Fakta dan Sejarah Produsen Anker Bir yang Sahamnya Mau Dijual Goodbener Anies-Sandi

Baca Juga 


Sejarah Produsen Anker Bir yang Sahamnya Mau Dijual Anies-Sandi



  Yes  Muslim  -  Nama PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) kembali ramai diperbincangkan. Pemprov DKI Jakarta kembali mempertegas akan melepas kepemilikan sahamnya di perusahan produsen Angker Bir tersebut.





Melansir laporan keuangan tahuan perusahaan, Senin (9/4/2018), Delta Djakarta sendiri sudah terlahir sejak pabrik Angker Bir pertama didirkan pada 1932 di bawah nama Archipel Brouwerij. Kemudian perusahan berganti nama menjadi NV De Oranje Brouwerij ketika di bawah perusahaan Belanda.

Perusahaan ini mulai beroperasi pada 1933 dengan memproduksi bir pilsener dan bir hitam dengan produk yang terus berkembang dengan berbagai merek seperti Angker, Carlsberg, San Miguel, San Mig Light, Carveza Negra, Kuda Putih dan Batavia.

Kemudian pada 1970 perusahaan mulai memakai nama PT Delta Djakarta. Didirkan dalam rangka melaksanakan Undang-Undang Penanaman Modal Asing No. 1 tahun 1967 yang telah diubah dengan Undang-Undang No. 11 tahun 1970 berdasarkan akta No. 35 tanggal 15 Juni 1970 dari Abdul Latief SH, notaris publik di Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. J.A.5/75/9 tanggal 26 April 1971. 

Perusahaan dan pabriknya berlokasi di Jalan Inspeksi Tarum Barat, Bekasi Timur Jawa Barat. Beberapa produk birnya diekspor ke beberapa negara lain.

Delta Djakarta sekarang merupakan salah satu anggota dari San Miguel Corporation (SMC), Filipina. Induk utama perusahaan adalah Top Frontier Investment Holdings, Inc yang berada di Filipina.

Kemudian pada 1984, Delta Djakarta memperoleh pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) untuk melakukan penawaran umum atas saham Perusahaan kepada masyarakat.


Tepat pada 27 Februari 1984, sejumlah 347.400 lembar saham Perusahaan dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham telah dicatat di Bursa Efek Indonesia yang dulunya masih terpisah Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya.

Kemudian pada 30 Januari 1989 perusahaan melakukan penawaran publik kedua dengan jumlah saham yang dilepas sebanyak 192.825 lembar saham.

Jumlah saham yang tercatat di bursa efek selanjutnya bertambah dengan dilakukannya pemecahan saham (stock split) pada tanggal 10 Desember 1999. Saham Delta Jakarta yang tersebar menjadi 2.001.648 lembar dari sebelumnya sebanyak 420.347 lembar saham.

Dalam laporan keuangan tidak dijelaskan mengenai sejarang kepemilikan saham Pemprov DKI Jakarta. Meski begitu saat ini tercatat Pemprov DKI memegang 186.846.000 juta lembar saham produsen Anker Bir, atau setara 23,3%. Sementara sisanya dipegang oleh San Miguel Malaysia Pte sebanyak 58,3% dan masyarakat 18,3%.



Pemprov DKI Punya Saham di Anker Bir Sejak Tahun '70-an


 Gubernur DKI Anies Baswedan ingin Pemprov DKI Jakarta melepas kepemilikan saham di PT Delta Djakarta Tbk (DLTA). Pemprov DKI sudah memiliki saham di produsen bir, salah satunya Anker, ini sejak 1970-an.

"Di PT Delta kan DKI punya saham sejak tahun '70-an. Ya (sebelum initial public offering atau IPO, red)," kata Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Michael Rolandi di gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (9/4/2018).

Michael menuturkan rencana pelepasan saham PT Delta masih dibahas. Pemprov DKI sendiri belum mendiskusikan rencana tersebut kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Pak Wagub kan bilang masih dikaji sampai waktunya nanti diumumkan. Kan investasi itu tergantung kebutuhan. Kalau ada yang dilepas berarti harus ada pengganti," terang Michael.
"Ya itu (mekanisme pelepasan) nanti, masih dibahas. Ini kan perusahaan tbk ya, nanti masih kita bahaslah. Oh ya nanti pasti akan ke sana (OJK), secara resmi belum," ujar Michael.

Namun mantan Wakil Kepala BPKD itu menyebut harus ada pihak yang menggantikan kepemilikan saham milik Pemprov DKI di PT Delta. Kata dia, mengenai mekanisme pelepasan saham akan disampaikan oleh Wagub DKI Sandiaga Uno.


Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya memastikan tetap akan melepas saham di PT Delta. 

