Kakak Angkat Ahok : "Ahok Tidur Nyenyak Saat Mako Brimob Ricuh"

Baca Juga 

  Yes  Muslim  - Mantan Gubernur DKI yang juga terpidana kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak tahu awal mula kericuhan terjadi di Mako Brimob di kawasan Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, pada Selasa (8/5) malam.


“Adik saya (Ahok) dalam keadaan yang tidur nyenyak. Jam 11 udah tidur. Saat kegaduhan berlangsung dia sudah tidur,” kata kakak angkat Ahok, Andi Analta Amir, saat mengikuti aksi #KamiBersamaPolri di depan Mabes Polri, Jakarta, Kamis (10/5) malam.

Andi mengatakan Ahok baru mengetahui bahwa tiga blok Rutan Brimob telah dikuasai oleh para napi teroris keesokan harinya.

“Dan pada posisi pagi hari justru beliau baru mengetahui,” ujarnya.

Andi yakin Ahok dalam keadaan baik-baik saja meski jaminan kemananan tidak langsung disampaikan kepolisian kepada pihak keluarga di tengah situasi mencekam di Mako Brimob.

“Bendera yang paling tinggi itu trust ya, kepercayaan kepada Polri. Dan Polri memang menjalankan dengan baik,” ujarnya.(Rmol) [www.tribunislam.com]




Pakar Hukum: Ahok Belum Dipindahkan dari Mako Brimob, Langgar UU 12/1995 Pemasyarakatan



Tragedi di Mako Brimob menguak sisi lain yang selama ini "dimaklumi" oleh pemerintahan Joko Widodo.

Kapolri sendiri mengakui dan menyebut Penghuni di Rutan Mako Brimob Lebihi Kapasitas.

Menurut Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian, kelebihan kapasitas penghuni di sana menjadi penyebab kerusuhan.

"Persoalannya adalah over crowded yang kami lihat," kata Tito di Mako Brimob, Kamis (10/5/2018).

Link: https://nasional.kompas.com/read/2018/05/10/21220061/kapolri-sebut-penghuni-di-rutan-mako-brimob-lebihi-kapasitas

***





NAMUN yang mengherankan RUMAH TAHANAN (Rutan) Mako Brimob yang sudah melebihi kapasitas tapi kenapa malah DITAMBAHI dengan NARAPIDANA yang semestinya ditempatkan di LEMBAGA PEMASYARAKAT (LAPAS)???

Pakar Hukum Universitas Katolik Parahyangan Bandung, Asep Warlan Yusuf, menyatakan aparat telah melanggar Undang-undang 12/1995 tentang Pemasyarakatan karena tidak menjebloskan terpidana kasus penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, ke Lembaga Pemasyarakatan

(Lapas).

"Sesungguhnya kalau sudah inkrah, dan PK (Peninjauan Kembali) ditolak, artinya tidak ada lagi alasan untuk tidak menempatkan di Lapas. Ini pelanggaran betul terhadap UU Pemasyarakatan," kata dia kepada Republika.co.id.

Menurut Asep, masa penahanan Ahok di rumah tahanan (rutan) Mako Brimob seharusnya tidak mengurangi hukuman penjara Ahok. Penghitungan hukuman terhadap terpidana semestinya dimulai saat ditempatkan di Lapas sebagai tempat pembinaan narapidana.

"Ketika narapidana tidak ditempatkan di Lapas, hemat saya harusnya tidak dihitung, karena itu kan masa penahanan. Masa penahanan berbeda dengan masa pembinaan," tambah dia.

Asep juga menerangkan, pihak Kejaksaan mempunyai tugas untuk mengeksekusi putusan pengadilan terhadap Ahok. Terlebih, PK yang diajukan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta itu telah ditolak Mahkamah Agung melalui majelis hakim yang dipimpin Artidjo Alkostar.

Setelah Kejaksaan mengeksekusi, Kementerian Hukum dan HAM melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan bertugas menempatkan terpidana ke Lapas. Ditjen ini menentukan Lapas mana yang akan dihuni oleh terpidana.

"Jaksa yang mengeksekusi putusan pengadilan, tapi yang menempatkannya ke Lapas adalah Ditjen Pemasyarakatan. Jadi terpidana itu ditempatkan di mana tergantung Ditjen ini. Kalau di Mako Brimob ini kan rutan, bukan lembaga pembinaan bagi seorang terpidana. Ini melanggar Undang-undang," tegasnya.

Link: http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/hukum/18/04/01/p6hojv385-ahok-belum-dipindahkan-pemerintah-langgar-undangundang



Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 



Sajikan Info Unik, Menarik dan Populer

Baca Artikel Menarik Lainnya 



Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top