7 Hal Penting yang Belum Diketahui Wanita Muslimah Mengenai Berhias Diri





 Ada beberapa point penting yang belum diketahui oleh wanita muslimah, bahkan sebagiannya ada yang dilanggar. Berikut hal-hal penting tersebut.

1- Hendaklah setiap wanita memperhatikan “sunnah fitrah” (perintah yang menunjukkan kebersihan diri) seperti memendekkan kuku, menghilangkan bulu ketiak, dan bulu kemaluan.
2- Hukum berkaitan dengan rambut wanita:
a- Hendaklah wanita muslimah memelihara rambutnya, dilarang untuk mencukur habis kecuali dalam keadaan darurat.
b- Adapun jika rambut wanita itu ingin dipendekkan misal karena kebutuhan, misalnya karena sulit terurus, maka tidaklah mengapa dipendekkan sesuai kebutuhan sebagaimana istri-istri Nabi (ummahatul mukminin) juga memendekkan rambut mereka setelah ditinggal mati Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
c- Adapun jika memendekkan rambut karena ingin ikut model wanita kafir (non-muslim) dan wanita fasik atau karena ingin ikut model rambut laki-kaki, seperti itu diharamkan karena kita dilarang untuk tasyabbuh (menyerupai) orang kafir secara umum, begitu pula wanita dilarang menyerupai laki-laki dalam berpenampilan.
d- Adapun jika memendekkan rambut hanya untuk berpenampilan cantik, baiknya tidak sampai memendekkan rambut karena rambut panjang itu lebih baik bagi wanita.
INGAT, WANITA ITU SEMAKIN CANTIK MENAWAN DENGAN RAMBUT PANJANGNYA, SEDANGKAN LAKI-LAKI SEMAKIN TAMPAN DENGAN JENGGOTNYA.
e- Dilarang bagi wanita untuk mengumpulkan rambut di atas kepalanya. Inilah yang dimaksud dengan hadits wanita yang diancam tidak akan mencium bau surga “ru-usuhunna ka-asnimatil bukhti al-maa’ilah” (kepala mereka seperti punuk unta).
f- Dilarang bagi wanita menyambung rambut karena dalam hadits disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat wanita yang menyambung rambut dan meminta disambungkan rambutnya.
g- Dilarang bagi wanita mencabut atau menghilangkan alis dan bulu mata, sebagian atau seluruhnya, baik memendekkan atau mencukurnya, baik menggunakan bahan tertentu untuk menghilangkan seluruhnya atau sebagiannya. Perbuatan semacam ini disebut “an-namsh”. Di mana disebutkan dalam hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallammelaknat wanita yang mencukur atau mencukur sendiri alisnya. Perbuatan ini termasuk dalam dosa besar. Seorang wanita pun tidak boleh menaati suaminya jika diperintah mencukur alisnya.
3- Dilarang menjarangkan gigi dengan tujuan untuk mempercantik diri.
4- Dilarang bagi wanita mentato dirinya karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallammelarang mentato dengan ditato orang lain atau mentato dirinya sendiri.
5- Dibolehkan bagi wanita menggunakan hena pada tangan dan kakinya, juga kuku. Namun berhias diri ini untuk wanita seperti ini berlaku untuk yang sudah menikah untuk suaminya di rumah. Hendaknya pula menghindari mewarnai kuku dengan pewarna yang tidak menghalangi masuknya air.
6- Dibolehkan bagi wanita mewarnai rambutnya jika memang sudah beruban. Namun dihindari menggunakan warna hitam. Namiun kalau rambut belum beruban, masih berwarna hitam, tidak dibolehkan untuk diubah ke warna lain karena warna hitam pada rambut menunjukkan kecantikan. Dan ketika itu bukan keadaan darurat pula dibutuhkan untuk mewarnai rambut. Juga ada sebab terlarangnya karena meniru-niru model rambut orang kafir.
7- Boleh bagi wanita berhias diri dengan emas atau perak sesuai dengan kebiasaan, sebagaimana hal ini disepakati oleh para ulama. Namun tidak boleh bagi wanita menampakkan perhiasan dirinya lelaki yang bukan mahram, bahkan baiknya tetap ia tutup dari pandangan laki-laki terkhusus ketika keluar dari rumah. Karena menampakkan semacam tadi dapat menimbulkan gejolak. Suara perhiasan yang dikaki saja dari wanita tidak boleh diperdengarkan, apalagi menampakkan perhiasannya.
Semoga bermanfaat.
Diringkas saat perjalanan Panggang-Jogja, Selasa pagi, 17 Jumadal Ula 1438 H, 14-02-2017
Dari kitab At-Tambihaat ‘ala Ahkam Takhtash bi Al-Mukminaat karya Syaikhuna Shalih Al-Fauzan, hlm. 9-14, Penerbit Dar Al-‘Aqidah
https://rumaysho.com/15354-7-hal-penting-yang-belum-diketahui-wanita-muslimah-mengenai-berhias-diri.html




Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by YESMUSLIM - " Mari Belajar dan Berbagi "

komentar :


Selengkapnya

Cara Mengetes Apakah didalam diri kita ada JIN yang Menggangu

 Y E S    MUSLIM    Mungkin kita pernah mengalami perasaan ganjil di mana kadang-kadang kita melihat seperti ada bayangan orang di tengah malam. Suara ganjil memanggil kita ketika sedang sendiri .

Bunyi-bunyi aneh dan seumpamanya. Hal seperti itu mungkin saja terjadi karena adanya mahluk Allah lainnya disekitar kita..





Tidak bisa dipungkiri bahwa didunia ini kita hidup bercampur baur dengan mahluk Allah lainnya yang tidak bisa kita lihat yaitu golongan Jin. Kadangkala ia tinggal bersama dirumah kita, tidak masalah kalau ia tidak mengganggu kehidupan kita. Namun adakalanya ia tinggal didalam tubuh kita, tentu saja ini bisa menimbulkan gangguan pada kehidupan kita.


Jin yang menetap didalam tubuh seseorang bisa menimbulkan gangguan serius seperti rasa sakit pada bagian tubuh yang tidak bisa dideteksi secara medis. Sering bermimpi buruk, mendengar bisikan bisikan yang menyuruh melakukan sesuatu. Kadangkala mudah emosi dan marah tidak menentu, malas beribadah dan mengerjakan shalat. Sulit mendapat jodoh, selalu bernasib sial dan lain sebagainya. Perlu sekali bagi kita untuk mendeteksi apakah ditubuh kita ada mahluk jin yang menumpang atau tidak.


Mari kita coba untuk mendeteksinya :


Langkah 1


Dengarkan rekaman RUKYAH SYARIAH yang diunduh Cahaya Islam.net berikut ini hingga tamat (20 menit) menggunakan headphone dengan volume yang kuat. Ayat yang dibaca pada rekaman ini adalah surat Al Fatihah, Surat Al Baqarah ayat 1-5, dan surat Al baqarah ayat 102 yang diulang ulang

Langkah 2

Pejamkan mata dan jangan ikut bacaan ayat-ayat ini baik dimulut atau dihati.


