Kata Yasonna; Jika Ahok Dipindah ke LP Cipinang, Napi Penentang dan Pendukung Kemungkinan Baku Gantung

Baca Juga 


Kata Yasonna; Jika Ahok Dipindah ke LP Cipinang, Napi Penentang dan Pendukung Kemungkinan Baku Gantung
 

Umatuna.com, JAKARTA - Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly kembali membeber alasan bahwa Basuki T Purnama alias Ahok belum juga dipindah ke lembaga pemasyarakatan menjalani masa hukuman. Yasonna menegaskan, demi alasan keamanan maka narapidana kasus penodaan agama itu menjalani hukuman di Rutan Mako Brimob Depok, Jawa Barat.

"Alasannya keamanan. Sebab jika ditempatkan di lapas umum, keselamatan Pak Basuki sulit terjamin, begitu pula para penghuni lainnya," ujarnya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (13/7).

Yasonna lantas mencontohkan Lapas Cipinang. Menurutnya, di LP Cipinang pasti ada kelompok napi yang mendukung dan menentang Ahok.

Karena itu Yasonna tak mau Lapas Cipinang justru rusuh karena ada bentrok antara napi pendukung dan penentang Agok. "Rusuhlah nanti kiri kanan, bisa baku gantung di Cipinang," tutur menteri asal PDIP itu.

Apalagi, sambung Yasonna, perkara yang menjerat Ahok adalah penodaan agama. Yakni penghinaan terhadap Alquran yang dikhawatirkan juga akan memicu emosi para napi.

"Karena kejahatannya bukan kejahatan narkoba melainkan menyangkut emosi. Dalam proses peradilannnya saja menyangkut emosi, sesudah masuk masih juga menyangkut emosi," tutur Yasonna.

Selain itu, sebenarnya narapidana yang menjalani hukuman di Rutan Mako Brimob bukan hanya Ahok. "Nazaruddin pernah menikmatinya. Banyak orang. Saya nggak perlu sebutlah," pungkas Yasonna.(dna/dms/JPG/jpnn)

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Daftar Artikel Terbaru Lainnya 




" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

SHARE ARTIKEL INI 


Baca Artikel Menarik Lainnya 

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top