Sudah Terlanjur dan Terbiasa Berzina Sejak SMA, Bagaimana Menghentikannya?

Baca Juga 

  Yes  Muslim  - Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
PERMASALAHAN ini dimulai ketika saya duduk di bangku SMU. Saya telah mengenal banyak teman wanita karena keikutsertaan saya dalam beberapa pelajaran tambahan (privat). Ceritanya dimulai ketika saya mengajak salah seorang teman wanita ia teman wanita tercantik yang pernah saya kenal untuk melakukan perbuatan mesum. Sungguh saat itu saya tidak dapat menahan gejolak nafsu karena kecantikan dan kemolekan tubuhnya ditambah bisikan setan yang selalu mendorong saya melakukan perbuatan tersebut. Akhirnya kami melakukan perbuatan yang diharamkan agama dan sejak saat itu hidup saya selalu berpindah dari pelukan satu wanita ke wanita lain. Sungguh saya mengharapkan pengampunan Allah Swt. atas apa yang pernah saya lakukan dalam hidup ini.




Permasalahannya, saya telah melakukan perbuatan dosa tersebut dengan bilangan yang sangat banyak. Yang membuat saya mudah untuk melakukannya karena hidup saya yang bergelimang kemewahan. Mulai dari rumah mewah, harta berlimpah, ketampanan wajah serta sifat-sifat lain yang menjadi modal saya menaklukan wanita. Tidak salah jika saya berucap, sulit untuk seorang wanita menolak keinginan saya!
Kini saya merasa hidup ini hancur berkeping-keping. Saya ingin meninggalkan perbuatan laknat yang dapat mengundang kemurkaan Allah. Karena setiap kali saya berjanji untuk meninggalkannya maka di hari lain keinginan tersebut timbul dan mendorong saya melakukannya kembali. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan? Berikan petunjuk kepada saya, semoga Allah Swt. membalas budi baik kalian Insya Allah. Terima kasih atas yang waktu yang diberikan.




Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Jawaban Dr. Amru Abu Khalil
Mengapa rumah mewah, harta berlimpah dan wajah tampan membuat kau mudah untuk melakukan perbuatan maksiat, bukan melakukan hal-hal yang baik? Jika hidupmu bergelimang kemewahan dan berkecukupan, mengapa tidak segera menikah? Jika kau terbiasa melakukan perbuatan zina mengapa tidak mengubahnya dengan membiasakan diri melakukan perbuatan halal? Bersegeralah melakukan taubat dan mintalah ampunan dari Allah Swt.
Dalam kondisi di mana seseorang tidak mampu mengendalikan hawa nafsunya melakukan perbuatan zina maka pernikahan merupakan perkara wajib yang harus kaulakukan. Ia harus diutamakan daripada pendidikanmu sekalipun. Jika kami menyarankan hal seperti ini mohon kau jangan beralasan bahwa saat ini kau masih berstatus pelajar atau keluargamu sudah pasti akan menolak rencanamu segera menikahi teman wanitamu selama kau masih duduk di bangku sekolah.
Pernikahan merupakan solusi terbaik yang harus segera kaulakukan. Kami khawatir suatu saat kau akan terjerumus ke lubang yang sama. Di hadapan Allah, kekayaan yang kaumiliki tidaklah berguna dibanding keinginanmu melngsungkan pernikahan. Apalagi semua faktor yang mendukung rencana tersebut telah kamumiliki, seperti rumah, harta dan lain sebagainya. Taubatan nasuha atau taubat yang benar akan membantumu merealisasikan rencana tersebut, insya Allah! Sungguh Allah Swt. akan menolong hamba-Nya yang berniat menjaga kehormatan. Semoga usaha baik yang kauharapkan akan dapat tercapai nantinya. []
Sumber: Ikhwan Zone, Romantika dan Gaya Hidup Pubertas/Karya: Yusuf al-Qaradhawi /Penerbit: Zikrul Hakim







