Remaja yang Menghina dan Ancam Tembak Presiden Tinggal di Rumah Mewah, Polisi : ' Bukan Tersangka'

Baca Juga 

Remaja yang Menghina dan Ancam Tembak Jokowi Tinggal di Rumah Mewah

JAKARTA - Rumah seorang remaja RJ (16) yang videonya viral karena mengancam akan menembak dan menghina Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) terletak di Perumahan Puri Kencana Jalan Kencana Utama Blok K2 Nomor 2, RT 2, Kembangan Selatan, Kembangan, Jakarta Barat.





Rumah yang terlihat mewah itu sepi pada, Kamis (24/5/2018) siang.

Terpantau di garasi rumah, mobil Fortuner hitam B 105 WOW, terparkir.

Lalu ada mobil Toyota Vellfire B 100 WOW tengah parkir tepat di depan pagar hitam rumah dihuni oleh anak remaja itu dan orangtuanya.

Saat Warta Kota menanyakan seorang pria di sebelah rumah ABG tersebut, membenarkan di rumah bercat putih tersebut merupakan rumah orangtua RJ.

Saat itu, pria tersebut coba memanggil para penghuni rumah di ABG itu dengan menekan sebuah bel dekat tembok pagar tersebut.

"Cari Royson Jordany (RJ), iya benar ini sebelah rumahnya. Sebentar ya," ujar seorang pria yang kulit wajahnya sudah keriput.

Tak lama, seorang wanita yang mengenakan daster merah muda dan mengaku PRT di kediaman ABG itu, sedikit bingung dan takut menjawab berbagai pertanyaan awak media di depan pagar.

"Yah, emang benar pak rumahnya ini. Dia (RJ) di sini tinggalnya. Sebentar dulu ya pak ya, aduh," ujar wanita berambut keriting ikat tersebut.

Tidak lama kemudian, muncul lagi wanita yang turut mengaku sebagai PRT di rumah itu.

Asti, sapaannya, membenarkan RJ tinggal di rumah tersebut.

Namun, sontak ia mengatakan tidak mengetahui sedikit pun perihal penangkapan RJ semalam, oleh pihak kepolisian.

Sumber: Tribunnews


NAHKAN... Kata Polisi, Remaja yang Hina Jokowi Bukan Tersangka


 JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, penghina Presiden Joko Widodo, RJ alias S (16) tidak dapat dikatakan sebagai tersangka.





"Namanya saksi sebagai pelaku atau anak yang berhadapan dengan hukum, bukan tersangka," ujar Argo, saat dihubungi, Jumat (25/5/2018), seperti dilansir Kompas.

Argo mengatakan, ketentuan itu tercantum di dalam Pasal 1 Ayat 2 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012.

Dalam pasal tersebut disebutkan, anak yang berhadapan dengan hukum adalah anak yang berkonflik dengan hukum, anak yang menjadi korban tindak pidana, dan anak yang menjadi saksi tindak pidana.

Argo mengatakan, berdasarkan UU tersebut, pihaknya juga tidak melakukan penahanan terhadap RJ. Namun, ditempatkan di Panti Sosial Marsudi Putra Handayani, Bambu Apus, Cipayung, Jalarta Timur.

Argo menyebut penempatan tersebut berbeda dengan penahanan. Ia menjelaskan alasan polisi tidak
melakukan penahanan terhadap RJ.

"Kalau mengacu Pasal 32 Ayat 2 (Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012) tentang sistem Peradilan Pidana Anak, didasari oleh itu, dinyatakan penahanan terhadap anak hanya dapat dilakukan kalau anak itu berumur 14 tahun atau lebih, itu yang pertama. Yang kedua adalah anak tersebut mendapat ancaman pidana 7 tahun," ujar Argo.

Argo menjelaskan, dalam kasus ini, usia RJ memang di atas 14 tahun. Namun, ancaman pidana untuk dia tidak sampai 7 tahun.

"Kemudian juga yang bersangkutan kami kenakan Pasal 27 Ayat 4 juncto Pasal 45 UU Nomor 19 Tahun 2006 tentang UU ITE, ancamannya 6 tahun (penjara)," kata Argo. "Jadi saya sampaikan, kasus tetap kami proses dan anak ditempatkan di tempat anak yang berhadapan dengan hukum di daerah Cipayung itu," tambahnya.

Sumber: KOMPAS





ANEH Bin AJAIB! Disaat Viral Video Jokowi Dihina, Pendukungnya Malah Bungkam Seribu Bahasa




Video remaja warga keturunan Cina menghina Presiden Jokowi sontak viral dan menghebohkan publik tanah air.

Dalam Video tersebut ia menunjuk-nunjuk sebuah foto Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Sambil membawa-bawa foto Presiden RI tersebut ia memaki-maki dengan kata-kata, “Gua Tembak!” “Ini kacung gua!”

[video]



Reaksi Netizen atas video itu sudah barang tentu murka dengan kelakuan pria tersebut. Seperti akun @muhammad_zuhdan yang menginginkan orang tersebut diproses hukum. Meski ia adalah pendukung gerakan #2019GantiPresiden tetap menganggap Jokowi adalah Presiden RI yang sah secara konstitusi.


Sebaiknya orang ini segera di proses karena Indoensia negara hukum, walaupun 2019 minta ganti presiden, tapi tetap pak jokowi adalah presiden RI yang sah secara konstitusi saat ini, orang ini telah melecehkan simbol NKRI tercinta

Yang mengherankan adalah mengapa para pendukung Jokowi bungkam dengan penghinaan ini? Bukankah mereka biasanya yang terdepan dalam melindungi Jokowi? Biasanya mereka langsung kelojotan dan main lapor polisi. Yang ini kok sepi?

"Saat Presiden dihina, diancam, dilecehkan, yg membela justru hanya sebelah pihak yg

sering disebut sebagai oposisi saja. Pihak koalisi justru bungkam.

Jadi, yg mereka bela itu siapa sebenarnya?

Aneh tapi nyata...," ungkap akun @AzzamIzzulhaq.





Saat Presiden dihina, diancam, dilecehkan, yg membela justru hanya sebelah pihak yg sering disebut sebagai oposisi saja. Pihak koalisi justru bungkam.

Jadi, yg mereka bela itu siapa sebenarnya?

Aneh tapi nyata...




Jika cebong2 sosmed mingkem dg video CINA yg MENGATAKAN JOKOWI ADALAH KACUNG ini, maka berarti para cebong SETUJU dg omongan cina dlm video ini.

CATAT! Meskipun kami OPOSISI dg rezim Joko, tapi KAMI RAKYAT PRIBUMI NKRI jelas TIDAK TERIMA RI-1 dihina! diKACUNGkan Cina!

VIRALKAN!






Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 



Sajikan Info Unik, Menarik dan Populer
--------------------------------------------------------------
" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Baca Artikel Menarik Lainnya 



Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top