Langkah 3

Perhatikan setelah selesai... Jika anda batuk, berpeluh-peluh, terasa mual, jantung berdegup kencang, terasa berdebar-debar, ada benda bergerak-gerak di bawah kulit, sendawa, mengantuk, pening dan menguap, maka dapat dipastikan ada jin yang berdiam ditubuh anda


Carilah ustadz atau tempat rukyah syariah yang dapat membantu membersihkan jin tersebut dari tubuh anda. Bisa juga anda lakukan dengan rukyah mandiri, dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan anda pada Allah. Pada dasarnya Jin tidak sanggup berdiam didalam tubuh orang yang beriman dan bertawakkal sebagaimana disebutkan dalam surat An Nahl ayat 100.


Untuk Rukyah mandiri anda juga bisa memutar ayat ayat yang digunakan untuk mendeteksi jin tersebut diatas secara berulang ulang. Pahami dan resapi makna ayat tersebut. Anda bisa mendengarkan suara rekaman ayat tersebut sambil melihat terjemahannya seperti berikut dibawah ini. Hayati makna ayat tersebut hingga anda merasakan kontak dengan Allah penguasa alam semesta. Rasakan getaran ilahi dari ayat yang anda dengar, hingga iman dan keyakinan anda bertambah mantap. Insya Allah jin yang bersarang ditubuh anda akan keluar dengan sendirinya.

NB:


saya sendiri[Allan Ghani] pernah merukiyah seseorang pasien dengan bacaan ayat-ayat diatas dan sang pasien muntah-muntah sampai berpeluh peluh,tetapi setelah itu Alhamdulillah dia merasa plong,,


dan alangkah baiknya setelah mendengarkan rekaman ayat Ruqiah diatas dilanjut mendengarkan rekaman bacaan Ayat kursi yg akan AllanD Ghani Aploud setelahnya..



 








Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by YESMUSLIM - " Mari Belajar dan Berbagi "

komentar :


Selengkapnya

Wirid, Dzikir dan Doa Setelah Shalat Wajib Lengkap Menurut Sunnah Nabi

 Y E S    MUSLIM    Wirid, Dzikir dan Doa Setelah Shalat Wajib Lengkap Menurut Sunnah Nabi

Wirid, dzikir, dan doa setelah shalat / Pic source : ngrukem

Sebagai salah satu dan yang paling utama dalam ibadah umat Islam, shalat merupakan hal yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang ingin mendapatkan ridha Illahi.

Bukan hanya sebagai salah satu bentuk penyembahan saja, namun lebih dari itu shalat merupakan sarana untuk kita sebagai seorang makhluk berbicara dan berkeluh kesah kepada Rabb-Nya.

5 waktu yang wajib kita lakukan dan dianjurkan pula untuk menambah shalat sunnah pada waktu-waktu tertentu.

Berbicara mengenai shalat, pastilah sudah banyak yang mengetahui adab-adab ketika mendirikan shalat.

Mulai dari mengambil wudhu terlebih dahulu, kemudian niat, dan pada akhirnya nanti menyelesaikan ibadah shalat dengan salam.

Akan tetapi, tahukah bahwa ada beberapa hal yang juga dianjurkan setelah melaksanan shalat?

Yakni memperbanyak berdoa dan berdzikir, salah satunya adalah doa setelah shalat wajib.

Karena memang di waktu itulah doa-doa bisa saja terkabul.

Pengertian Dzikir dan Wirid 

Sudah pasti telah banyak yang mengetahui perihal arti dan makna sebenarnya dari berdoa. Selain untuk memohon ampunan dari Sang Illahi, pun sebagi bentuk pengharapan agar doa terkabulkan.

Setiap manusia pastilah memiliki hajad, sehingga dengan berdoalah keinginan tersebut bisa disampaikan kepada Sang Pemilik Kehidupan ini.

Selain doa-doa seperti doa pendek setelah shalat 5 waktu, ada pula dzikir dan wirid yang pengertiannya juga berbeda.

Dzikir, dalam bahasa arab berarti "mengingat". Dzikir didalam Al-Qur'an diartikan sebagai "mengingat Allah". Bisa dilihat dalam firman-Nya:

Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya (33.41.)

Didalam Al-Qur'an tidak disebutkan kapan waktu khusus untuk ber-dzikir (mengingat) Allah. Akan tetapi yang sering adalah perintah untuk ber-dzikir (mengingat) Allah, kapanpun, tidak bergantung pada waktu.

Sedangkan wirid, diartikan sebagai ibadah mengucapkan kalimat Allah diwaktu-waktu tertentu dengan tujuan tertentu, semisal saja ingin mengharapkan sesuatu atau hajad.

Jika disandarkan dengan hadits berikut:

"Rasulullah bersabda : 'Sesungguhnya aku berkata bahwa kalimat : 'Subhanallah, wal hamdulillah, wa Laa Ilaaha Illallah, wallahu akbar'

(Maha Suci Allah, dan segala puji bagi Allah, dan tidak ada Tuhan kecuali Allah, dan Allah Maha Besar) itu lebih kusukai daripada apa yang dibawa oleh matahari terbit." (HR Bukhari dan Muslim)

Maka berarti wirid termasuk ibadah yang diperbolehkan, selama sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah dan selama tidak melanggar perintah Allah yakni menggunakan Asmaul Husna.

Wirid, Dzikir dan Doa Setelah Shalat Wajib

Wirid, dzikir, dan doa setelah shalat / Pic source : dimasandrew

Wirid dan dzikir setelah shalat

Sebelum membaca doa sesudah shalat fardhu berjamaah, ada baiknya untuk membaca wirid terlebih dahulu, seperti halnya pada ulasan berikut ini.

أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ الَّذِي لآ إِلَهَ إِلَّا هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ.

Astaghfirullohal 'adzhiim(a) alladzii la ilaha illahuwal'hayyul qoyyuwm(u) waatuwbu ilaih(i).

لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ اْلمُلْكَ وَلَهُ اْلحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.

La ilaha illallohu wa'hdahula syariikalah(u), lahulmulka walahul'hamdu yu'hyii wayumiitu wahuwa 'alakulli syai'in(g)qodiir(u).

اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَا اْلجَدِّ مِنْكَ اْلجَدُّ

Allohumma la ma ni'alima a'thoit(a), wala mu'thiya lima mana'ta wala yan(g)fa'udzal jaddi min(g)kaljadd(u)

اَللَّهُمَّ أَجِرْنَا مِنَ النَّارِ.

Allohumma ajirna minannar(i)

اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلاَمُ، فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمُ وَأَدْخِلْنَا اْلجَنَّةَ دَارَ السَّلاَمِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ.

Allohumma an(g)tassalamu wa min(g)kassalamu wa ilaika ya'uwdussalam(u), fa'hayyina robbana bissalamu wa adkhilnaljannata darossalami tabarokta robbana wa ta'alaita yadzaljalali wal ikrom(i).

