Aktivis Kristen: Kasus "Chat Palsu" Habib Rizieq Harus Dihentikan, Pakar Hukum Pidana: "Yang Upload yang Ditindak"

Baca Juga 


Aktivis Kristen: Kasus "Chat Palsu" Habib Rizieq Harus Dihentikan



JAKARTA - Kepolisian menerbitkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) atas kasus penodaan lambang negara atau Pancasila yang melibatkan Habib Rizieq Shihab di wilayah hukum Polda Jawa Barat. Dalam kasus tersebut, Habib Rizieq sudah sempat ditetapkan sebagai tersangka.

Hal ini disampaikan kuasa Hukum Habib Rizieq, Sugito Atmo Pawiro saat mendatangi Bareskrim Polri pada Jumat (4/5/2018) untuk mengambil barang bukti milik Habib Rizieq Shihab yang diperiksa terkait kasus tersebut.

Sementara Direktur Kriminal Umum Polda Jawa Barat Kombes Pol Umar Surya Fana mengatakan SP3 kasus ini dikeluarkan sekira bulan Februari hingga Maret. Kasus Habib Rizieq di Jawa Barat tersebut dihentikan karena kurang barang bukti pendukung untuk diprosesnya kasus tersebut. "Kurang bukti, tidak ada pidana, Nanti saya cek lagi ya," ujarnya singkat, seperti dilansir Republika.

Penghentian kasus Pancasila ini disambut gembira berbagai pihak. Tidak
hanya Umat Islam, bahkan aktivis buruh yang beragama Kristen menyambut gembira dan juga meminta kasus "Fake Chat" alias chat palsu Habib Rizieq juga harus dihentikan.

"Bagus, keadilan masih ada berarti di Indonesia...Memang sudah sepatutnya dihentikan...," kata aktivis buruh Kristen @iyutVB di akun twitternya menanggapi penghentian kasus Pancasila Habib Rizieq.

"Tinggal kasus fake chat, udah jelas harus dihentikan demi nalar. Sudah jelas polisi juga ga berdaya karena ga bisa tangkap penyebarnya," lanjut @iyutVB.

Kasus chat ini oleh ahli IT Hermansyah pernah disampaikan sebagai kasus rekayasa. Namun ahli IT ITB ini tiba-tiba dibacok.

(Baca: Ini Pernyataan AhliIT Hermansyah Sebelum Dibacok: "Chat HRS Rekayasa, Yang Edit Amatir")



Pakar Hukum Pidana: Kasus Chat Habib Rizieq Juga Harusnya Dihentikan, Yang Upload yang Ditindak

(Ahli Hukum Pidana UII Yogyakarta, Muzakir) 

Ahli Hukum Pidana Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Muzakir menilai penghentian penyidikan kasus dugaan pencemaran nama baik dan penistaan Pancasila dengan terlapor Habib Rizieq Shihab di Polda Jabar sudah tepat.

Ia pun mengatakan seharunya kasus dugaan chat Habib Rizieq pun seharus dihentikan.

"Mungkin satu lagi yang harus di SP3 juga adalah kasus yang di Jakarta terkait dugaan pornografi itu. Mestinya harus dihentikan itu," kata Mudzakir ketika dihubungi, Jumat (4/5/2018), seperti dilansir Tribunnews.

Menurutnya dalam konteks penegakkan hukum terkait Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), Habib Rizieq dan Firza merupakan korban dari pihak yang mengunggah chat tersebut.

Bahkan ia menilai pihak yang mengunggah chat tersebutlah yang seharusnya diselidiki pihak kepolisian.

"Dalam teori penegakkan hukum berhubungan ITE, yang berbuat jahat itu yang mengupload kepada publik. Sementara yang mengupload kepada publik itu nggak pernah diapa-apain. Nggak pernah dihukum. Jangankan dihukum, Sprindik (diterbitkan Surat Perintah Penyidikan) aja nggak ada," kata Mudzakir.

Sebelumnya pada akhir Januari 2017 sebuah situs dengan nama www.baladacintarizieq.com tiba-tiba muncul dan memposting screenshot percakapan via WhatsApp berkonten pornografi yang menampilkan Habib Rizieq Shihab dan Firza Husein.

Polda Metro Jaya pun menetapkan Firza sebagai tersangka pada Selasa (16/5/2017) setelah ia diperiksa selama 12 jam terkait kasus tersebut.

Firza pun disangkakan melanggar Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 8 juncto Pasal 34 Undang Undang RI nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Kemudian pada Senin (29/5/2017) polisi menetapkan Habib Rizieq sebagai tersangka tanpa perlu terlebih dahulu menunggu Habib Rizieq kembali ke Indonesia setelah melakukan kembali gelar perkara.

Habib Rizieq kemudian disangkakan Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 9 juncto Pasal 34 Undang Undang RI nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Seorang pakar IT Hermansyah berdasarkan hasil investigasinya menyebut screenshot percakapan WA itu palsu dan rekayasa. (LINK)

Begitupun dengan paparan Pakar Telematika Abimanyu Wahjoehidajat. (LINK)

Yang mengehrankan adalah sampai detik ini, pihak yang meng-upload screenshot tidak ditindak. Padahal dari situlah bisa ditelusuri kebenarannya.


Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 



Sajikan Info Unik, Menarik dan Populer
--------------------------------------------------------------
" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. "
(HR. Muslim)

Baca Artikel Menarik Lainnya 



Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top