Daya Beli Turun, Jokowi Mendadak Panggil 18 Menteri

Baca Juga 

Daya Beli Turun, Jokowi Mendadak Panggil 18 Menteri
 

Daya Beli Turun, Jokowi Mendadak Panggil 18 Menteri


Jakarta, Kabarsatu  - Persoalan daya beli turun yang mencerminkan ekonomi Indonesia sedang lesu jadi perbincangan hangat. Menurut Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Didik J Rachbini, kondisi tersebut bisa dilihat dari penjualan di sektor ritel dan kendaraan bermotor.

Didik menjelaskan, pada Juli tahun lalu penjualan ritel masih di kisaran double digit. Namun, pada April hingga Juni 2017 sektor ritel turun.

"Juli tahun lalu penjualan ritel tercatat masih di kisaran double digit yakni 16,43%. Namun pada April, Mei, Juni 2017 ini hanya 4%," kata Didik dalam diskusi bertema 'Daya Beli Menurun: Stagnasi atau Digitalisasi Ekonomi, di Jakarta, Sabtu (5/8/2017).

"Apakah ritel ini berpindah ke online? Saya kira sebagian saja beralih," lanjut Didik.

Persoalan daya beli turun menjadi perhatian serius Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bahkan, Jokowi sudah memanggil belasan menteri untuk mencari tahu penyebab penurunan daya beli.

"Presiden sudah panggil 18 menteri, untuk tanya kenapa daya beli turun," kata Bambang di Kantornya, Jumat malam (4/8/2017).

sementara itu Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Kepala Bappenas) Bambang Brodjonegoro menganggap persoalan daya beli masyarakat yang ramai diperbincangkan sekarang cukup 'misterius'.

"Daya beli ini agak misterius," kata dia di Kantor Bappenas, Jakarta, Jumat (4/8/2017).

Bambang mengatakan, daya beli yang belakangan ini melemah merupakan suatu 'misteri' lantaran data ekonomi secara keseluruhan dalam kondisi baik.

Hingga semester I 2017, kegiatan transaksi juga tumbuh signifikan terlihat dari tingginya capaian Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang sebesar 13,5% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Realisasi PPN yang tumbuh menandakan daya beli masih menggeliat, lalu kinerja ekspor yang tumbuh.

"Jadi PPN ini pasti transaksi. Kalau data Kemenperin itu data dari industri manufacturing," kata dia.

Selain itu, tingkat inflasi juga masih sejalan dengan target yang ditetapkan pemerintah dalam APBNP 2017. Bambang mengatakan, adanya kenaikan jumlah tabungan serta kepemilikan rekening hingga semester I 2017. Kenaikkan itu juga telah dikonfirmasi kepada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

"Ini tertinggi sepanjang sejarah, saya tidak hafal berapa tepatnya, tapi jumlah tabungan naik tajam, jumlah pemilik rekeningnya pun naik tajam," tambah dia.

Bambang menambahkan, dalam pertemuan 18 menteri dengan Presiden Jokowi juga membahas mengenai telatnya pendistribusian beras sejahtera (rastra) yang menjadi salah satu dampak daya beli melemah.

"Karena bantuan-bantuan telat. Kepala daerah juga begitu kurang detail data yang terima bansos," tutur Bambang.[detik/fatur]

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

SHARE ARTIKEL INI 


Baca Artikel Menarik Lainnya 

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top