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

A'uudzu billahiminasy-syaithonirrojiim(i)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Bismillahirro'hmanirro'hiim(i)

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ اهْدِنَا الصِّرَاطَ اْلمُسْتَقِيْمَ صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ اْلمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَآلِّيْنَ. آمِيْنَ.

Al'hamdulillahirobbil'aalamiin(i) arro'hmanirro'him(i) maliki yawmiddiin(i) iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'iin(u) ihdinash shirotholmustaqiim(a) shiro tholladziina an'amta 'alaihim ghoirilmagh-dhuubi 'alaihim waladholliin(a) - aamiin(a).

وَإِلَهُكُمْ إَلَهٌ وَاحِدٌ لاَ إِلَهَ إِلَّا هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي اْلأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَآءَ وَسِعَ كُرْسِيُّه ُالسَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤُوْدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ اْلعَلِيُّ اْلعَظِيْمُ.

Wa ilahukum alahu wa 'hidu lailaha illahuwal'hayyulqoyyuum(u), lata'khudzuhu sinatu wala_naum(u) lahumafiissamawati wama_fiil ardh(i) man(g)dzalladzii yasy-fa'u in(g)dahu illabiidz-nih(i) ya'lamuma baina aidiihim wama kholfahum wala yu'hiituuna bisyai in min ilmihi illa bima sya'(a) wasi 'akursiyyuhussamawati wal ardh(o) walaya'uuduhu 'hifdzhuhuma wahuwal'aliyyul'adzhiim(u).

إِلَهَنَا رَبَّنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا سُبْحَانَ اللهِ... سُبْحَانَ اللهِ (33 مرة)

Ilahana robbana an(g)tamaulana sub'hanalloh(i)

sub'hanalloh (33x)

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ دَائِمًا أَبَدًا اَلْحَمْدُ ِللهِ ... اَلْحَمْدُ ِللهِ (33 مرة)

Sub'hanallohi wabi'hamdihi da 'iman abadan al'hamdulillah(i)

al'hamdulillah (33x)

اْلحَمْدُ ِللهِ عَلىَ كُلِّ حَالٍ وَفِي كُلِّ حَالٍ وَبِنِعْمَةِ يَا كَرِيْمُ ... اللهُ أَكْبَرُ (33 مرة)

Al'hamdulillahi 'ala kulli'halinn wafiikulli'halin wabini'mati yakariim(u)

allohu akbar (33x)

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَاْلحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ اْلمُلْكُ وَلَهُ اْلحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ.

Allohu akbar(u) kabiiron wal'hamdulillahi katsiiron wasub'hanallohi bukrotan wa ashiilan, lailaha illallohu wa'hdahulasyariikalah(u), lahulmulku walahul'hamdu yu'hyii wayumiitu wahuwa 'alakulli syai in(g)qodiir(u). Wala'hawla walaquwwata illabillahil 'aliyyil'adzhiim(i).

أَسْتَغْفِرُ اللهَ اْلعَظِيْمَ (ثلاث مرات)، إِنَّ اللهَ غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ.

Astaghfirullohal'adzhiim(a) (), innalloha ghofuururo'hiim(u)

أَفْضَلُ الذِّكْرِ فَاعْلَمْ أَنَّهُ...

Afdholudz-dzakri fa'lam annahu...

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ (...حي موجود)

La ilaha illalloh(u)

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ (...حَيٌّ مَعْبُوْدٌ)

La ilaha illalloh(u)

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ (...حَيٌّ بَاقٍ)

La ilaha illalloh(u)

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ ... (33 مرة)

La ilaha illalloh(u) (33x)

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، كَلِمَةُ حَقٍّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوْتُ وَبِهَا نُبْعَثُ إِنْ شَآءَ اللهُ مِنَ اْلآمِنِيْنَ.

La ilaha illallohu mu'hammadurosuulullohi sollallohu 'alaihi wa sallam(a), kalimatu'haqqon 'alaiha na'hya wa 'alaiha namuutu wa biha nab'a-tsu in(g)sya 'allohu minal aminiin(a).

Doa setelah shalat wajib

Wirid, dzikir, dan doa setelah shalat / Pic source : candradewojati

Setelah melantunkan dzikir dan wirid, inilah waktunya untuk kita memanjatkan bacaan doa setelah sholat.

Ada banyak doa yang bisa dibaca ketika telah menyelesaikan ibadah shalat, dari shalat wajib hingga sunnah pun ada doa tersendiri di dalamnya.

Akan tetapi ada beberapa doa setelah shalat yang bisa dibaca dan diamalkan sehari-hari seperti berikut ini.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْدًا يُوَافِىْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَارَبَّنَالَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ كَمَا يَنْبَغِىْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Alhamdu lillaahi rabbil 'aalamiin. Hamday yu-waafii ni'amahuu wa yukaafi'u maziidah. Yaa rabbanaa lakalhamdu wa lakasy syukru ka-maa yambaghiilijalaaliwajhika wa 'azhiimisul-thaanik.

Artinya:

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam. Pujian yang sebanding dengan nikmat-nikmatnya dan menjamin tambahannya.

Wahai Tuhan kami, bagi-Mu-lah segala puji, dan bagi-Mu-lah segalah syukur, sebagaimana layak bagi keluhuran zat-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu.

اَللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. صَلاَةً تُنْجِيْنَابِهَا مِنْ جَمِيْعِ اْلاَهْوَالِ وَاْلآفَاتِ. وَتَقْضِىْ لَنَابِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ.وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ. وَتَرْفَعُنَابِهَا عِنْدَكَ اَعْلَى الدَّرَجَاتِ. وَتُبَلِّغُنَا بِهَا اَقْصَى الْغَيَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ اِنَّهُ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَاقَاضِىَ الْحَاجَاتِ.

Allaahumma shalliwasallim 'alaa sayyidinaa muhammadiw wa 'alaa aali sayyidinaa muhammad. Shala atan tun ajihnaa bíhaa minjamii'il ahwaali wal aafaat.

Wa taqdhii lanaa bihaa jamii'al haajaat. Wa tuthahhirunaa bihaa min jamii'is sayyi'aat. W atarfa ' un a a bihaa 'indaka ' a'laddarajaat.

Wa tuballighunaa bihaa aqshal ghaayaati min jamii'il khairaatifil hayaatiwa ba'dal mamaat. Innahu samii'un qariibum mujiibud da'awaat wayaa qaadhiyal haajaat.


Artinya:

Wahai Allah, limpahkanlah rahmat dan kesejahteraan kepada penghulu kami, Nabi Muhammad dan keluarganya, yaitu rahmat yang dapat menyelamatkan kami dari segala ketakutan dan penyakit,

yang dapat memenuhi segala kebutuhan kami, yang dapat mensucikan diri kami dari segala keburukan, yang dapat mengangkat derajat kami ke derajat tertinggi di sisi-Mu,

dan dapat menyampaikan kami kepada tujuan maksimal dari segala kebaikan, baik semasa hidup maupun sesudah mati. Sesunggunya Dia (Allah) Maha Mendengar, Maha Dekat, lagi Maha Memperkenankan segala doa dan permohonan.

