Mau Punya Anak Cerdas Sejak Dini? Tipsnya Gampang Banget, Malah Hal-Hal ini Sering Diabaikan

Baca Juga 

Mau Punya Anak Cerdas Sejak Dini? Tipsnya Gampang Banget, Malah Hal-Hal ini Sering Diabaikan
 

Anak merupakan anugerah yang paling besar bagi orang tua. Karena itu pastinya setiap orangtua menginginkan yang terbaik untuk anaknya.

Ingin masa depan mereka sukses sesuai dengan apa yang diharapkan setiap orangtua. Nah untuk mencapai hal itu, secara umum semua orangtua menginginkan  anaknya tumbuh cerdas dan pandai. Dapat dengan mudah menyerap setiap apa yang diajarkan oleh orang tua dan guru mereka.



Mengutip facebook specialis kesehatan anak, ada orang tua yang sharing mengeluhkan anaknya yang susah banget disuruh makan.

Lalu gampang kena batuk pilek. Pun tidak hanya cukup berhenti disitu, ia juga kadang iri dengan anak-anak yang sering nongol di tv: ganteng, bersih, pinter pula.

"Jangan suka bandingin anak-anak kita dengan anak-anak itu, Bund," kata saya. "Anak adalah anugerah. Coba kalau si kecil tahu dia sedang dibanding-bandingkan, ia tentu akan marah."

Memang..

Sebagai seorang ibu, tentu kita semua ingin anak-anak kita tumbuh dengan sehat, dan cerdas. Saya yakin semua ibu juga menginginkan hal yang sama.
Namun, tidak semua tahu caranya…

Padahal caranya itu mudah banget lho Bund. Ya, gampang banget.

Untuk anak usia bawah tiga tahun, bunda tidak perlu membawa si kecil untuk les ini itu. Tidak. Cukup Bunda lakukan saja hal-hal ini di rumah, InsyaAllah akan berdampak bagus untuk perkembangan kecerdasan anak.

1. Hitung semuanya bersama-sama



Ajak balita Bunda menghitung semua benda yang ada di sekitarnya. Bisa jumlah balok mainan atau kupu-kupu di halaman rumah. Sebutkan angka dengan suara lantang agar Si Kecil bisa mengingatnya.

2. Membacakan buku



Membacakan buku cerita sebelum tidur atau saat bermain akan memancing imajinasi anak, menerapkan kebiasaan membaca sejak dini dan menambah perbendaharaan kata yang baik.

Baca Juga: Banyak Dikeluhkan Ibu, Anak Berkata Kasar Jangan Sampai Dimaki! Lakukan Saja Ini

3. Jalan-jalan di luar



Balita tidak bisa menjadi cerdas jika ia hanya 'dikurung' di dalam rumah. Ajak anak jalan-jalan ke taman atau keliling kampung agar ia bisa mengetahui dan mengamati banyak hal yang tidak ditemuinya di rumah.

4. Biarkan ia jadi bos (sesekali)



Membiarkan anak memilih bisa membuatnya jadi balita cerdas. Misalnya minta ia memilih mau pakai piring warna apa untuk makan hari ini. Anak akan berlatih untuk membuat keputusan sejak dini dan hal itu dapat menumbuhkan rasa percaya dirinya karena kita menerima pilihannya.

5. Bermain pasir



Kita sering melarang anak bermain tanah karena khawatir tangannya kotor dan tercemar kuman. Jangan khawatir, Bun. Kalo hanya tangan kotor kan bisa dicuci. Lebih aman lagi jika Bunda bisa menyediakan pasir yang sudah diayak dan tempatkan dalam sebuah kotak khusus di luar rumah.

Dengan bermain pasir anak akan belajar tentang tekstur dan sifat-sifat pasir, juga belajar tentang cara membangun rumah saat ia membuat istana pasir.

