Film Khalifah Umar Bin Khattab (Keadilan Umar) Subtitle Indonesia

Baca Juga 




  Yes  Muslim  - Film ini merupakan versi lengkap.

Semoga Allah memberikan rahmat kepada kita semua agar bisa meneladani Rasulullah, Khulafaur Rasyidin (Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali) dan para sahabat yang lain sehingga kita bisa terhindar dari fitnah dunia dan akhirat. Amiin..

Selamat menyaksikan.








Keutamaan Umar bin al-Khattab


Ia adalah seorang khalifah yang sangat terkenal, perjalanan hidupnya adalah teladan yang diikuti, dan kepemimpinannya adalah sesuatu yang diimpikan. Banyak orang saat ini memimpikan, kiranya Umar hidup di zaman ini dan memipin umat yang tengah kehilangan jati diri.
Ada beberapa gelintir orang yang tidak menyukai khalifah yang mulia ini, mereka mengatakan al-Faruq telah mencuri haknya Ali. Menurut mereka, Ali bin Abi Thalib lebih layak dan lebih pantas dibanding Umar untuk menjadi khalifah pengganti Nabi. Berangkat dari klaim tersebut, mulailah mereka melucuti kemuliaan dan keutamaan Umar. Mereka buat berita-berita palsu demi rusaknya citra amirul mukminin Umar bin Khattab. Mereka puja orang yang memusuhinya dan pembunuhnya pun digelari pahlawan bangsa.


Kisah Umar bin Khatab Masuk Islam - Ustadz Abdul Somad, Lc. MA





Kisah luar biasa Umar bin Khatab radhiyallahu anhu, Ustadz DR Khalid Basalamah, MA







Berikut ini kami cuplikkan kabar-kabar ilahi yang bercerita tentang keutamaan, kemuliaan, dan kedudukan Umar bin Khattab, karena seperti itulah ia layak untuk diceritakan.
Nasab dan Ciri Fisiknya
Ia adalah Umar bin al-Khattab bin Nufail bin Adi bin Abdul Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qurth bin Razah bin Adi bin Ka’ab bin Luai, Abu Hafsh al-Adawi. Ia dijuluki al-Faruq.
Ibunya bernama Hantamah binti Hisyam bin al-Mughirah. Ibunya adalah saudari tua dari Abu Jahal bin Hisyam.
Ia adalah seseorang yang berperawakan tinggi, kepala bagian depannya plontos, selalu bekerja dengan kedua tangannya, matanya hitam, dan kulitnya kuning. Ada pula yang mengatakan kulitnya putih hingga kemerah-merahan. Giginya putih bersih dan mengkilat. Selalu mewarnai janggutnya dan merapikan rambutnya dengan inai (daun pacar) (Thabaqat Ibnu Saad, 3: 324).
Amirul mukminin Umar bin Khattab adalah seorang yang sangat rendah hati dan sederhana, namun ketegasannya dalam permasalahan agama adalah ciri khas yang kental melekat padanya. Ia suka menambal bajunya dengan kulit, dan terkadang membawa ember di pundaknya, akan tetapi sama sekali tak menghilangkan ketinggian wibawanya. Kendaraannya adalah keledai tak berpelana, hingga membuat heran pastur Jerusalem saat berjumpa dengannya. Umar jarang tertawa dan bercanda, di cincinnya terdapat tulisan “Cukuplah kematian menjadi peringatan bagimu hai Umar.”
Keistimewaan dan Keutamaannya
– Umar adalah Penduduk Surga Yang Berjalan di Muka Bumi
Diriwayatkan dari Said bin al-Musayyib bahwa Abu Hurairah berkata, ketika kami berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
“Sewaktu tidur aku bermimpi seolah-olah aku sedang berada di surga. Kemudian aku melihat seorang wanita sedang berwudhu di sebuah istana (surga), maka aku pun bertanya, ‘Milik siapakah istana ini?’ Wanita-wanita yang ada di sana menjawab, ‘Milik Umar.’ Lalu aku teringat dengan kecemburuan Umar, aku pun menjauh (tidak memasuki) istana itu.” Umar radhiallahu ‘anhu menangis dan berkata, “Mana mungkin aku akan cemburu kepadamu wahai Rasulullah.”
Subhanallah! Kala Umar masih hidup di dunia bersama Rasulullah dan para sahabatnya, namun istana untuknya telah disiapkan di tanah surga.
– Mulianya Islam dengan Perantara Umar
Dalam sebuah hadisnya Rasulullah pernah mengabarkan betapa luasnya pengaruh Islam di masa Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu. Beliau bersabda,
“Aku bermimpi sedang mengulurkan timba ke dalam sebuah sumur yang ditarik dengan penggerek. Datanglah Abu Bakar mengambil air dari sumur tersebut satu atau dua timba dan dia terlihat begitu lemah menarik timba tersebut, -semoga Allah Ta’ala mengampuninya-. Setelah itu datanglah Umar bin al-Khattab mengambil air sebanyak-banyaknya. Aku tidak pernah melihat seorang pemimpin abqari (pemimpin yang begitu kuat) yang begitu gesit, sehingga setiap orang bisa minum sepuasnya dan juga memberikan minuman tersebut untuk onta-onta mereka.”
Abdullah bin Mas’ud mengatakan, “Kami menjadi kuat setelah Umar memeluk Islam.”




