangsung pertemuan antara Presiden @jokowi dengan GNPF Ulama di Istana Negara pada Hari Raya Idul Fitri 1438 H / 2017 hampir setahun lalu, ada kesepakatan bahwa Presiden Jokowi menunjuk dan mempercayakan pada Menko Polhukam @wiranto1947 untuk..

(2) .. Untuk menghentikan "Kegaduhan Nasional" dan membangun "Dialog Damai" dengan para Ulama dan Aktivis 212, termasuk akan menghentikan "Kriminalisasi terhadap para Ulama dan Aktivis 212".

(3) Namun faktanya sampai saat ini tak satu pun Ulama & Aktivis 212 yg dikriminalisasi dihentikan kasusnya dgn SP3, seperti Imam Besar FPI Habib Rizieq, Ust. Bachtiar Nasir, Ust. Adnin Armas, H Munarman, KH Muh. Al-Khaththath, Kivlan Zein, Ahmad Dhani, Rachmawati Soekarnoputri dll.

(4) Bahkan sebagian kasus Ulama dan Aktivis 212  alih-alih di-SP3 tetapi malah justru diangkat ke Pengadilan hingga divonis penjara, seperti Ustadz Alfian Tanjung, Jonru Ginting, Buni Yani, Habib Haidar BSA dan Asma Dewi serta lainnya.

(5) Hari Ahad, 22 April 2018 Presiden Jokowi mengundang kembali sejumlah Ulama dan Tokoh 212 ke Istana Bogor, Jawa Barat. Maka Para Ulama dan Tokoh 212 pun mengontak Habib Rizieq di Mekkah dan meminta izin untuk memenuhi undangan tersebut.

(6) Menurut salah satu peserta pertemuan, Habib Rizieq sesuai karakternya yang tidak anti Dialog pun merestui dengan syarat "Tagih Janji Presiden" untuk "Stop Kriminalisasi Ulama dan Aktivis 212" serta sampaikan aspirasi umat Islam secara terus terang.

(7) Hadir dalam pertemuan tersebut Enam Tokoh yaitu Ketum Parmusi H Usamah Hisyam, Ketum GNPF Ulama H Yusuf Martak, Ketum PA 212 Ustadz Slamet Ma'arif, Dewan Syuro Adz Dzikro KH Rouhdul Bahar, Sekjen FUI KH Muhammad Al-Khaththath dan Ketum FPI KH Ahmad Shobri Lubis.

(8) Pertemuan berlangsung sejak pukul 12:10 sampai dengan 14:30 WIB, bertempat di Masjid Istana Bogor, kemudian berlanjut di ruang kerja Presiden, dan diakhiri dengan makan siang
bersama.

(9) Dalam pertemuan ini para Ulama dan Tokoh 212 menyampaikan langsung kepada Presiden Jokowi semua kritik dan saran dengan bahasa yang santun dan ramah. Presiden Jokowi pun membuka diri mendengarkan semua masukan dan berjanji kembali untuk mengambil langkah yang tepat.

Di samping itu juga Presiden Jokowi dalam pertemuan menyampaikan berbagai keluhan seputar aneka tuduhan terhadap dirinya sekaligus mengklarifikasinya.

(10) Dari hasil pertemuan terkesan bahwa Itikad baik Presiden Jokowi tidak terimplementasikan dgn baik di jajaran bawah yg berwenang.

(11) Entah karena komunikasi yang tersumbat antara Istana dan jajaran bawah yang berwenang atau memang jajaran bawahnya yang tidak bisa menterjemahkan keinginan baik tersebut atau memang ada agenda lain. Wallahu A'lam.

(12) Menurut sumber informasi terpercaya dari FPI, Pihak Istana meminta pertemuan tersebut DIRAHASIAKAN, namun faktanya justru mereka yang bocorkan.

(13) Rombongan Ulama dan Tokoh 212 tidak diperkenankan membawa HP apalagi Kamera atau Alat Rekam, karena ada kesepakatan bahwa pertemuan dirahasiakan, namun ternyata diam-diam pihak istana mengambil foto dan memviralkannya.

(14) Dgn demikian bisa jadi Istana juga merekam semua isi pembicaraan dalam pertemuan.

(15) Kami dari FPI menyatakan, justru kalau isi Dialog direkam & diputar maka Para Ulama & Tokoh 212 yang hadir akan sangat senang, karena isinya aneka saran & kritik tegas, lugas langsung dihadapan Presiden.

(16) Para Ulama dan Tokoh tidak pernah khawatir tentang pertemuan itu dirahasiakan atau pun diumumkan, karena mereka hanya menagih janji dan menyampaikan aspirasi umat serta menyuarakan yang Haq.

