Di KompasTV Dirjen Dukcapil Kemendagri Keceplosan soal Temuan E-KTP "Tidak Bisa Disalahgunakan LAGI", LAGI ?

Baca Juga 


Publik dihebohkan dengan tercecernya dua kardus E-KTP di jalanan Bogor. Dan ternyata E-KTP (Kemendagri menyebut E-KTP rusak) itu disimpan di gudang Kemendagri di Bogor.

Dari sidak yang dilakukan Komisi II DPR, Senin (28/5/2018) sore, ke gudang aset Kementerian Dalam Negeri di Bogor, didapat informasi ada 805 ribu keping total E-KTP yang rusak.

Dalam penjelasannya di KOMPAS TV (28/5/2018), Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan E-KTP yang rusak berasal dari mulai tahun 2010.

Setelah heboh ke publik, semua E-KTP yang rusak itu akhirnya dipotong bagiannya.

Saat host KompasTV menanyakan kenapa baru sekaranga E-KTP yang rusak dipotong? Kenapa tidak sejak awal ditemukan rusak langsung dimusnahkan?
Kenapa disimpan?

Dirjen Dukcapil menjelaskan karena untuk keperluan pemeriksaan (KPK, BPK).

Namun yang menarik adalah Dirjen Dukcapil sempat keceplosan.

Host KompasTV: Kenapa baru sekarang dipotong?

Dirjen Dukcapil: Masih ada pemeriksaan BPK, pemeriksaan Inspektorat Jenderal, terus saya tadinya berfikir yang paling mendasar adalah jangan-jangan masih dibutuhkan untuk pemeriksaan KPK. Ternyata tadi sudah ada konfirmasi tidak. Yang penting solusinya ini tidak bisa disalahgunakan lagi.

Host KompasTV: Lagi? Artinya kemarin menurut Anda?

Dirjen Dukcapil: Bentar... tidak mungkin disalahgunakan. (tanpa lagi)

[video]



Simak Video Full, lihatlah betapa gugupnya pak Dirjen saat dicecar pertanyaan sama Host pd kata "LAGI".

Pak Dirjen bilang, Yg penting Solusinya (KTP-EL yg rusak mnrt Dirjen) ini tdk bisa disalah gunakan LAGI...

Host : LAGI? artinya kmrn mnrt anda???

Host nya cerdas...!!!




E- KTP Tercecer di Bogor Resahkan Warga, Kemendagri Harus Bentuk Tim Gabungan


Pemerintah, khususnya penegak hukum, harus transparan mengenai seluk-beluk E-KTP yang tercecer di Jalanraya Salabenda, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor 26 Mei 2018. Tranparansi diperlukan supaya khlayak umum tidak berspekulasi, terutama di media sosial (medsos).

Setelah insiden tercecer itu, beredar sejumlah foto yang seolah-olah menunjukkan keterkaitan antara E-KTP yang tercecer dengan foto-foto tersebut. Foto-foto tersebut menunjukkan aktivitas orang-orang yang mirip penegak hukum di suatu gudang yang berisi banyak kardus. Mungkin ribuan kardus. Salah satu foto memperlihatkan satu kardus terbuka yang berisi seperti keping-keping E-KTP.

Saya sama sekali tak bisa memvonis apakah foto kardus terbuka berisi seperti kepingan e-KTP diantara kardus-kardus lain itu, asli atau hoax. Saya tidak ahli.

Nah, “foto-foto tambahan” inilah yang membuat publik ingin tahu lebih lanjut. Ada akun Facebook yang “berani” memuat foto-foto tambahan yang bisa jadi hoax atau bisa jadi juga benar. Ini tentu sangat berbahaya bagi publik. Sebab, kalau ternyata foto-foto itu hoax dan banyak orang yang mungkin terlanjur menyebarkannya lewat akun medsos, berarti akan banyak orang yang bisa terjerat UU ITE.

Itulah sebabnya insiden tercecer itu perlu dijelaskan secara transparan. Pada saat ini, menurut hemat saya, cara penguasa menangani kasus E-KTP tercecer di Bogor itu menyisakan banyak pertanyaan. Misalnya, apakah truk yang membawa kardus tercecer itu, bermuatan penuh kardus-kardus yang berisi E-KTP? Mengapa E-KTP “rusak” asal Sumatera Selatan bisa sampai di Kabupaten Bogor? Dari sekian juta pencetakan, seberapa banyak E-KTP yang “invalid” atau rusak?

Pertanyaan lainnya: seberapa banyak E-KTP rusak yang ada di gudang Kemendagri di Bogor? Bagaimana sebetulnya “definisi rusak” itu? Apakah rusak fisik E-KTP-nya atau rusak dalam arti penyimpanan data? Kemudian, bagaimana protap untuk mengamankan E-KTP yang rusak? Apakah, misalnya, semua yang rusak di seluruh Indonesia harus dibawa ke gudang di Bogor itu? Terus, mengapa begitu “cuai” (lalai, sembrono) proses transportasi E-KTP yang rusak?

Panjang deretan pertanyaan yang harus dijawab.

Ada yang wajar ditanyakan: bukankah E-KTP itu benda yang sangat sensitif? Terutama sensitivitas yang sangat tinggi dalam kaitan dengan tahun politik saat ini dan tahun depan. Apalagi kalau dikaitkan dengan sangkaan-sangkaan liar sebagian orang tentang adanya kemungkinan pihak tertentu akan memanipulasi jutaan E-KTP untuk memenangkan pemilihan umum 2019. Dan, saat ini sedang berlangsung suasana pilkada di seluruh Indonesia, termasuk di Jawa Barat. Tentu kita tidak ingin orang menyangka akan ada kaitan antara E-KTP rusak dengan pilkada yang tidak boleh ternoda itu.

Jadi, sangat tidak bisa diterima kalau E-KTP bisa tercecer dalam jumlah ribuan lembar. Artinya, tidak masuk akal kalau instansi pemerintah yang mengurusi E-KTP bisa sampai memperlakukan benda yang sangat vital itu degan sangat ceroboh. Bisa sampai diangkut degan truk terbuka. Benar-benar keteledoran yang gila!

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo hanya memerintahkan pemusnahan (pembakaran) E-KTP yang rusak. Beliau juga menginstruksikan investigasi insiden tercecer itu. Yaitu memerintahkan penindakan aparat-aparat yang bertanggung jawab dengan hukuman mutasi.

Sebagai langkah spontanitas, perintah seperti ini boleh-boleh saja. Tetapi, dari sisi pengamanan E-KTP yang memuat data pribadi rakyat, perintah macam ini sangat tidak strategis.

Kepada Pak Mendagri kita sampaikan tuntutan agar insiden E-KTP tercecer itu diusut oleh tim gabungan. Tidak saja terdiri dari aparat kepolisian, tetapi juga sangat perlu melibatkan para pakar penyimpanan data microchip. Mereka selayaknya diminta untuk melakukan investigasi dari sisi teknologi informasi (TI) guna mengetahui keamanan data pribadi yang ada di E-KTP rusak, tidak hanya yang tercecer itu saja.

Penulis: Asyari Usman (wartawan senior)


Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 



Sajikan Info Unik, Menarik dan Populer
--------------------------------------------------------------
" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Baca Artikel Menarik Lainnya 



Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top