Wahai Dzat yang Maha Memenuhi segala kebutuhan Hamba-Nya.

MasyaAllah, sungguhlah doa dan dzikir setelah shalat fardhu nahdlatul ulama tersebut bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari setelah melaksanakan ibadah shalat wajib.

Semoga bisa bermanfaat dan menjadikan kita semua lebih baik lagi di kemudian hari.





Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by YESMUSLIM - " Mari Belajar dan Berbagi "

komentar :


Selengkapnya

Ternyata Cara Praktek Ruqyah Syar’i itu Mudah, Kita Bisa Praktek Sendiri





Ruqyah bukan pengobatan alternatif. Justru seharusnya menjadi pilihan pertama pengobatan tatkala seorang muslim tertimpa penyakit. Banyak yang berasumsi bahwa ruqyah harus dilakukan oleh seorang ustadz/buya/kiyai/tuanku. Sesungguhnya ini adalah keliru, karena kita sebagai seorang muslim, ternyata kita bisa melakukan ruqyah sendiri.

Tata Cara Ruqyah Syar’i secara mandiri, sebagai berikut :
  1. Keyakinan bahwa kesembuhan datang hanya dari Allah.
  2. Ruqyah harus dengan Al Qur’an, hadits atau dengan nama dan sifat Allah, dengan bahasa Arab atau bahasa yang dapat dipahami.
  3. Mengikhlaskan niat dan menghadapkan diri kepada Allah saat membaca dan berdoa.
  4. Membaca Surat Al Fatihah dan meniup anggota tubuh yang sakit. Demikian juga membaca surat Al Falaq, An Naas, Al Ikhlash, Al Kafirun. Dan seluruh Al Qur’an, pada dasarnya dapat digunakan untuk meruqyah. Akan tetapi ayat-ayat yang disebutkan dalil-dalilnya, tentu akan lebih berpengaruh.
  5. Menghayati makna yang terkandung dalam bacaan Al Qur’an dan doa yang sedang dibaca.
  6. Orang yang meruqyah hendaknya memperdengarkan bacaan ruqyahnya, baik yang berupa ayat Al Qur’an maupun doa-doa dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Supaya penderita belajar dan merasa nyaman bahwa ruqyah yang dibacakan sesuai dengan syariat.
  7. Meniup pada tubuh orang yang sakit di tengah-tengah pembacaan ruqyah. Masalah ini, menurut Syaikh Al Utsaimin mengandung kelonggaran. Caranya, dengan tiupan yang lembut tanpa keluar air ludah. ‘Aisyah pernah ditanya tentang tiupan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam meruqyah. Ia menjawab: “Seperti tiupan orang yang makan kismis, tidak ada air ludahnya (yang keluar)”. (HR Muslim, kitab As Salam, 14/182). Atau tiupan tersebut disertai keluarnya sedikit air ludah sebagaimana dijelaskan dalam hadits ‘Alaqah bin Shahhar As Salithi, tatkala ia meruqyah seseorang yang gila, ia mengatakan: “Maka aku membacakan Al Fatihah padanya selama tiga hari, pagi dan sore. Setiap kali aku menyelesaikannya, aku kumpulkan air liurku dan aku ludahkan. Dia seolah-olah lepas dari sebuah ikatan”. [HR Abu Dawud, 4/3901 dan Al Fathu Ar Rabbani, 17/184].
  8. Jika meniupkan ke dalam media yang berisi air atau lainnya, tidak masalah. Untuk media yang paling baik ditiup adalah minyak zaitun. Disebutkan dalam hadits Malik bin Rabi’ah, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:كُلُوْا الزَيْتَ وَ ادَّهِنُوا بِهِ فَإنَهُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَة”Makanlah minyak zaitun , dan olesi tubuh dengannya. Sebab ia berasal dari tumbuhan yang penuh berkah”.[2]
  9. Mengusap orang yang sakit dengan tangan kanan. Ini berdasarkan hadits ‘Aisyah, ia berkata: “Rasulullah, tatkala dihadapkan pada seseorang yang mengeluh kesakitan, Beliau mengusapnya dengan tangan kanan…”. [HR Muslim, Syarah An Nawawi (14/180].
    Imam An Nawawi berkata: “Dalam hadits ini terdapat anjuran untuk mengusap orang yang sakit dengan tangan kanan dan mendoakannya. Banyak riwayat yang shahih tentang itu yang telah aku himpun dalam kitab Al Adzkar”. Dan menurut Syaikh Al ‘Utsaimin berkata, tindakan yang dilakukan sebagian orang saat meruqyah dengan memegangi telapak tangan orang yang sakit atau anggota tubuh tertentu untuk dibacakan kepadanya, (maka) tidak ada dasarnya sama sekali.
  10. Bagi orang yang meruqyah diri sendiri, letakkan tangan di tempat yang dikeluhkan. Apabila rasa sakit terdapat di seluruh tubuh, caranya dengan meniup dua telapak tangan dan mengusapkan ke wajah si sakit dengan keduanya.[5]
  11. Bila penyakit terdapat di salah satu bagian tubuh, kepala, kaki atau tangan misalnya, maka dibacakan pada tempat tersebut.
  12. Apabila penyakit berada di sekujur badan, atau lokasinya tidak jelas, seperti gila, dada sempit atau keluhan pada mata, maka cara mengobatinya dengan membacakan ruqyah di hadapan penderita. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Nabi Shallallahu ‘laihi wa sallam meruqyah orang yang mengeluhkan rasa sakit. Disebutkan dalam riwayat Ibnu Majah, dari Ubay bin K’ab , ia berkata: “Dia bergegas untuk membawanya dan mendudukkannya di hadapan Beliau Shallallahu ‘alaihi wa salla,m . Maka aku mendengar Beliau membentenginya (ta’widz) dengan surat Al Fatihah”.[7]Demikian sekilas cara ruqyah.
http://2.bp.blogspot.com/-59wna0GNJ8U/UyWUA_TDISI/AAAAAAAAGws/zGPqqiFGs7s/s1600/cara-ruqyah-syariyyah.jpg
    Simak Tata Cara Ruqyah Syar’i Mandiri yang dibimbing oleh Al-Ustadz Hasan Mubarak, Lc yang disampaikan pada saat Tabligh Akbar “Training Ruqyah Syar’i Mandiri”, Ahad, 22 Maret 2015 di Masjid Nurul Ikhlas, ASPOL, Jati, Padang, Sumatera Barat.

