Dokumen Rencana Pemberontakan PKI Ditemukan

Baca Juga 

  Yes  Muslim  -  Dokumen kecil berisi rencana pemberontakan PKI dengan target mendirikan negara komunis di Indonesia ditemukan ahli sejarah Universitas Negeri Surabaya, Prof Dr Aminuddin Kasdi.

"Jadi, pengakuan pihak tertentu ada skenario ABRI melakukan penangkapan orang-orang PKI setelah Oktober atau ada pembantaian terencana oleh NU terhadap PKI, ternyata tidak didukung bukti historis," katanya, kepada ANTARA, di Surabaya, Senin.





Menurut dia, fakta yang sebenarnya justru ada dalam buku kecil atau buku saku tentang ABC Revolusi yang ditulis CC (Comite Central) PKI pada 1957, yang merinci tiga rencana revolusi atau pemberontakan PKI tentang negara komunis di Indonesia.

"Buku yang saya temukan itu justru membuktikan bahwa rencana pemberontakan PKI yang diragukan sejumlah pihak itu ada dokumen historisnya, bahkan dokumen itu merinci tiga tahapan pemberontakan PKI yang semuanya gagal, lalu rumorpun diembuskan untuk mengaburkan fakta," katanya.

Tanpa menyebut asal-usul dokumen yang terlihat lusuh itu, ia mengaku bersyukur dengan temuan dokumen yang tak terbantahkan itu.

"Kalau ada orang NU melakukan pembunuhan, itu bukan direncanakan, tapi reaksi atas sikap PKI sendiri yang menyebabkan chaos itu," katanya.






Ia menjelaskan sikap PKI memang menyakitkan, sehingga NU melakukan reaksi balik. "PKI melakukan provokasi dengan ludruk yang temanya menyakitkan, seperti matinya Tuhan, malaikat yang tidak menikah karena belum dikhitan, dan banyak lagi," katanya.

Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat jangan terpengaruh dengan provokasi politik yang didukung media massa untuk "membesarkan" PKI guna mengaburkan sejarah dengan menghalalkan segala cara.

"Kita jangan terpancing dengan sisa-sisa orang PKI di berbagai lini yang berusaha membangkitkan mimpi tentang negara komunis melalui media massa, buku-buku, dan semacamnya yang seolah-olah benar
dengan bersumber kesaksian," kata dia.

"Ada sisa-sisa PKI bercokol di media massa," katanya pula.

Ia menambahkan, testimoni berbagai pihak itu mungkin benar, namun testimoni itu bersumber dari individu-individu yang tidak mengetahui skenario besar dari PKI untuk merancang tiga revolusi dengan goal (tujuan) untuk mendirikan negara komunis di Indonesia.

"Saya bukan hanya bersaksi, karena saya juga sempat mengalami sejarah pemberontakan PKI itu dan lebih dari itu, saya mempunyai bukti yang sangat gamblang dari dokumen PKI sendiri," katanya.

(Prof Dr Aminuddin Kasdi)

Senada dengan itu, guru besar Universitas dr Soetomo Surabaya, Prof Dr Sam Abede Pareno, menyatakan, buku Memoir on The Formation of Malaysia, karya Ghazali Shafie terbitan Universiti Kebangsaan Malaysia, menunjukkan kaitan erat Konfrontasi Indonesia-Malaysia dengan PKI.

"Dalam buku itu jelas Bung Karno tidak menghadiri persidangan puncak dengan Tungku Abdul Rachman di Tokyo pada tahun 1963, karena PKI tidak suka dengan pertemuan itu," kata penulis buku Rumpun Melayu, Mitos dan Realitas itu.

Oleh karena itu, konfrontasi Indonesia-Malaysia itu bukan sekadar demo anti-Indonesia atau demo anti-Malaysia, melainkan PKI merancang konfrontasi itu agar rencana besar (negara komunis) tidak "terbaca".

Apalagi Bung Karno melontarkan gagasan nasionalis, agama, dan komunis yang justru "melindungi" gerakan PKI.






"PKI memang selalu memanfaatkan kelengahan pemerintah Indonesia yang sibuk menghadapi Agresi Militer I Belanda pada 1947 dengan aksi terpusat di Madiun pada 1948," katanya.

"Lalu ketika pemerintah sibuk dengan Ganyang Malaysia yang juga mereka sponsori itu, PKI menikam dari belakang dengan Gerakan 30 September 1965," katanya.