6. Bercerita sebelum tidur



Meski balita Bunda belum bisa bicara, ceritakan padanya tentang apa yang Bunda lakukan seharian atau perasaan Bunda saat itu. Balita cerdas Bunda akan mendengarkan curahan hati Bunda tanpa banyak bertanya. Bunda pun akan merasa lebih baik sesudahnya.

7. Bermain sandiwara boneka



Berpura-puralah menjadi dalang dan mainkan dua boneka di tangan Bunda sambil bersembunyi di belakang kursi atau guling yang disusun tinggi. Tak perlu mengarang cerita serius. Bisa dengan berpura-pura jadi ibu dan anaknya, atau ayah dan ibu.

Permainan ini akan mengajarkan anak tentang cara berbicara pada orang lain sesuai dengan situasi saat itu.

Baca Juga: Moms, Jangan Biarkan Anakmu Kecanduan Main Gadget! Belajarlah dari Kisah Shafraan

8. Tunjukkan album foto keluarga



Album foto keluarga terdengar jadul seiring dengan berkembangnya teknologi digital. Padahal dengan album foto Bunda bisa menunjukkan foto kakek neneknya yang tinggal jauh atau telah meninggal. Selain itu, Bunda juga bisa mengenalkan anak pada saudara-saudara sepupu, paman atau bibinya. Balita cerdas Bunda akan menyadari bahwa dirinya ternyata tidak sendiri meski ia jarang bertemu mereka.

9. Bermain balok kayu atau Lego



Inilah metode paling umum yang dilakukan orangtua untuk membesarkan balita cerdas. Membuat rumah dengan balok kayu atau Lego akan melatih balita untuk berpikir secara sistematis dan melatih kesabarannya dalam membuat sesuatu.

10. Membantu ibu


Mungkin Bunda akan uring-uringan jika balita Bunda ikut masuk ke dapur dan bikin sayur mayur berceceran. Sabar ya, Bun. Itu tBundanya Si Adek punya rasa ingin tahu yang tinggi dan ia ingin Bunda mengajarinya.

Sediakan beberapa lembar kertas koran sebagai alas duduk balita. Letakkan sayur mayur yang tidak Bunda gunakan dan biarkan ia memotong sayur untuk Bunda.

Baca Juga: Bocah SD Meninggal Akibat Berkelahi Dengan Temannya ,Orang Tua Wajib Tahu 5 Hal ini

11. Menyapanya

Sempatkan diri untuk menyapa anak di sela-sela kesibukan memasak, meski ia tampak sedang asyik bermain sendiri. Kebiasaan ini akan membuat balita cerdas karena ia merasa Bunda tetap memperhatikannya meski tak bersamanya setiap saat.

12. Bermain bersama ibu

Ibu adalah orang pertama yang dikenal anak saat ia dilahirkan, juga orang pertama yang menjadi temannya di rumah ketika ayah pergi bekerja dan kakaknya bersekolah. Coba deh sesekali Ibu ajak ia bermain gelembung sabun, main masak-masakan atau apa saja yang disukainya.
Balita cerdas bisa dihasilkan melalui dua macam proses, yaitu bermain dan berinteraksi dengan orang terdekatnya, yaitu Bunda.

13. Istirahat cukup



Makanan bergizi saja tidak cukup untuk membuat balita menjadi cerdas. Waktu istirahat yang seimbang di siang dan malam hari juga penting agar tubuh balita fit sepanjang hari.

Balita yang kurang tidur tidak akan menjadi balita cerdas karena ia akan selalu merasa ngantuk dan tidak menaruh perhatian terhadap apapun.

Bagaimana Bunda?

Mungkin seringkali kita mengabaikan mengabaikan salah satu dari hal diaatas itu tak penting. Tapi ternyata efeknya, WAOW... Anak kita bisa merespon dan melatih kecerdasannya.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

SHARE ARTIKEL INI 


Baca Artikel Menarik Lainnya 

Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top