Mengapa Sebaiknya Tidak Gunakan Pengering Tangan di Toilet Umum ?

Baca Juga 

  Yes  Muslim  - Saat pergi ke toilet umum, entah kamu hanya mencuci tangan atau baru saja buang air kecil, kamu bisa memanfaatkan tisu dan mesin pengering agar tangan segera kering. Tapi tahukah kamu bahwa sebaiknya kamu tidak menggunakan pengering tangan di toilet umum?
Dikutip News.com.au, penelitian yang dilakukan ilmuwan dari University of Connecticut, menemukan bahwa mesin pengering tangan ternyata bisa menjadi tempat berkumpulnya banyak bakteri dan kuman dari berbagai tangan manusia. Sedangkan udara yang keluar dari mesin pengering tangan ini akan semakin menyebarkan lebih banyak kuman atau partikel kotoran ke seluruh ruangan.
Dengan kata lain, tangan akan kembali kotor dan tidak steril padahal kamu telah mencuci tangan dengan sabun dan air bersih. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Applied And Environmental Microbiology ini mengungkapkan bahwa udara panas mesin akan menembakkan partikel kotoran yang sangat kecil ke telapak tangan sehingga tidak ada gunanya kamu mencuci tangan.
Salah satu bakteri yang bisa ditemukan pada alat pengering tangan di toilet umum adalah bakteri E coli, yang dapat memicu diare dan muntaber bahkan penyakit yang lebih berbahaya lainnya.
Bukan hanya pada telapak tangan, peneliti juga melihat ke mana saja udara dengan bakteri ini menyebar. Setelah menyalakan mesin pengering tangan di tiga toilet berbeda, para ilmuwan menempatkan piringan khusus di bawah memancarkan udara panas selama kurang lebih 30 detik. Hasilnya, terdapat sekitar 18 hingga 60 koloni bakteri di lempeng tersebut.
“Hasil ini membuktikan bahwa banyak jenis bakteri, termasuk patogen dan spora, yang bisa menempel di tangan. Bakteri-bakteri ini muncul akibat paparan mesin pengering tangan,” jelas para peneliti.
Sebagai pembanding hasil penelitian, tim penguji telah menyiapkan lempeng atau piringan yang terpapar udara toilet melalui kipas angin. Uji coba ini dilakukan selama 20 menit. Hasilnya, ada sekitar 15 hingga 20 koloni kuman pada piringan tersebut.
Peneliti menyarankan memasang penyaring HEPA pada mesin pengering tangan di toilet umum, karena bisa mengurangi jumlah bakteri dari udara panas yang dikeluarkannya. Atau kalau kamu tidak yakin apakah pengering tangan di toilet bersih atau tidak, tidak perlu menggunakannya setelah mencuci tangan.
Jadi, jika ingin tangan bersih bebas kuman dan bakteri setelah mencuci tangan di toilet, lebih baik cukup mengelap dengan tisu, akan lebih baik lagi jika membawa tisu sendiri ke mana-mana.(kl/lp6)




Mana yang Lebih Baik Digunakan Usai dari Toilet, Mesin Pengering Tangan atau Tisu?



Menggunakan pengering tangan di kamar mandi umum digunakan untuk mengeringkan tangan seusai dari toilet.
Hal itu dinilai lebih lebih modern dan higienis daripada menggunakan tisu.

Sebaliknya, sebuah penelitian baru-baru ini telah mengungkap kebenaran yang mengejutkan.
Menurut penelitian itu, menggunakan pengering tangan sebenarnya dapat menyebarkan bakteri lebih luas kepada pada manusia.
Para peneliti dari University of Connecticut baru-baru ini melakukan penelitian untuk menentukan sejauh mana pengering tangan menyemprotkan bakteri berbahaya saat digunakan.
Saat ke toilet kebanyakan orang membilas dengan tutup toilet yang terbuka.
Ketika hal itu terjadi, partikel-partikel mikroskopik dari kotoran manusia kemudian dapat digerakkan ke udara.
Itu bukan yang terburuk, karena partikel-partikel tersebut kemudian disedot ke pengering tangan sebelum dikeluarkan lagi dengan udara panas.
Dalam studi yang dipublikasikan di Applied and Environmental Microbiology itu, tim dari University of Connecticut melakukan penilaian dari pengering di kamar mandi pria dan wanita di tiga area terpisah.

Mereka menggunakan piringan untuk mengumpulkan bakteri yang dipancarkan dari pengering tangan dan hasilnya tidak diragukan lagi.
Jelas itu akan meninggalkan perasaan tidak menyenangkan di dalam perutmu.

Seorang pria juga membagikan video mainan di kamar mandi yang menyemprotkan jamur, mengungkapkan bahaya yang ditimbulkan pada kesehatan anak-anak.

Beberapa piringan yang ditempatkan di kamar mandi juga terbukti mengumulkan banyak bakteri.


Piringan yang terkena udara pengering tangan selama 30 detik mengumpulkan sekitar 18 hingga 60 koloni bakteri.

Sementara piringan yang hanya ditempatkan di kamar mandi sementara kipas mengalirkan udara selama 20 menit, mengumpulkan rata-rata 15 hingga 20 koloni bakteri.


Para peneliti menyimpulkan jika pengering tangan yang pas dengan filter HEPA (efisiensi tinggi partikulat udara) dapat mengurangi jumlah bakteri yang didistribusikan oleh pengering tangan.

Namun, piringan masih mengumpulkan bakteri bahkan ketika pengering dilengkapi dengan filter HEPA, yang memperkuat argumen bahwa pengering tangan akan selalu menimbulkan risiko kesehatan potensial.
"Hasil ini menunjukkan bahwa banyak jenis bakteri, termasuk patogen potensial dan spora, dapat disimpan di tangan yang terpapar pengering tangan kamar mandi."
"Dan spora itu dapat tersebar di seluruh bangunan dan tersalurkan ke tangan melalui pengering tangan," kata studi tersebut.


Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 



Sajikan Info Unik, Menarik dan Populer
--------------------------------------------------------------
" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Baca Artikel Menarik Lainnya 



Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top