Ternyata Tidak Miliki IMB, Patung Dewa Perang China di Tuban Terancam Dirobohkan

Baca Juga 

Ternyata Tidak Miliki IMB, Patung Dewa Perang China di Tuban Terancam Dirobohkan
 



Tuban, Kabarsatu – Petung Dewa Perang China Kongco Kwan Sing Tee Koen yang berada di Klenteng Tuban tidak memiliki ijin resmi bangunan dari Pemkab Tuban.Kini patung dewa perang China ini yang berada di Tempat Ibadah Umat Tri Darma (TITD) Kwan Sing Bio terancam dirobohkan. Pasalnya, patung yang diresmikan belum genap sebulan tersebut tidak memiliki ijin pendirian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban.

Patung ini sendiri memiliki ketinggian 30,4 meter.Sangat jauh melampai ketinggian patung pahlawan kemerdekaan Panglima besar Jandral Soedirman.

"Sejauh ini pendirian patung itu tidak ada ijin dari Pemkab Tuban, sehingga masih ilegal," jelas H. Miyadi, Ketua DPRD Tuban, Senin, (31/7/2017).

Patung dewan itu dibangun dengan biaya sekitar Rp 2,5 miliar dari salah satu donatur asal kota Surabaya. Dalam proses pendirian patung itu sempat dilarang oleh Pemkab Tuban dan dihentikan, tetapi pengurus Klenteng masih nekat meneruskan hingga ada peresmian patung.

Kondisi seperti membuat dewan meradang, sehingga dalam waktu dekat anggota komisi A DPRD Tuban diagendakan akan melakukan kunjungan kerja di Klenteng Tuban. Hal itu untuk memastikan dokumen pendirian patung dewa itu.

"Kita telah mengagendakan untuk Komisi A meninjau lokasi, karena sejauh ini ijin mendirikan patung belum ada," jelas Ketua DPRD Tuban.

Lebih lanjut, setelah nanti dilakukan kunjungan, hasil kunjungan kerja dewan akan disampaikan kepada eksekutif. Terkait Sanksi atas bangunan itu menunggu kebijakan dari pihak eksekutif.

"Sanksi rekomendasi terkait berdirinya bangunan itu menunggu sikap dari Bupati, apakah nanti bangunan di robohkan atau yang lainnya. Itu menunggu kebijakan eksekutif," tegas Ketua DPRD Tuban seperti lansir dari halopantura

Kekecewaan yang sama juga di sampaikan Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein. Ia mengaku pernah melarang proses pembangunan patung dikarena belum melengkapi dokumen pendirian.

"Dulu kita sempat melarang dan meminta proses bangunan itu dihentikan, tetapi masih diteruskan bangun oleh pengurus Klenteng. Kita akan memberikan sanksi tegas buat pengurus," janji Wabub Tuban.

Sementera itu, Ketua Klenteng Tuban, Gunawan Putra Wirawan, belum mau menjelaskan terkait dokumen pendirian patung dewa tersebut. Beberapa kali di konfirmasi, tetapi pengurus belum  memberi jawaban secara resmi.

Sebatas diketahui, patung tersebut mendapatkan rekor MURI sebagai patung terbesar se-Asia Tenggara. Patung itu, Senin (17/7/2017) lalu sempat diresmikan oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan.

Keberadaan patung dewa parang China di Tuban, Jawa Timur ini memunculkan kontroversi yang sangat keras masyarakat dan warganet atau netizen

Guru besar ilmu politik Universitas Indonesia (UI) Nazaruddin Sjamsudin, mengingatkan kemungkinan adanya skenario "lanjutan" setelah pembangunan patung Dewa Perang Cina itu.

"Ini baru patung, sebentar lagi pangkalan AL Cina di Pontianak, Semarang, dan Palembang. Awas!" tulis Nazaruddin di akun Twitter @nazarsjamsuddin me-retwet akun @LUPUZTop1.

Kabarnya, pihak Kelenteng Kwan Sing Bio akan kembali membangun patung Dewi Kwan Im dengan besar dan tinggi yang sama.

Sebelumnya, pengamat politik Muslim Arbi meminta semua pihak untuk mewaspadai bersandarnya Kapal Perang Angkatan Laut China Deng Jiaxian-874 di Dermaga JICT II Pelabuhan Tanjung Priok.

 "Perlu diwaspadai, kapal perang China itu bagian dari upaya 'menerobos' pertahanan dan mencari sumber alam di Republik Indonesia," tegas Muslim Arbi kepada intelijen (24/07).

Ada yang bertanya kenapa patung dewa perang China dibangun dinegri ini melebihi besarnya dari patung Pejuang Pahlawan Indonesia.Panglima besar Jendral Soedirman yang telah mengorbankan harta, nyawa dan segalanya demi kemerdekaan Indonesia.

Dan apa jasa yang telah diberikan oleh dewa perang China itu untuk kemerdekaan Indonesia untuk bangsa ini ?. Bangsa ini tidak akan merdeka tanpa perjuangan ulama dan masyarakat Indonesia bukan dengan bantuan orang asing atau dewa perang China itu.

"Emang jendral kwang sing ini siapa sih? Dan apa sih jasanya buat republik ini? Makin goblog aja rezim tongkol nih 😡😡😡😡😡" tulis @presidenPINOKIO

Patung Jend Perang Kwang Sing di Tuban Tingginya 30,4 m

Patung Jend Sudirman di Jakarta 12 m

Inilah wujud "Saya Indonesia" oleh @jokowi pic.twitter.com/JmtVjGTKIH
— Teroris Social Media (@TerorisSocmed) 30 Juli 2017
"Pemkot Tuban helloooww, plis bisa jelaskan ada sejarah apa kenapa diijinkan Jend. Perang cina matung situ?" tulis @erssy24

Emang jendral kwang sing ini siapa sih? Dan apa sih jasanya buat republik ini?
Makin goblog aja rezim tongkol nih 😡😡😡😡😡 https://t.co/1oy73LVHOw
— Presiden_Pinokio (@presidenPINOKIO) 30 Juli 2017
"Ini apa hubungannya sama Indonesia? Pa ga ada UU nya? Atau tabrak UU?" tulis @suparmanruslan

"Mengerikan, menakutkan, memalukan, menJIJIKan. itulah rezim hari ini. #RezimKodok " tulis @BicaraKebenaran

"seperti bendera china lebih tinggi drpd bendera NKRI..katanya pantang,
Kalau patungnya pakai gamis mgkn udah dirubuhkan tuh.." tulis
@anton_kaktuo

"Kita ini msh Negara Republik Indonesia apa sdh jd Indochina ??" tulis @goeshai.[halopantura/fatur]

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

SHARE ARTIKEL INI 


Baca Artikel Menarik Lainnya 

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top