Ini Cara Bertaubat dari Dosa Zina



Saat ini zina sudah semakin merajalela, orang-orang bisa sangat mudah mendekati perbuatan zina bahkan tanpa merasa bersalah. Lalu, ketika akhirnya mereka menyadari bahwa zina adalah perbuatan keji dan termasuk dosa besar, bagaimana cara bertaubat dari perilaku zina ini? Apa yang perlu dilakukan?
1. Bertaubat dengan sebenar-benarnya (taubat nasuha)
“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya. Mudah-mudahan Rabb kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.” (QS. At-Tahrim: 8)

Tidak ada taubat yang dilakukan tanpa mengandung 3 hal: menghentikan perbuatan dosa itu, perasaan menyesal karena telah melakukan dosa itu, tidak akan mengulangi kembali dosa tersebut, sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam An Nawawi:
”Dalam kitab al-Iman disebutkan bahwa taubat memiliki 3 rukun: al-Iqla’ (meninggalkan dosa tersebut), an-Nadm (menyesali) perbuatan maksiat tersebut, dan al-Azm (bertekad) untuk tidak mengulangi dosa yang dia taubati selamanya. (Syarh Shahih Muslim, 17/59)
Dengan demikian, jika memang ingin bertaubat, maka taubatlah dengan sebenar-benarnya, dan hal ini tidak mudah dilakukan kecuali oleh orang yang memang serius ingin bertaubat. Terutama perilaku zina, bukanlah sesuatu yang mudah untuk dihentikan atau ditinggalkan, sehingga dibutuhkan azzam yang luar biasa kuat untuk bertaubat dari perbuatan keji dan menjijikkan ini.
2. Ketahuilah bahwa taubat bukan berarti terbebas dari hukuman dunianya, maka tetaplah bersiap menghadapi ‘hukuman’ perbuatan zina
Seseorang yang taubat dari perbuatan zina bukan berarti ia terbebas dari hukuman dunia. Sangat mungkin konsekuensi perbuatan zinanya tersebut akan tetap ia dapatkan, misalnya terkena penyakit kelamin, HIV, atau penyakit seksual menular lainnya.

Sehingga, semakin cepat bertaubat dari perbuatan zina sebenarnya semakin bagus, jangan sampai menunda-nunda hingga berlarut-larut melakukan perbuatan zina kemudian baru berhenti setelah terkena hukumannya yakni berupa penyakit kelamin menular atau bahkan penyakit mematikan. Na’udzubillah min dzalik.
3. Menahan pandangan dan benar-benar menjauhi segala sumber zina
Sahabat Ummi, seringkali zina diawali dari perbuatan sepele, misalnya mengonsumsi gambar dan video porno, membuka aurat, dan menganggap hal itu sebagai sesuatu yang normal dan biasa-biasa saja. Sehingga penting sekali untuk tidak berzina dimulai dari menjaga pandangan. Berhenti konsumsi film porno, berhenti memandangi wajah-wajah rupawan sambil berkhayal.
“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An Nur: 30)

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra`: 32)

4. Menghindari berkhalwat dengan non mahram
Jangan lagi berkhalwat/berdua-duaan dengan non mahram, bahkan sekalipun sesama pria atau sesama wanita, tetap perlu menjaga batasan aurat, menjaga batasan ketika tidur bersama, tidak boleh dalam satu selimut. Meyakini bahwa syetan amat mudah mengganggu seseorang yang berkhalwat sekalipun hanya melalui chatroom.
“Janganlah seorang laki-laki berkhalwat (berdua-duaan) dengan seorang wanita, melainkan yang ketiga dari mereka adalah setan.” (HR. At-Tirmidzi (4/465 no. 2165))
5. Mencari komunitas orang-orang shalih
Mendekatlah pada Allah dengan cara bergabung pada golongan orang-orang shalih, yang kesibukannya berdzikir, membaca quran, saling berpesan dalam kebenaran dan kesabaran. In syaa Allah hati bisa lebih kuat lagi untuk meninggalkan perbuatan zina atau maksiat lainnya. Aamiin Allahumma Aamiin.[]


Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 



Sajikan Info Unik, Menarik dan Populer

Baca Artikel Menarik Lainnya 



Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top