"Pasti dilepas. Pasti," kata Anies di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, kemarin. 
(zak/hri)








Fakta Produsen Anker Bir yang Sahamnya Mau Dijual Anies-Sandi


 Nama PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) kembali ramai diperbincangkan. Hal itu lantaran Anies-Sandi mempertegas Pemprov DKI Jakarta tetap akan melepas kepemilikan saham di perusahaan produsen Angker Bir itu.

Anies-Sandi memang sudah berjanji akan melepas saham Delta Djakarta sejak masa kampanye. Meski belum diperjelas mengenai mekanismenya, mereka bertekad akan menepati janjinya.

Padahal Delta Djakarta memberikan pemasukan bagi Pemprov DKI yang tidak sedikit. Pada 2017 lalu, Pemprov DKI menerima setoran dividen dari Delta Djakarta sebesar Rp 37,8 miliar. Dividen ini diambil dari laba tahun buku 2016.

Pemprov DKI sendiri saat ini memegang 186.846.000 juta lembar saham produsen Anker Bir, atau setara 23,3%. Sementara sisanya dipegang oleh San Miguel Malaysia Pte sebanyak 58,3% dan masyarakat 18,3%.

Lalu perusahaan seperti apa Delta Djakarta sebenarnya? Bagaimana sejarahnya? Seberapa kinclong kinerja keuangan dan sahamnya?



Pemprov DKI Punya Saham Angker Bir Sejak Tahun 70-an


Delta Djakarta sendiri sudah terlahir sejak pabrik Angker Bir pertama didirkan pada 1932 dibawah nama Archipel Brouwerij. Kemudian perusahan berganti nama menjadi NV De Oranje Brouwerij ketika di bawah perusahaan Belanda.

Perusahaan ini mulai beroperasi pada 1933 dengan memproduksi bir pilsener dan bir hitam dengan produk yang terus berkembang dengan berbagai merek seperti Angker, Carlsberg, San Miguel, San Mig Light, Carveza Negra, Kuda Putih dan Batavia. Lalu pada 1970 perusahaan mulai memakai nama PT Delta Djakarta.

Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Michael Rolandi mengatakan, Pemprov DKI sendiri sudah memiliki saham di produsen bir ini sejak 1970-an.



Kinerja Keuangan Delta Djakarta

sepanjang 2017 DLTA berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp 279,7 miliar. Angka itu naik 10,25% dibandingkan dengan perolehan laba bersih di 2016 sebesar Rp 253,7 miliar.

Penjualan bersih perusahaan sebenarnya naik tipis dari Rp 774,9 miliar menjadi Rp 777,3 miliar. Namun beban pokok penjualan berhasil ditekan dari Rp 234,08 miliar menjadi Rp 203,03 miliar.

Jumlah aset perseroan juga naik dari Rp 1,19 triliun di akhir 2016 menjadi Rp 1,34 di akhir 2017. Sementara jumlah liabilitas naik dari tipis dari posisi akhir 2016 Rp 185,3 miliar menjadi Rp 196,19 miliar di akhi 2017.

DLTA juga masih memiliki kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp 342,2 miliar.Arus kas itu juga lebih baik dari posisi akhir 2016 sebesar Rp 259,8 miliar.


Saham Delta Stagnan

Pelepasan 23,3% saham Delta Djakarta milik Pemprov DKI akan menjadi transaksi saham yang nilai cukup besar. Namun sinyal itu ditanggapi dingin oleh pelaku pasar modal. 

Sepanjang perdagangan kemarin, saham DLTA tidak bergerak di level Rp 5.150 per lembar saham. Saham DLTA sangat sepi transaksi. Baik frekuensi, volume atau pun nilai perdagangan saham DLTA pun terlihat kosong.

Menurut Analis Binaartha Parama Sekuritas Muhammad Nafan Aji, saham DLTA memang salah satu saham yang kurang menarik bagi pelaku pasar lantaran tidak aktif. Padahal seharusnya isu pelepasan saham Pemprov DKI menjadi menarik.

"Sebenarnya pelepasan sebesar 23,3% masih menarik. Yang terpenting adalah mekanisme pelepasan tersebut harus dijelaskan secara terbuka kepada para pelaku pasar dalam rangka meningkatkan animo pasar," tuturnya.

Memang menurut Nafan harga saham DLTA itu terbilang sudah cukup tinggi meski masih dalam batas wajar. Hal itu dilihat dari tolak ukur Price Earning Ratio (PER) saham DLTA yang telah mencapai 14,76 kali, sudah tinggi tapi masih wajar.





Mengenal Produk Delta Jakarta

Sejak pabriknya berdiri pada 1932 perusahaan ini memang memproduksi bir. Sudah beragam merek dan jenis bir dari jenis pilsener hingga bir hitam yang sudah diproduksi.