Kisah Heroic Umar RA Sendirian menantang Kisah Heroic Umar RA Sendirian menantang belasan Kafir Quraisy | Ustadz DR Khalid Basalamah MA





– Kesaksian Ali bin Abi Thalib Tentang Umar bin al-Khattab
Diriwayatkan dari Ibnu Mulaikah, dia pernah mendengar Abdullah bin Abbas berkata, “Umar radhiallahu ‘anhu ditidurkan di atas kasurnya (menjelang wafatnya), dan orang-orang yang berkumpul di sekitarnya mendoakan sebelum dipindahkan –ketika itu aku hadir di tengah orang-orang tersebut-. Aku terkejut tatkala seseorang memegang kedua pundakku dan ternyata ia adalah Ali bin Abi Thalib. Kemudian Ali berkata (memuji dan mendoakan Umar seperti orang-orang lainnya), “Engkau tidak pernah meninggalkan seseorang yang dapat menyamai dirimu dan apa yang telah engkau lakukan. Aku berharap bisa menjadi sepertimu tatkala menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala. Demi Allah, aku sangat yakin bahwa Allah akan mengumpulkanmu bersama dua orang sahabatmu (Rasulullah dan Abu Bakar).
Aku sering mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Aku berangkat bersama Abu Bakar dan Umar, aku masuk bersama Abu Bakar dan Umar, dan aku keluar bersama Abu Bakar dan Umar.”
– Umar adalah Seorang yang Mendapat Ilham
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya di antara orang-orang sebelum kalian terdapat sejumlah manusia yang mendapat ilham. Apabila salah seorang umatku mendapakannya, maka Umarlah orangnya.”
Zakaria bin Abi Zaidah menambahkan dari Sa’ad dari Abi Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian dari Bani Israil ada yang diberikan ilham walaupun mereka bukan nabi. Jika salah seorang dari umatku mendapatkannya, maka Umarlah orangnya.”
– Wibawa Umar
Dari Aisyah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya setan lari ketakutan jika bertemu Umar.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Umatku yang paling penyayang adalah Abu Bakar dan yang paling tegas dalam menegakkan agama Allah adalah Umar.” (HR. Tirmidzi dalam al-Manaqib, hadits no. 3791)
Demikianlah di antara keutamaan Umar bin al-Khattab yang secara langsung diucapkan dan dilegitimasi oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semoga Allah meridhai Umar bin al-Khattab.
Sumber: al-Bidayah wa an-Nihayah

Kisah Sahabat Nabi Umar Bin Khattab


Nabi sangat mencintai Umar dan selalu memujinya karena beliau melihat ketulusan iman, keteguhan dalam kebenaran dan kegigihannya untuk berkorban demi agama ini. Beliau bersabda: “Andaikan setelahku ada nabi, tentulah Umar bin Khattab orangnya” (HR. Tirmidzi: 3686). Berikut kisah sahabat Nabi Umar bin Khattab dengan segala kemuliaannya.
“Sungguh, Allah meletakkan kebenaran pada lisan dan hati Umar.” (HR. Tirmidzi: 3682)
Dari Anas bin Malik ia menuturkan, “Nabi mendaki gunung Uhud bersama Abu Bakar, Umar dan Utsman, lalu gunung mengguncang mereka. Beliau menghentakkan kaki dan berkata : “Tenanglah Uhud! yang ada di atasmu tidak lain seorang nabi, seorang shiddiq, atau dua syahid.” (HR. Bukhari: 3686)
Diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah bersabda : “Umatku yang paling menyayangi umatku adalah Abu Bakar; dan yang paling tegas dalam agama Allah adalah Umar.”