    Semoga bermanfaat

    Rujukan :
    1. Risalatun Fi Ahkami Ar Ruqa Wa At Tamaim Wa Shifatu Ar Ruqyah Asy Syar’iyyah, karya Abu Mu’adz Muhammad bin Ibrahim. Dikoreksi Syaikh Abdullah bin Abdur Rahman Jibrin.
    2. Kaifa Tu’aliju Maridhaka Bi Ar Ruqyah Asy Syar’iyyah, karya Abdullah bin Muhammad As Sadhan, Pengantar Syaikh Abdullah Al Mani’, Dr Abdullah Jibrin, Dr. Nashir Al ‘Aql dan Dr. Muhammad Al Khumayyis, Cet X, Rabi’ul Akhir, Tahun 1426H.



    Sumber 




    Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

    republished by YESMUSLIM - " Mari Belajar dan Berbagi "

    komentar :


    Selengkapnya

    Mahasiswa Ini Beberkan Rahasia Bagaimana Menghafal 30 Juz Al Qur’an Hanya Dalam 4 Bulan





    Mahasiswa Ini Beberkan Rahasia Bagaimana Menghafal 30 Juz Al Qur’an Dalam 4 Bulan

    Mahasiswa Ini Beberkan Rahasia Bagaimana Menghafal 30 Juz Al Qur’an Dalam 4 Bulan



     Y E S    MUSLIM    Keinginan masyarakat muslim sekarang ini untuk bisa menghafal Al Qur’an tengah ramai-ramainya. Mereka pun sibuk mencari tahu dari berbagai sumber bagaimana cara menghafal Al Qur’an yang benar sehingga mudah diingat dan tidak lupa lagi.

    Salah satu yang membuat ketertarikan masyarakat untuk kembali menghafal pedoman hidup umat islam saat ini adalah adanya Hafidz Cilik yang telah berhasil menjadi juara ketiga lomba Hafidz Internasional. Selain bisa membuat bangga orang tua, tentu dengan memiliki kemampuan menghafal Qur’an menjadi ladang pahala yang tiada habisnya.

    Selain Hafidz Cilik bernama Musa, ternyata ada seorang mahasiswa University of Jordan yang berhasil menghafal Al Qur’an 30 juz hanya dalam waktu 4 bulan saja. Itu juga ia lakukan di tengah kesibukannya mendalami ilmu perkuliahan.

    Pemuda 22 tahun asal Singapura jurusan Islamic Theology ini ternyata memiliki tips atau rahasia bagaimana ia bisa menghafal keseluruhan Al Qur’an dengan begitu cepat. Ia pun tak segan membagi ilmu yang didapatnya kepada masyarakat yang ingin benar-benar menghidupkan Al Qur’an dalam hati dan pikirannya.

    Berikut adalah tips menghafal Quran dari Hafidz Qur’an bernama Fadhil Azman tersebut.

    1. Memurnikan Niat

    Fadhil sebelum kuliah memang telah mampu menghafal 9 juz hasil ia belajar sejak SD hingga SMA dan ia pun melanjutkan hafalan sisanya ketika kuliah. Yang menjadi keberhasilannya adalah niat yang murni karena mengharap rahmat Allah dan surgaNya. Ia tidak sedikit pun memiliki niat untuk dipuji teman, keluarga atau oleh yang lainnya.

    2. Mulai Saat Ini

    Salah satu yang menghambat keberhasilan dalam hal apapun adalah sifat menunda-nunda. Mulailah saat ini juga dengan membayangkan manfaat yang bisa didapat jika melakukannya seperti pahala dan berbagai kebaikan lainnya. Gunakan momentum setelah selesai shalat untuk menghafal Al Qur’an dengan lebih baik.

    3. Gunakan Mushaf Al Qur’an Yang Sama

    Mata menjadi jalan pertama seseorang bisa membaca dan menghafalkan Al Qur’an. Dengan menggunakan mushaf yang sama, maka kita akan teringat letak huruf, jumlah ayat perlembar maupun harakatnya dengan jelas. Hal itu merupakan saran dari gurunya sendiri dan memang terbukti.

    4. Banyak Mendengarkan Bacaan Al Qur’an

    Jika ingin benar-benar total bisa menghafal Al Qur’an, maka segera hilangkan koleksi lagu yang ada di ponsel ataupun di media audio kita. Isi dengan ayat-ayat Al Qur’an sehingga telinga menjadi lebih familiar dengan ayat-ayat Al Qur’an.

    Dengarkan sejenak ayat Al Qur’an dengan audio dan ketika melakukan pekerjaan yang lain, kita bisa sekalian menghafalnya.

    5. Mengulang Dan Membagi Halaman Untuk Dasar Menghafal

    Baca terlebih dahulu satu lembar halaman secara keseluruhan, kemudian bagi menjadi dua atau tiga bagian sesuai kemampuan. Hafalkan bagian halaman yang pertama hingga benar-benar kuat dalam ingatan. Setelah itu baru dilanjutkan ke bagian yang kedua dan seterusnya.

    6. Memahami Isi Bacaan

    Bagi orang yang baru mengenal huruf-huruf Al Qur’an memang cukup dirasa sulit menghafal satu halaman saja. Karenanya diperlukan pemahaman tentang isi dari bacaan tersebut. Sehingga kita mengetahui alur kisah dalam ayat yang kita hafalkan.

    Bisa dikatakan dengan memahami artinya, kita telah setengah menghafal Al Qur’an.

    7. Mulai Secara Perlahan

    Banyak yang ingin segera bisa menghafal Al Quran satu lembar atau satu halaman. Hal itu salah besar jika kemampuan kita belum terasah. Lakukanlah secara perlahan-lahan seperti menghafal satu ayat perhari ataupun beberapa ayat dahulu hingga kuat dalam ingatan.
    8. Jangan Menyerah

    Untuk bisa mahir memang akan selalu ada kesulitan yang menghadang seperti rasa malas ataupun putus asa. Karenanya kita diharuskan untuk tetap semangat dan jangan menyerah. Meski sulit, lakukanlah terus hingga kesulitan itu akhirnya roboh.

    9. Berteman Dengan Penghafal Juga

    Untuk semakin termotivasi, bertemanlah dengan hafidz lainnya sehingga kita bisa saling setor hafalan dan mampu saling merevisi.

    10. Membuat Rencana

    Rencana disini maksudnya mau berapa halaman atau berapa ayat yang ingin kita hafalkan dalam satu hari. Cobalah sedikit dahulu. Jika teryata ayat di dalamnya mudah dihafal, maka bisa ditambahkan ayat atau halamannya perhari.

    Terkadang memang ada ayat-ayat yang begitu familiar dan ada ayat yang tidak pernah terdengar sekalipun. Maka sangat wajar jika menghafal setiap halaman Al Qur’an membutuhkan waktu yang berbeda.

    11. Waktu Terbaik

    Menghafal agar lebih cepat juga harus memperhatikan waktu. Cara yang dianjurkan adalah menghafal setelah shalat subuh atau fajar agar otak masih dalam keadaan segar. Al Qur’an pun akan lebih mudah untuk dihafal.

    Selain subuh, waktu malam antara magrib dan isya pun cocok pula untuk menghafal Quran.

