Din: Jangan Pakai Pancasila untuk Modus Pembubaran Kelompok Tertentu

Baca Juga 

Din: Jangan Pakai Pancasila untuk Modus Pembubaran Kelompok Tertentu
 

Din: Jangan Pakai Pancasila untuk Modus Pembubaran Kelompok Tertentu


Jakarta, Kabarsatu -- Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin menilai hiruk pikuk dan gonjang ganjing keadaan seperti sekarang ini dikarenakan bangsa, baik pemerintah maupun rakyat telah meninggalkan Pancasila. Tokoh Muhammadiyah itu menyebut, sistem politik yang ada saat ini diyakininya tidak bersesuaian dengan sila keempat Pancasila, yakni kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

Begitu juga dengan sistem ekonomi yang menimbulkan kesenjangan karena pemerintah tidak mengamalkan konstitusi pasal 33 yang sesuai dengan sila kelima Pancasila. Din mengatakan betapa banyak yang menyelewengkan Pancasila.

"Kalau mau dibubarkan, bubarkan sistem kapitalistik, bubarkan demokrasi liberal bertentangan dengan pancasila. Jangan kemudian pakai Pancasila untuk melihat seolah-olah hanya kelompok tertentu yang anti Pancasila," kata Din usai mengisi seminar di Jakarta, Selasa (25/7).

Betapa banyak, menurut dia, undang-undang yang juga bertentangan dengan Pancasila. "Itu yang harus dibubarkan juga," katanya,

Kendati begitu, Din enggan menyebut ada otoritarian dalam rezim Pemerintahan Jokowidodo-Jusuf Kalla. Hal itu menurutnya biar dinilai masyarakat.

"Saya nggak mau melabel-label begitu. Biarlah orang lain beri label yang jelas menurut hemat saya masih bisa berdialog sesungguhnya," kata Din.[rol/fatur]

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

SHARE ARTIKEL INI 


Baca Artikel Menarik Lainnya 

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top