Rame-rame Hijrah ke PBB, Pengamat: Kemungkinan PPP Tidak Lolos Ambang Batas Parlemen

Baca Juga 


JAKARTA - Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Pangi Syarwi Chaniago, menilai hijrahnya puluhan politisi PPP ke PBB menjadi “lampu merah” untuk Ketua Umum PPP Romahurmuziy. Pasalnya, akan berdampak pada tidak adanya wakil partai berlambang Ka’bah itu di DPR jika tidak memenuhi parliamentary threshold.

“Kelompok yang pindah termasuk orang-orang yang potensial sehingga konsekuensi terburuknya adalah kemungkinan PPP tidak lolos ambang batas parlemen di Pileg 2019,” kata Pangi melalui sambungan telepon di Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Sebelumnya diberitakan, sejumlah politisi PPP khittah datang ke kantor DPP PBB, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (16/4), dan bergabung ke PBB, di antaranya, Waketum PPP kubu Romahurmuziy, Tamam Achda; mantan Sekretaris Majelis Pakar PPP Ahmad Yani;
dan Anwar Sanusi.

Ahmad Yani mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan mengonsolidasikan dengan PPP khittah yang terstruktur hingga tingkat ranting agar bergabung dengan PBB.

“Dalam waktu dekat akan kita konsolidasikan,” tuturnya.





Dengan demikian, hal ini akan berbanding lurus dengan PBB, yang akan mendapatkan angin segar menghadapi Pemilu/Pilpres 2019. Pasalnya, jika wacana Ahmad Yani itu untuk memboyong kader PPP bergabung ke PBB terwujud, kata Pangi, itu berpotensi menambah kekuatan elektoral partai pimpinan Yusril Ihza Mahendra itu. Sebaliknya, perpindahan puluhan kader papan atas tersebut bisa mengancam upaya PPP lolos ke parlemen.

“Tentu menguntungkan PBB, itu menjadi modal untuk mengembangkan dan membangun PBB ke depan. Berkontribusi terhadap perolehan suara PBB,” katanya.

Ambang batas parlemen adalah syarat perolehan suara partai politik agar bisa mendapatkan jatah kusi di parlemen. UU Pemilu mensyaratkan ambang batas parlemen untuk Pemilu Legislatif 2019 adalah 4% dari total perolehan suara nasional. (Sumber: Aktual)

[video]





Yusril UNGKAP Alasan Kader PPP Pindah ke PBB







Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menuturkan bergabungnya sejumlah kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ke partainya dikarenakan adanya konflik di tubuh PPP, yang tak kunjung usai.

Mereka yang merapat, kata Yusril menamakan diri kader PPP Khittah.

"Mereka sendiri menamakannya sebagai kelompok PPP Khittah yang terdiri dari dua kubu, baik kubunya Djan Faridz maupun kubunya Pak Rommy (Romahurmuziy)," ujar Yusril usai mendampingi kliennya, di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan, Rabu 18 April 2018.

Yusril menduga para kader PPP tersebut tak setuju dengan keputusan dan kebijakan pimpinan partai yang mendukung Presiden Joko

Widodo pada Pilpres 2019.

"Dari dua kubu pokoknya yang sama-sama tidak puas dengan kebijakan-kebijakan yang ditempuh oleh partai. Kalau dulu itu tidak setuju dengan dukung Ahok, kalau sekarang ini tidak setuju karena barangkali dukung Jokowi," jelasnya.

Tidak hanya elite PPP saja, Yusril mengklaim, kader PPP di sejumlah daerah juga sudah banyak yang menyeberang dari PPP ke PBB.

Menurut dia, gabungnya kader PPP ke PBB lantaran memiliki kesamaan visi dan misi serta garis perjuangan.

"Di daerah juga sudah banyak sekali yang bergabung, terutama di Aceh misalnya ada Abu Yus yang sangat terkenal, Ketua DPR Aceh dulunya PPP juga sudah bergabung ke PBB," ucap dia.

Ahli Hukum Tata Negara itu sendiri berharap bergabungnya sejumlah elite dan kader PPP ke dalam PBB ini dapat menambah kekuatan yang dimiliki.

Terlebih, lanjut Yusril, PBB sudah dinyatakan lolos untuk mengikuti Pemilu 2019.

"Dengan masuknya teman-teman dari PPP tentu akan lebih memperkuat keberadaan partai ini," ujarnya. Salah satu Politisi PPP yang telah bergabung dengan PBB adalah Ahmad Yani.

Sumber: MERDEKA



Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 



Sajikan Info Unik, Menarik dan Populer

Baca Artikel Menarik Lainnya 



Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top