    12. Jadilah Produktif

    Terkadang seseorang menghafalkan Al Qur’an membutuhkan tempat yang sepi dan menyendiri. Jika seperti itu maka cukup sulit untuk mengulang hasil hafalan. Karenanya hafalkan atau ulangi hafalan Al Qur’an di segala aktivitas kita seperti di dalam bus, ketika jalan atau aktivitas fisik lainnya.

    13. Selalu Bawa Al Qur’an Kemanapun

    Dengan membawanya, kita akan selalu diingatkan untuk terus menghafal dan menghafal.

    14. Jaga Mata Dan Telinga

    Hafalan Qur’an bisa hilang ataupun sulit dihafal ketika mata digunakan pula untuk melihat aurat orang lain ataupun menggunakan telinga untuk mendengarkan ghibah. Karenanya salah satu cara agar mudah menghafal Al Qur’an adalah dengan menjaga mata, telinga dan indra lainnya dari perbuatan dosa.

    15. Senantiasa Bertaubat

    Isilah hari-hari dengan beristighfar sebanyak mungkin karena dosa yang ada pada diri bisa menghalangi kemampuan untuk menghafal kalamullah.

    16. Miliki Seseorang Yang Mau Mendengarkan Hafalan Kita

    Carilah seseorang, baik dari keluarga ataupun sahabat yang sukarela mendengarkan dan merevisi hafalan kita hingga kesalahan yang terkecil sekalipun.

    17. Muraja’ah Atau Mengulang

    Muraja’ah menjadi sangat penting karena ketika hari ini kita bisa menghafal ayat tersebut, bisa saja keesokannya lupa karena menghafal ayat baru lainnya.

    18. Makan Kismis Dan Madu

    Madu dan kismis dipercaya mampu memaksimalkan memori sehingga dapat menghafal Al Qur’an lebih cepat.

    19. Shalat Malam

    Lakukan shalat malam meski hanya dua rakaat. Setelah itu berdoalah karena saat itu merupakan saat Allah mengijabah doa hambaNya.

    20. Berdoa

    Meski telah melakukan segala ikhtiar, namun tidak dibarengi dengan doa, berarti telah meniadakan peran Allah. Karenanya kita harus sadar bahwa kita hanyalah hamba yang lemah dan selalu meminta pertolongan Allah, termasuk dalam menghafal Al Quran.

    21. Mendoakan Orang Lain

    Doa yang dipanjatkan tak hanya untuk diri sendiri saja, melainkan berdoa juga untuk orang lain.

    “Doa seorang muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya mudah diterima, satu malaikat diutus untuk menyertainya dan setiap kali ia berdoa untuk kemanfaatan saudaranya, maka malaikat pun akan mengaminkan untuk kita juga.” (HR Muslim)

    22. Minta Orang Tua Agar Mendoakan

    Rahasia yang terakhir adalah meminta orang tua untuk mendoakan karena doa orang tua dekat akan diijabahnya.

    “Rasulullah bersabda, “Tiga permohonan yang tidak akan ditolak oleh Allah: Doa orang tua untuk anaknya, orang yang berpuasa dan musafir.” (HR Baihaqi, Tirmidzi)

    Demikian 22 rahasia yang dibeberkan oleh Fadhil Azman yang mampu menghafal Al Qur’an secara utuh dalam jangka waktu 4 bulan. Semoga kita semua bisa melaksanakan ilmu yang dibagikan olehnya. Aamiin




    Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

    republished by YESMUSLIM - " Mari Belajar dan Berbagi "

    komentar :


    Selengkapnya

    Kumpulan Doa Doa Pagi dan Petang Sesuai Sunnah Nabi Muhammad SAW

     Y E S    MUSLIM    Kumpulan Doa Pagi dan Petang Sesuai Sunnah

    Kumpulan doa pagi dan petang / Pic source : lifestyle okezone

    Ketika pagi menjelang, maka itulah waktu dimana semua aktifitas dimulai kembali setelah semalam tubuh beristirahat.

    Semua kegiatan akan dimulai pada pagi hari hingga nanti malam menjelang. Banyak pakar kesehatan yang menganjurkan untuk kita agar bangun pagi-pagi supaya tubuh mendapatkan udara yang masih bersih.

    Artikel pilihan : Wirid, Dzikir dan Doa Setelah Shalat Wajib Lengkap Menurut Sunnah Nabi

    Sehingga pikiran pun menjadi tenang dan segar.

    Setelah itu, setiap orang akan mengerjakan akitifitasnya masing-masing mulai pagi hari, seperti misalnya bekerja, bersekolah, berolahraga, dan lain sebagainya.

    Sampai datang waktu petang untuk kita mengistirahatkan badan.

    Saat waktu petang hari tiba, maka hal pertama yang dianjurkan adalah segera menutup pintu rumah dengan membaca bismillah, agar syetan tak bisa masuk dan menginap di dalam rumah.

    Pun dengan membaca doa pagi dan petang yang shahih, agar terhindar dari segala keburukan yang ada.

    Ternyata itulah sedikit mengenai waktu pagi dan petang hari. Lantas, bagaimana kedua waktu tersebut dalam pandangan Islam?

    Waktu Pagi dalam Islam

    Di dalam Islam waktu pagi sering dibicarakan sebagai waktu dimana para malaikat wara-wiri untuk memberikan rahmat Allah SWT ke setiap orang.

    Sehingga bisa dibilang waktu tersebut merupakan waktu yang sangat utama dan penuh dengan keberkahan.

    Bahkan waktu pagi telah mendapatkan doa khusus dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai waktu yang berkah.

    Dari sahabat Shokhr Al Ghomidiy, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

    اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا

    "Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya."

    Apabila Nabi shallallahu mengirim peleton pasukan, beliau shallallahu 'alaihi wa sallam mengirimnya pada pagi hari. Sahabat Shokhr sendiri (yang meriwayatkan hadits ini, pen) adalah seorang pedagang.

    Dia biasa membawa barang dagangannya ketika pagi hari. Karena hal itu dia menjadi kaya dan banyak harta.

    Abu Daud mengatakan bahwa dia adalah Shokhr bin Wada'ah. (HR. Abu Daud no. 2606. Hadits ini dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho'if Sunan Abi Daud)

    Sungguh mulia bukan waktu pagi itu, oleh karena itulah sebagai umat Islam kita harus selalu memanjatkan bacaan dzikir pagi setiap saat.

    Waktu Petang dalam Islam

    Kumpulan doa pagi dan petang / Pic source : hidayatpanuntun

    Lain halnya saat pagi menjelang yang disunnahkan untuk kita bertebaran di muka bumi guna mencari rezeki.

