Nyaris tembus 5000 Trilyun, Sam Aliano, Capres Partai Rhoma Irama yang Janji Lunasi Utang RI

Baca Juga 


Sam Aliano, Capres Partai Rhoma Irama yang Janji Lunasi Utang RI




  Yes  Muslim  - Nama Sam Aliano mendadak terkenal dan menjadi bahan pembicaraan publik karena janji-janjinya yang nyeleneh jika terpilih menggantikan Joko Widodo (Jokowi) sebagai Presiden RI periode 2019-2023. Salah satunya menghapus utang Indonesia yang nilainya mencapai sekitar Rp 9.000 triliun.

Sam Aliano merupakan bendahara umum Partai Idaman besutan Raja Dangdut Rhoma Irama. Dia merupakan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Muda yang akan menjajal peruntungan ikut bursa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.


Sebagai politikus yang berlatarbelakang pengusaha, Sam tampaknya menyoroti isu yang kini sedang menjadi bola panas di ranah politik, yakni soal utang.

Sam berjanji akan menghapus utang Indonesia sebagai modalnya maju dalam Pilpres 2019. Dia menuliskan janji itu di baliho kampanye yang tersebar di Ibu Kota, di antaranya baliho Jalan Warung Jati Barat, Pancoran, Jakarta Selatan.

"Itu janji saya! Menghapus utang Indonesia. Karena tujuan saya, Indonesia bebas utang, bebas korupsi, rakyat sejahtera, Indonesia jaya," tegas pria kelahiran 19 Juli 1974 ini, Rabu (18/4/2018).

Namanya juga janji kampanye, sah-sah saja. Namun yang perlu diketahui Sam Aliano, utang Indonesia tidak sedikit. Jumlahnya saat ini mencapai sekitar lebih dari Rp 9.000 triliun.

Terdiri dari utang pemerintah pusat senilai Rp 4.136,39 triliun dan utang luar negeri Indonesia menembus Rp 4.907,42 triliun. Jika diakumulasi, nilainya sekitar Rp 9.043,81 triliun. Sanggup?

Iming-iming Sam Aliano lainnya untuk nyapres, adalah menggratiskan umrah untuk seluruh warga Indonesia yang memilihnya.

"Mohon dua restu kepada semua pihak, agar pencalonan saya lancar dan berhasil," pungkas Sam Aliano.



Reporter : Dedi Rahmadi






Utang Pemerintah RI Terus Naik Jadi Rp 4.136 Triliun per Maret

Utang pemerintah pusat kembali mencatatkan kenaikan. Totalnya kini mencapai Rp 4.136,39 hingga akhir Maret 2018 atau meningkat dibanding posisi bulan sebelumnya di tahun ini.

Nilai utang pemerintah sampai dengan Maret sebesar Rp 4.136,39 triliun itu melonjak Rp 101,59 triliun dari realisasi Februari 2018 sebesar Rp 4.034,8 triliun.

Jika dibandingkan dengan posisi utang pemerintah di Januari 2018 yang senilai Rp 3.958,66 triliun, maka total penambahan utang dalam tiga bulan pertama ini sebesar Rp 177,73 triliun.

Dikutip Liputan6.com dari data APBN Kita, Jakarta, Selasa (17/4/2018), utang pemerintah RI per Maret ini yang sebesar Rp 4.136,39 triliun, terdiri dari pinjaman Rp 779,69 triliun dan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 3.356,70 triliun.

Merinci lebih dalam, pinjaman senilai Rp 778,69 triliun itu terdiri dari pinjaman luar negeri yang nilainya sebesar Rp 773,91 triliun dan pinjaman dalam negeri sebesar Rp 5,78 triliun.

Adapun pinjaman luar negeri Rp 773,91 triliun bersumber dari pinjaman bilateral yang senilai Rp 331,24 triliun, multilateral Rp 397,82 triliun, pinjaman komersial Rp 43,66 triliun, dan suppliers Rp 1,19 triliun.


Sementara dari penerbitan surat utang atau SBN yang senilai Rp 3.356,70 triliun hingga akhir Maret ini, berasal dari SBN berdenominasi rupiah senilai Rp 2.416,02 triliun dan denominasi valuta asing (valas) sebesar Rp 940,68 triliun.


Rasio Utang Naik

Dengan asumsi Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang senilai Rp 13.891,15 triliun per akhir Maret, maka rasio utang pemerintah sebesar 29,78 persen.

"Rasio utang pemerintah terhadap PDB ini masih terjaga di level aman 29,78 persen dengan jumlah utang mencapai Rp 4.136,39 triliun," kata Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Luky Alfirman.

Selain nilai utang yang naik, rasio utang pemerintah pun tercatat meningkat dibanding rasio utang per akhir Februari 2018 yang sebesar 29,2 persen.

Luky menambahkan, peningkatan rasio utang terhadap PDB dibandingkan dengan akhir Februari 2018 disebabkan karena penerapan strategi front loading atas pembiayaan APBN.

"Tujuannya untuk mengantisipasi meningkatnya pendanaan di pasar keuangan ke depan sebagai dampak kenaikan Fed Fund Rate, serta ketidakpastian global secara keseluruhan, seperti terjadinya perang dagang, ekskalasi konflik geopolitik dunia, dan lainnya," paparnya.

Setelah semester pertama 2018, Luky optimistis, rasio utang tersebut akan menurun seiring dengan meningkatnya PDB.

Posisi utang pemerintah dari Januari-Maret 2018:

- Januari : Rp 3.958,66 triliun

- Februari : Rp 4.034,8 triliun


- Maret : Rp 4.136,39 triliun.




Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 



Sajikan Info Unik, Menarik dan Populer

Baca Artikel Menarik Lainnya 



Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top