Digerebek Tari Telanjang, Ulama dan DPRD Tuntut Inul Vizta Ditutup

Baca Juga 

Digerebek Tari Telanjang, Ulama dan DPRD Tuntut Inul Vizta Ditutup
 



Kediri, Kabarsatu  - Ulama dan DPRD Kota Kediri meminta polisi dan pemerintah secara tegas menutup tempat karaoke Inul Vizta di lantai 5 pusat perbelanjaan Kediri Mall, Jalan Hayam Wuruk, yang terbukti menyediakan penari telanjang (striptis).

"Kami mendukung apa yang sudah dilakukan oleh polisi dalam hal ini Polda Jatim. Kita sudah kewalahan sekali menghadapi kerusakan moral. Jangan sampai tambah-tambah. Sudah narkoba itu berat, ditambah lagi kehidupan bebas seperti itu. Kalau itu, ditutup saja," kata Pengasuh Ponpes Al Amin, Ngasinan KH Anwar Iskandar saat dihubungi, Selasa (25/7/2017) seperti dikutip dari detik

Atas nama ulama, jelas Gus War-panggilannya merekomendasi Pemkot Kediri menutup tempat karaoke Inul Vizt. "Pengelola tempat hiburan ini sudah menyalahgunakan izin. Kesalahan tersebut kategori berat karena dinilai merusak moral bangsa. Ulama merekomendasi agar ditutup," desak Gus War.

Hal senada diungkapkan anggota DPRD Kota Kediri dari Fraksi PAN, Reza Darmawan. Dewan merekomendasi pemerintah daerah segera mencabut izin operasional Inul Vizta Kediri. Karena sudah menyalahi prosedur perizinan dan kesepakatan dengan PemKOT Kediri.

"Pemerintah Kota Kediri sudah sangat terbuka kepada investor yang membuka usahanya baik karaoke maupun hiburan malam. Sehingga bisa menggeliatkan hiburan di Kota Kediri ini. Tetapi dalam kegiatan usaha ini, ada batasan yang harus tetap ditaati investor," tegas Reza.

Reza khawatir bila pemerintah tidak segera mencabut izin Inul Vizta, akan ditiru oleh tempat hiburan maupun karaoke lainnya dan pemerintah daerah Kota Kediri dianggap mudah memberi izin.

"Semoga ini menjadi contoh investor lain, bahwa kita terbuka tetapi juga memiliki aturan. Saya kira cukup layak izin Inul Vizta dicabut," tambahnya.

Sebelumnya Polisi dari Polda Jawa Timur menggerebek tempat karaoke Inul Vizta di Kediri, Jawa Timur, Kamis (13/7/2017) malam.
Penggerebekan dilakukan setelah adanya laporkan jika di tempat karaoke yang sebagian sahamnya dimiliki pedangdut Inul Daratista tersebut terdapat penari telanjang (striptis).

Polisi kemudian datang dan berhasil mengamankan empat penari telanjang, yakni inisial P (32), W (31), R (23), dan E (26).

Para penari telanjang beroperasi di tempat hiburan tersebut setelah pengunjung memesan melalui oknum Manajer Inul Vizta di Kediri bernama Ilham.

Tak pelak Direktorat Reserse Umum (Direskrimum) Polda Jatim menjaring Ilham sebagai tersangka pelanggaran pasal 36 Undang Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan Pasal 296 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP).

"Ya, tersangka ini (Ilham) yang mendatangkan penari ke tempat karaoke tersebut," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim, Kombes Pol Agung Yudha, Sabtu (15/7).[detik/tribunews/fatur]

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

SHARE ARTIKEL INI 


Baca Artikel Menarik Lainnya 

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top