    Ketika petang telah datang, maka sangat dilarang untuk keluyuran, dan harus berdiam diri di rumah sembari melaksanakan ibadah yang semestinya.

    terdapat sejumlah hadits shahih terkait dengan adab ini. Di antaranya adalah yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah radhiallahu anhu, sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

     إِذَا كَانَ جُنْحُ اللَّيْلِ أَوْ أَمْسَيْتُمْ فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْتَشِرُ حِينَئِذٍ ، فَإِذَا ذَهَبَ سَاعَةٌ مِنْ اللَّيْلِ فَخَلُّوهُمْ ، وَأَغْلِقُوا الْأَبْوَابَ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا ، وَأَوْكُوا قِرَبَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ ، وَخَمِّرُوا آنِيَتَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ وَلَوْ أَنْ تَعْرُضُوا عَلَيْهَا شَيْئًا ،  وَأَطْفِئُوا مَصَابِيحَكُمْ

    "Jika malam datang menjelang, atau kalian berada di sore hari, maka tahanlah anak-anak kalian, karena sesungguhnya ketika itu setan sedang bertebaran.

    Jika telah berlalu sesaat dari waktu malam, maka lepaskan mereka. Tutuplah pintu dan berzikirlah kepada Allah, karena sesungguhnya setan tidak dapat membuka pintu yang tertutup.

    Tutup pula wadah minuman dan makanan kalian dan berzikirlah kepada Allah, walaupun dengan sekedar meletakkan sesuatu di atasnya, matikanlah lampu-lampu kalian." (HR. Bukhari, no. 3280, Muslim, no. 2012)

    Imam Nawawi meletakkan hadits ini dalam bab "Perintah menutup wadah makan dan minum, menutup pintu serta menyebut nama Allah padanya, mematikan api ketika tidur serta menahan anak dan ternak setelah masuk maghrib."

    Imam Muslim, no. 2113 meriwayatkan dari Jabir radhiallahu anhu, dia berkata, "Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

     لَا تُرْسِلُوا فَوَاشِيَكُمْ – أي كل ما ينتشر من ماشية وغيرها - وَصِبْيَانَكُمْ إِذَا غَابَتْ الشَّمْسُ حَتَّى تَذْهَبَ فَحْمَةُ الْعِشَاءِ ، فَإِنَّ الشَّيَاطِينَ تَنْبَعِثُ إِذَا غَابَتْ الشَّمْسُ حَتَّى تَذْهَبَ فَحْمَةُ الْعِشَاءِ

    "Jangan lepas hewan ternak kalian dan anak-anak kalian apabila matahari terbenam hingga berlalunya awal waktu Isya. Karena setan bertebaran jika matahari terbenam hingga berlalunya awal waktu Isya."

    Jadi, sudahlah jelas jikalau di kedua waktu pagi dan petang kita sebagai manusia harus memperbanyak doa awal pagi dan petang.

    Menjadi pertanyaan, bagaimanakah doa pagi dan petang sesuai sunnah tersebut?

    Kumpulan Doa Pagi dan Petang Sesuai Sunnah

    Dzikir Pagi

    Membaca ayat Kursi


    اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

    "Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur.

    Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka.

    Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar." (QS. Al Baqarah: 255) (Dibaca 1 x)

    Faedah: Siapa yang membacanya ketika petang, maka ia akan dilindungi (oleh Allah dari berbagai gangguan) hingga pagi. Siapa yang membacanya ketika pagi, maka ia akan dilindungi hingga petang.

    Membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq, An Naas



    Kumpulan doa pagi dan petang / Pic source : islamidia

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

    قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

    "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan.

    Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia." (QS. Al Ikhlas: 1-4) (Dibaca 3 x)

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

    قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ  وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

    "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

    Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Shubuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,

    dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki". (QS. Al Falaq: 1-5) (Dibaca 3 x)

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

    قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ

    "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

    Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia.

    Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,

    yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia." (QS. An Naas: 1-6) (Dibaca 3 x)

    Faedah: Siapa yang mengucapkannya masing-masing tiga kali ketika pagi dan petang, maka segala sesuatu akan dicukupkan untuknya.

    أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

    Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai-in qodir.

    Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzal yaum wa khoiro maa ba'dahu, wa a'udzu bika min syarri maa fii hadzal yaum wa syarri maa ba'dahu. Robbi a'udzu bika minal kasali wa su-il kibar.

    Robbi a'udzu bika min 'adzabin fin naari wa 'adzabin fil qobri.

    Artinya:

    "Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah.

    Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya.

    Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya.

    Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya.

    Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di alam kubur." (Dibaca 1 x)

    Faedah:

    Meminta pada Allah kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya, juga agar terhindar dari kejelekan di hari ini dan kejelekan sesudahnya.

    Di dalamnya berisi pula permintaan agar terhindar dari rasa malas padahal mampu untuk beramal, juga agar terhindar dari kejelekan di masa tua.

    Di dalamnya juga berisi permintaan agar terselamatkan dari siksa kubur dan siksa neraka yang merupakan siksa terberat di hari kiamat kelak.

    Dzikir Petang

    Kumpulan doa pagi dan petang / Pic source : suara islam

    Sama halnya seperti doa dan dzikir pagi di atas, ketika membaca doa untuk petang hari sama saja.

    Yakni dengan membaca ayat Kursi, surat Al Ikhlas, Al Falaq, An Naas, kemudian ditambah dengan doa khusus petang hari.

    أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ للهِ، وَالْحَمْدُ للهِ، لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

    Amsaynaa wa amsal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai-in qodir.

    Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzihil lailah wa khoiro maa ba'dahaa, wa a'udzu bika min syarri maa fii hadzihil lailah wa syarri maa ba'dahaa. Robbi a'udzu bika minal kasali wa suu-il kibar.

    Robbi a'udzu bika min 'adzabin fin naari wa 'adzabin fil qobri.


    Artinya:

    "Kami telah memasuki waktu petang dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya.

    Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya.

    Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepadaMu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua.

    Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di kubur." (Dibaca 1 x)

    Faedah:

    Meminta pada Allah kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya, juga agar terhindar dari kejelekan di malam ini dan kejelekan sesudahnya.

    Di dalamnya berisi pula permintaan agar terhindar dari rasa malas padahal mampu untuk beramal, juga agar terhindar dari kejelekan di masa tua.

    Di dalamnya juga berisi permintaan agar terselamatkan dari siksa kubur dan siksa neraka yang merupakan siksa terberat di hari kiamat kelak.

    Itulah beberapa ulasan tentang doa pagi dan petang latin, arab, dan artinya. Semoga bermanfaat.






    Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

    republished by YESMUSLIM - " Mari Belajar dan Berbagi "

    komentar :


    Selengkapnya

    Ini Bacaan Favorit Rasulullah SAW Jelang Tidur dan Khasiatnya



    Rasulullah SAW memiliki kebiasaan membaca Alquran sebelum tidur. Beberapa kali ada sejumlah surah yang menjadi favorit Rasulullah dan dibaca pada malam hari, terutama jam-jam sebelum beliau beristirahat malam.