(17) Andai pun pihak istana telah membocorkannya,  justru para Ulama dan Tokoh 212 lebih plong dan lega, sehingga tidak ada beban untuk menyampaikan ke umat tentang seluruh isi pembicaraan.

(18) Dengan demikian semua permintaan dan saran-saran dari para Ulama sudah disampaikan langsung kepada Jokowi, kini umat Islam menunggu langkah tepat yang segera diambil oleh Presiden Jokowi.

(19) Rencananya hari ini, Rabu 25 April 2018 Siang, para Ulama dan Tokoh yang bertemu dengan Presiden Jokowi akan menggelar Siaran Pers.




Rencananya besok, Rabu 25 April 2018 Siang, para Ulama dan Tokoh yang bertemu dengan Presiden Jokowi akan menggelar Siaran Pers.


*Sumber: Twitter @DPP_LPI




Ponsel Disita Saat Temui Jokowi, Alumni 212 Heran Foto Viral

Kelompok Alumni 212 telah bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Bogor pada Minggu (22/4). Mereka yang hadir dalam pertemuan itu menamakan diri sebagai Tim 11 Alumni 212.


Foto pertemuan Alumni 212 dengan Jokowi pun tersebar ke publik. Ketua Tim 11 Alumni 212 Misbahul Anam mengaku heran dengan beredarnya foto tersebut. Sebab menurutnya, saat pertemuan itu ponsel delegasi Tim 11 Alumni 212 telah disita sebelum bertemu Jokowi.

Misbah, yang juga pendiri Front Pembela Islam (FPI) itu menduga ada keterlibatan pihak Istana dalam menyebarkan foto pertemuan tersebut.

"Handphone kami semua disita, tapi tahu-tahu viral, yang memviralkan ini berarti kan dari dalam," kata Misbah kepada CNNIndonesia.com, Rabu (25/4).

Pengasuh Pondok Pesantren Al Umm Ciputat itu enggan menjelaskan lebih jauh terkait pertemuan tertutup dengan Jokowi. Misbah menyatakan akan menjelaskan perihal pertemuan itu dalam konferensi pers yang diadakan di Restoran Larazetta, Tebet, Jakarta Selatan, pukul 13.45 WIB.


"Kita lihat dalam siaran pers resminya. Kita lihat nanti," kata Misbah.

Seorang sumber CNNIndonesia.com di kalangan kelompok Alumni 212 menyebutkan nama sejumlah orang yang ikut bertemu Jokowi. Mereka merupakan petinggi dari Persaudaraan Alumni 212, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, serta FPI.

"Yang hadir Abah Rauf, Slamet Maarif, Al Khaththath, Usamah Hisyam, Sobri Lubis, dan Yusuf Martak. Bertempat di Bogor di Istana dan masjid. Pertemuan hari Minggu (23/4)," tutur sumber melalui pesan singkat, kemarin.

Sementara Usamah Hisyam yang merupakan Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) membenarkan pertemuan itu. Namun dia tak mau membeberkan hasil pertemuan sebelum ada pernyataan resmi dalam konferensi pers hari ini.

"Ada pertemuan, tapi kami dilarang ngomong sendiri-sendiri. Makanya nanti disepakati kami bakal gelar konferensi khusus untuk menjelaskan di Larazetta, Tebet," kata Usamah.


Mereka yang bertemu dengan Jokowi selama ini kerap menjadi motor penggerak massa yang mengkritik pemerintah. Misalnya, Slamet Maarif merupakan Ketua PA 212, dan Al Khaththath menjabat sebagai Sekjen GNPF Ulama merangkap Sekjen Forum Umat Islam (FUI).

Selain itu, Yusuf Muhammad Martak menjabat sebagai Ketua Umum GNPF Ulama dan Sobri Lubis merupakan Ketua Umum FPI yang juga aktif bersama PA 212 dan GNPF Ulama.

Gelombang demonstrasi yang digawangi kelompok ini dikenal dengan Aksi Bela Islam, dimulai sejak 4 November 2016 atau 411 dan berlanjut ke tahun berikutnya. Bahkan Al Khaththath sempat diciduk polisi lantaran diduga berencana melakukan upaya makar terhadap pemerintahan Jokowi.

Sejauh ini, belum ada tanggapan dari pihak Istana terkait kabar pertemuan tersebut. [www.tribunislam.com



Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 



Sajikan Info Unik, Menarik dan Populer
--------------------------------------------------------------
" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Baca Artikel Menarik Lainnya 



Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top