Sumber: ANTARA






berikut komentar netizen : 

Said Bajry
Semua Revolusi Komunis selalu disertai pembantaian:
Uni Soviet = 20 Juta
China = 65 Juta (termasuk rakyat yang dengan sengaja dibiarkan kelaparan hingga meninggal dunia)
Vietnam = 1 Juta
Korea Utara = 2 Juta
Kamboja = 2 Juta
Eropa Timur = 1 Juta
Amerika Latin = 150.000
Afrika = 1,7 Juta
Afganistan = 1,5 Juta

Stain Remover
Itulah taktik PKI, menghembuskan isyu yang besar sambil meniup yang kecil namun yang paling utama sambil berharap membesar pada waktunya.


Waspada Saptana
menurut cerita bapak saya, NU mendukung Nasakom dan mendesak pembubaran Masyumi, NU yg paling banyak nyanyi lagu genjer-genjer bersama PKI tapi ternyata didepak sama PKI.
tapi saya yakin orang NU akan membantah.
ndak tahu aku kebenaran-nya.
sepertinya sejak dulu memang suka membela orang kafir sampai ke ahok juga dengan menyikut umat islam yg lain.
LikeReply1129w
Faisal Maulana · 
cerita bapak anda berbeda dengan cerita Bapak saya yang saat itu berusia 23 th (pemuda Anshor)
LikeReply229w
Evan Yanitra · 
Faisal Maulana, visi awal masyumi adalah sebagai pusat politik islam INA. Tapi orang islam lebih suka jalan sendiri2, muktamar NU mei 1952 menyatakan keluar dari masyumi dan jadi partai sendiri, 1956 Pres Sukarno mengeluarkan ide NASAkom, 1959 Pres sukarno membubarkan parlemen hasil pemilu dan membuat DPRGR tokoh masyumi menolak tapi NU ikut. 1960 timbul PRRI dan masyumi dituding terlibat dan dibubarkan. 1961 sabah serawak gabung jadi malaysia muncul konfrontasi menjadi sebab PKI minta buruh tani diberi senjata CINA, dan alasan agitasi PKI menyerang musuh2nya sebagai anti Revolusi, anti Pancasila, dan anti NKRI. Agitasi fisik PKI makin intens sejak 1963 korbannya adalah ulama dan umara yg dicap tidak sejalan dgn ide pemerintah, termasuk anggota2 NU
LikeReply629w
Imam Budianto · 
Spt kumpulan munafiqun yang memanipulasi kepercayaan & keluguan orang-orang awam.
LikeReply128w
Hary Akhir
Faisal Maulana : cerita bapaknya waspada saptana betul, dan ini terulang sekarang dg menyingkirkan HTI
LikeReply28w
Imam Asyhari
Evan Yanitra bener tuu apa yg dibilang mas evan....



Wahyu Wardoyo
generasi penerus bangsa harus tahu akan sejarah bangsanya....
LikeReply229w
Rangga Wuni · 
Muka muka pki sekarang banyak di dpr dan pemerintahan...
LikeReply128w
Syafaruddin
Hayyooo... Siapa berani membatah ahli sejarah univ. Surabaya prof. DR. Aminuddin kasdi.. Tentang 3 skenario besar PKI untuk mendirikan negara komunis di indonesia.
LikeReply28w
Aviez Haviez · 
Biarlah PKI terus beraksi, toh, mereka hanyalah kecebong-kecebong (si besar kepala) yg hanya sibuk berontak sana sini, sebelum akhirnya mati karena terhimpit berebut "lapak" sesama mereka.

Kalaupun kecebong pengecut ini NEKAD, ya, sudah, TNI dan rakyat sdh siap menggerus mereka.
LikeReply28w
Jazir Nurdin · 
Harap dipublikasikan diperbanyak dan kirim ke pd yng membutuhkan untuk membuktikan secara terencana dan terarah bhw benar2 fihak komunis melalui PKI untuk makar dan merubah haluan bangsa dari Psncasila ke komunis untuk ssnggah nyata bagi eks anggota komunis maupun keturunannya yng telah mengingkarinya.
LikeReply28w
Karman Maman
TNI bersama RAKYAT harus waspada PKI sudah bangkit dan telihat jelas bila perlu habisi
LikeReply28w
Karman Maman
SAATNYA UMAT ISLAM BANGKIT DAN TERUS WASPADA TERHADAP " PKI"





Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 



Sajikan Info Unik, Menarik dan Populer
--------------------------------------------------------------
" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Baca Artikel Menarik Lainnya 



Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top