Namun seiring berjalannya waktu, Delta Djakarta juga memproduksi minuman non alkohol. Seperti Soda Ice, minuman ringan berkarbonasi yang mengandung vitamin dan mineral. Ada juga Sodaku minuman berkarbonasi mengandung CO2

Mayoritas produk minuman yang diproduksi mengandung alkohol. Di antaranya Anker, Carlsberg, San Miguel, San Mig Light, Carveza Negra, Kuda Putih dan Batavia.









Berapa Omzet Anker Bir yang Sahamnya Mau Dijual Anies-Sandi?



Pemprov DKI Jakarta kembali menyatakan akan melepas kepemilikan sahamnya di PT Delta Djakarta Tbk (DLTA). Meskipun kinerja keuangan dari perusahaan bir ini masih cukup bagus.

Melansir dari keterbukaan informasi, Senin (9/4/2018), sepanjang 2017 DLTA berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp 279,7 miliar. Angka itu naik 10,25% dibandingkan dengan perolehan laba bersih di 2016 sebesar Rp 253,7 miliar.

Penjualan bersih perusahaan sebenarnya naik tipis dari Rp 774,9 miliar menjadi Rp 777,3 miliar. Namun beban pokok penjualan berhasil ditekan dari Rp 234,08 miliar menjadi Rp 203,03 miliar.

Jumlah aset perseroan juga naik dari Rp 1,19 triliun di akhir 2016 menjadi Rp 1,34 di akhir 2017. Sementara jumlah liabilitas naik dari tipis dari posisi akhir 2016 Rp 185,3 miliar menjadi Rp 196,19 miliar di akhi 2017.

DLTA juga masih memiliki kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp 342,2 miliar.Arus kas itu juga lebih baik dari posisi akhir 2016 sebesar Rp 259,8 miliar.

Sekedar informasi, Pemprov DKI saat ini memegang 186.846.000 juta lembar saham produsen Anker Bir, atau setara 23,3%. Sementara sisanya dipegang oleh San Miguel Malaysia Pte sebanyak 58,3% dan masyarakat 18,3%.

Delta Djakarta sudah melantai di bursa saham sejak 27 Februari 1984. Selama ini, emiten berkode DLTA itu rutin menyetor dividen yang jumlahnya cukup besar ke Pemprov DKI.


Tahun 2017 lalu, Pemprov DKI menerima setoran dividen dari Delta Djakarta sebesar Rp 37,8 miliar. Dividen ini diambil dari laba tahun buku 2016.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan tetap akan melepas saham di PT Delta Djakarta Tbk (DLTA). Proses pelepasan saham produsen Anker Bir itu tengah disiapkan.

"Pasti dilepas. Pasti," kata Anies di Bumi Perkemahan Cibubur, Cibubur, Jakarta Pusat, Minggu (8/4/2018).

Anies mengaku telah mengkoordinasikan persoalan pelepasan saham tersebut dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno Minggu lalu. Pembicaraan tersebut terkait persiapan-persiapan yang harus disiapkan.




Perusahaan Bir Milik Pemprov DKI Untung Rp 189 Miliar



PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) masih melanjutkan kinerja positifnya. Sepanjang 9 bulan pertama tahun ini, produsen Anker Bir berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp 189 miliar.

Melansir dari keterbukaan informasi, Senin (30/10/2017), perolehan laba bersih tersebut meningkat 11,18% jika dibandingkan dengan perolehan laba bersih periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 170 miliar.

Penjualan perusahaan yang 23,34% sahamnya dimiliki Pemprov DKI Jakarta ini sebenarnya turun dari Rp 1,18 triliun menjadi 1,09 triliun. 

Namun cukai bir dan pajak penjualan perseroan menurun dari Rp 640,9 miliar menjadi Rp 550,3 miliar. Sehingga penjualan bersih DLTA meningkat dari Rp 539,6 miliar menjadi Rp 545,7 miliar.

Beban pokok penjualan juga turun dari Rp 170,8 miliar menjadi Rp 145,77 miliar. Sehingga untuk pos laba kotor meningkat dari Rp 368,7 miliar menjadi Rp 399,9 miliar.

Adapun jumlah liabilitas perseroan hingga September 2017 sebesar Rp 195,2 miliar, meningkat dari posisi akhir 2016 sebesar RP 185 miliar. Sementara jumlah aset perseroan meningkat dari posisi akhir tahun Rp 1,19 triliun menjadi Rp 1,25 triliun.

Sekadar informasi, saat ini saham DLTA sebesar 58,33% di pegang oleh San Miguel Malaysia, lalu Pemprov DKI Jakarta mengempit 23,34% dan sisanya 18,33% tersebar di masyarakat. (ang/ang)



Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 



Sajikan Info Unik, Menarik dan Populer
--------------------------------------------------------------
" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Baca Artikel Menarik Lainnya 



Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top