    Berikut ini daftar surah-surah Alquran yang rutin dibaca Rasul menjelang istirahatnya pada malam hari:


    • Surah as-Sajadah dan al-Mulk. Ini merujuk riwayat Jabir bin Abdullah RA yang dinukilkan oleh Imam at-Tirmidzi dalam kitab Sunan-nya. Menurut at-Tirmidzi, bahkan Rasul tak pernah melewatkan melewatkan malam hari tanpa membaca surah ini.
    • Surah az-Zumar dan al-Isra’. Ini merujuk pada riwayat Aisyah RA yang dinukilkan at-Tirmidzi. 
    • Al-Mu’awwidzat atau surah-surah pelindung yang terdiri dari surah al-Ikhlas, al-Falaq, dan an-Naas. Seperti dijelaskan Aisyah RA dalam riwayat al-Bukhari, ketiga surah ini dibaca Rasulullah saat berada di atas tempat tidur sembari menengadahkan kedua telapak tangan, lalu kemudian meniupkan angin (usai membaca surah itu) ke arah kedua telapak tangan tersebut. Tak hanya terhenti di situ, Rasul kemudian mengusap bagian tubuh yang bisa terjangkau dengan kedua telapak tangan yang sudah terkena efek bacaan tadi. Dimulai dari kepala dan wajah lalu disusul dengan anggota tubuh lainnya sebanyak tiga kali.   
    • Surah al-Kafirun. Riwayat ini merujuk nukilan dari Abu Dawud yang disebutkan pula khasiatnya, yaitu menjaga dari bahaya syirik.
    • Al-Musabbihat. Imam al-Qurthubi dalam kitab tafsirnya menjelaskan yang dimaksud dengan al-Musabbihat adalah surah al-Hadid, al-Hasyr, as-Shaf, dan at-Taghabun. Ini berdasarkan hadis riwayat at-Tirmidzi dari ‘Irbadh bin Sariyah. 

    Selain surah-surah di atas, Rasul juga mempunyai kebiasaan membaca ayat-ayat tertentu sebelum tidur pada malam hari.

    Di antaranya adalah ayat ke-255 surah al-Baqarah atau yang dikenal dengan ayat kursi.

    Hadis riwayat Bukhari dari Abu Hurairah menjelaskan, khasiat membaca surah ini pada malam hari, terutama jelang tidur, yaitu Allah SWT akan mengutus penjaga baginya dan setan tidak akan berani mendekat.

    Ayat lain yang merupakan favorit Rasulullah sebelum tidur adalah dua ayat terakhir surah al-Baqarah, tepatnya ayat 285 dan 286.

    “Barang siapa membaca kedua ayat itu pada malam hari, niscaya akan dicukupkan baginya.” HR Bukhari dan Muslim dari Abu Mas’ud al-Badri. Makna dicukupkan dalam hadis tersebut, menurut Imam an-Nawawi, bisa bermakna diberi kesempatan bangun malam untuk tahajud, bisa pula dijaga dari setan, atau dihindarkan dari bencana, atau bisa pula mendapatkan semua keistimewaan tersebut.


    komentar :


    Selengkapnya

    4 Kelebihan Pasangan yang Menikah Sebelum Mapan, No 4 JLEB bangeet !

    Banyak pasangan muda yang menunda pernikahan dengan alasan kemapanan. Masih belum mapan dan takut tidak bisa memenuhi kebutuhan pasangan dan anak-anak kita. 




    Padahal Allah akan akan memampukan siapa saja yang dengan penuh keyakinan menjalankan sunnahnya. Bukan kah suatu penghinaan kepada sang Khalik jika kita masih merasa takut jika besok atau lusa tidak menemukan rizki-Nya.

    1. Lebih Baik Berjuang Bersama Dalam Pernikahan Dari Pada Merasa Bahagia Dalam Ikatan Yang Belum Halal

    kalian akan lebih merasakan apa itu kepercayaan kepada pasangan hidup yang benar-benar halal. kalian akan menikmati jengkal demi jengkal keberkahan, walau banyak rintangan yang menyapa dan menggoyahkan ranumnya cinta kalian. Kalian akan merasakan sesuatu yang lebih meluluhkan hati dan membuat cinta kalian semakin kuat, melebihi dari barisan puisi romntis dan gombalan manja.

    2. Berjuang Bersama Dari Nol, Membuat Kesetian Kalian Merekat Erat

    Pasangan kita akan lebih menghargargai perjuangan, kesetiaan, kesabaran, dan ketabahan yang telah dilalui bersama. sehingga perpisahan adalah satu kata yang pantang untuk di ucapkan. Karena cinta tidak hanya sekedar kata yang terucap, tapi sebuah bukti kebersamaan dalam suka maupun duka. Harta bisa dicari, tapi cinta sejati hanya bisa didapatkan dalam sebuah perjuangan hidup.

    3. Anak-Anak Kita Lebih Menghargai Hasil Jerih Payah Dan Kerja Keras Orang Tuanya

    Rasa hormat anak kepada orang tuanya, adalah bukti cinta terbesar anak. Hanya akan didapat jika mereka tau betapa besar pengorbanan dan perjuangan untuk membesarkan dan mendidiknya. kedekatan emosional orang tua kepada anak tentang arti sebuah perjuangan lebih dari cukup dari pendidikan dasar tentang hidup. Bagaiman sebuah doa dan niat menjadi satu dalam kerja keras untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga.

    4. Mapan bukan soal kekayaan

    Apakah seseorang kaya maka dikatakan mapan?

    "Mencari pasangan yang mapan adalah mencari pasangan yang memiliki rumah, kendaraan, pekerjaan dan materi yang cukup untuk membangun sebuah rumah tangga yang bahagia." ( Herni, 34 Tahun, Pegawai Swasta)

    "Mapan menurut saya bukan soal kekayaan semata, mapan adalah soal kesanggupan secara individu dalam menghadapi berbagai tantangan dalam hidup ini." ( Rio, 30 Tahun, Pengusaha)

    Ada dua pendapat yang berbeda tentang arti mapan yang sebenarnya. Yang tepat adalah, mapan sebenarnya bukan hanya soal kekayaan semata.

    “Menikahlah sebelum mapan. Agar anak-anak anda dibesarkan bersama kesulitan-kesulitan anda. Agar anda dan anak-anak anda kenyang merasakan betapa ajaibnya kekuasaan Allah. Jangan sampai anda meninggalkan anak-anak yang tak paham bahwa hidup adalah perjuangan”

    Jika seorang yang hendak menikah memiliki cara berpikir demikian, maka pernikahan bisa didekati dengan cara yang lebih rendah hati. Jika seorang laki-laki bisa berpikir ‘saya belum mapan’, misalnya, maka ia akan mendekati istrinya sebagai seseorang yang akan menyempurnakan hal-hal yang belum mapan dalam dirinya.dikutip dari viralation.com

    Bagi saya, mapan tentu saja bukan soal kekayaan atau kepemilikan saja..


    komentar :


    Selengkapnya

    YESMUSLIM - Mari Belajar dan Berbagi

    Portal Muslim Terupdate

    Baca Artikel Menarik Lainnya 


    Back to Top