Kisah Sahabat Nabi Umar bin Khattab dan Kemuliaannya

Al-Habib menyampaikan kabar gembira surga kepada Umar bin Khattab bahwa ia termasuk penghuni surga. Betapa berita gembira yang amat membahagiakan. Bahkan, Al-Habib  melihat istana Umar di surga. Diriwayatkan dari Abdurrahman bin Auf e, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah bersabda : “Abu Bakar di surga, Umar di surga, Utsman di surga, Ali di surga, Thalhah di surga, Zubair di surga, Abdurrahman bin Auf di surga, Sa’ad bin Abi Waqqash di surga, Sa’id bin Zaid di surga, dan Abu Ubaidah bin Jarrah disurga” (HR. Tirmidzi: 3748)
Diriwayatkan dari Anas bin Malik, ia berkata, “Rasulullah bersabda: “Aku masuk surga, tanpa diduga aku berada  di hadapan sebuah istana emas, lalu aku bertanya, ‘Milik siapa istana ini?’ Mereka (para malaikat) menjawab, ‘Milik seorang pemuda Quraisy.’ Aku mengira akulah orangnya, lalu  aku bertanya, ‘Siapa dia?’ ‘Umar bin Khattab’,”jawab mereka. (HR. Tirmidzi: 3689)
Bahkan sangat cintanya Nabi kepada  Umar, beliau menikahi putri Umar, Hafshah, agar semakin lebih dekat dengannya.
Ketika penyeru jihad menyerukan, “Wahai (para penunggang) kuda-kuda Allah, naiklah!” Umar berada di barisan depan para mujahid dari kalangan sahabat-sahabat yang pergi berjihad di jalan Allah. Bersama Nabi Umar menghadiri seluruh peperangan tanpa absen sekali pun dalam peperangan yang dihadiri Rasulullah saw.

Kedekatan Umar Dengan Al-Quran

Umar menghayati setiap ayat-ayat Al-Quran dengan hati dan segenap bagian tubuhnya. Ia menghafal surat Al-Baqarah dalam waktu lebih dari sepuluh tahun, meski ia mampu menghafalnya dalam beberapa hari saja.
Saat ditanya para sahabatnya terkait hal itu, ia menjawab, “Aku tidak pernah menghafal satu ayat pun sebelum aku mengamalkan ayat sebelumnya.”
Dalam kisah sahabat Nabi Umar bin Khattab, diriwayatkan bahwa beliau sering menangis saat mendengar Al-Quran. Bahkan, suatu ketika ia berjalan lalu mendengar seseorang membaca surat Ath-Thur hingga sampai pada firman Allah, “Sungguh, adzab Rabbmu pasti terjadi, tidak sesuatu pun yang dapat menolaknya.” (Ath-Thur [52] : 7-8). Umar terjatuh dari hewan tunggangan sambil menangis dan berkata, “Sumpah yang benar, demi Rabb Pemilik Ka’bah.” Setelah itu Umar sakit selama sebulan penuh. Orang-orang berdatangan menjenguknya dan mereka tidak tahu apa gerangan sakit yang dialami Umar.
Bahkan, beberapa ayat-ayat Al-Quran turun sesuai pendapat Umar. Diriwayatkan dari Umar, ia berkata, “Rabbku selaras dengan pandanganku dalam tiga hal, aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, andai saja kita menjadikan Maqam Ibrahim sebagai tempat shalat,’ lalu turun ayat berikut, ‘Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim tempot shalat.’ (Al-Baqarah [2] : 125). Juga ayat hijab. Aku berkata kepada Rasulullah saw., ‘Wahai Rasulullah, andai engkau menyuruh istri-istrimu untuk berhijab, karena yang berbicara dengan mereka bukan hanya lelaki-lelaki yang baik, tapi juga lelaki-lelaki keji.’ Ayat hijab kemudian turun, Suatu ketika istri-istri Nabi berkumpul karena cemburu pada beliau, lalu aku berkata mereka, ‘Jika ia (Nabi) menceraikan kamu, boleh jadi Tuhan akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik dari kamu.’ Kemudian ayat tersebut turun’.” (HR. Bukhari : 402) Ada lebih dari 15 ayat yang turun sesuai dengan pendapat Umar.

Setan-Setan Jin dan Manusia Lari Menjauhi Umar

Ketika seseorang semakin takut kepada Allah Allah akan menurunkan rasa takut di hati orang-orang sekitarnya terhadapnya. Umar Al-Faruq, Allah menurunkan rasa takut di hati para setan terhadapnya. Setiap kali melihatnya, setan langsung lari menjauh darinya. Karena itulah Nabi berkata kepadanya:
“Bagus wahai Ibnul Khattab! Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah setan melihatmu menempuh suatu jalan, melainkan ia pasti menempuh jalan lain selain jalan yang kamu lalui.” (HR. Bukhari & Muslim). demikianlah Kisah sahabat Nabi Umar bin Khattab, semoga kita dapat meraup hikmah dari kisah ini.




Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 



Sajikan Info Unik, Menarik dan Populer
--------------------------------------------------------------
" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Baca Artikel Menarik Lainnya 



Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top